Rumah yang banyak menyimpan romantika itu berada di kampung di pinggiran kota. Persisnya di jalan menuju kota bukan persis di kotanya, mungkin di tengah atau beberapa meter menuju kota entahlah aku tak ingat persis. Karena jalanan aspal licin itu merupakan jalur utama menuju kota Gombong atau kebumen atau juga Semarang. Aku seringkali tersesat setiap kali mengingat simpang itu, karena di penuhi dengan rimbunan pepohonan yang hampir serupa di beberapa tempat.
Seringkali begitu para pengantarku turun, barulah aku menyadari bahwa itulah simpang Kutawinangun itu. Beberapa kali aku mencoba mengingat bentuk dan suasananya tetapi tetap saja aku gagal dan kehilangan orientasi setiap kali aku hendak berkunjung kesana.
Bahkan beberapa kali kesana, jembatan di renovasi sehingga membuat aku makin sulit memastikan tempatnya dan tetap kehilangan orientasi setiap kali mencoba mengingat dengan sekuat apapun caranya. Hal ini kemudian aku sadari sebagai salah satu kelemahan aku dalam mengingat tempat.
Dari jembatan di tikungan jalan yang berbatas dengan sungai kecil ada jalan menurun menuju areal persawahan yang panjang dengan pinggiran sungai kecil tepatnya irigasi dengan jalan berbatu dan berdebu.
Itulah makanya jika aku menyebut dekat kota dan desa bisa jadi benar bisa juga salah. Karena kontras sekali kondisi jalanan aspal licin dan begitu menurun sedikit langsung berubah jadi jalanan kampung berdebu dan jelek, dengan deretan rumah sederhana namun memadai, rumahnya hampir semuanya mirip rumah joglo seperti rumah joglo dalam sinetron Saur Sepuh, dengan deretan halaman rumah yang seragam terbuat dari pepohonan hijau.
Sebagian besar rumah terbuat dari setengah papan dan setengah beton ringan dengan jendela kaca bertingkap dan berjeruji kayu menjadi ciri khasnya yang cukup banyak di beberapa tempat.
Beberapa rumah dilengkapi dengan kolam dan hampir sebagian pemiliknya berprofesi sebagai petani dan pemelihara ikan air tawar seperni nila yang bisa berukuran besar dan bahkan memanennya dengan cara yang unik dan tak biasa (nanti akan aku ceritakan sendiri di bagian lain cerita).
Begitu mulai menbayangkan Kutawinangun dan rumah bibi, aku langsung terkesan dapurnya. Aku masih bisa mengingat dengan sedikit jelas yang tak pernah lekang dari ingatanku. Sisi kiri rumahnya memiliki pintu yang terhubung langsung ke dapur, dengan lorong kecil yang kemudian langsung masuk kesebuah ruang sedikit luas dengan bagian kanannya bisa langsung keluar ke kebun ubi di sisi kanan. Sementara di bagian depan dapur adalah sebuah kamar dengan penutup kain yang biasanya aku gunakan untuk sembahyang. Ruangan berukuran 3 kali 4 dengan sebuah jendela yang langsung terhubung ke bagian kanan rumah dengan jendela berjeruji kayu dan penutup kain berwarna gelap yang selalu tersibak setiap kali angin sedikit keras bertiup menerpa masuk, menjadi satu-satunya udara segar yang membuat ruangan menjadi sedikit sejuk.
Sedangkan sampingnya aku tak ingat tapi bagian itu menjadi batas tengah ruang yang langsung terhubung ke ruang tamu super luas di rumah itu dengan dua bagian ruang tamu berisi beberapa sofa sederhana dari bambu.
Satu bagian di kiri dan satunya lagi diseberangnya. Tapi bagian yang kananlah yang paling sering kami pakai untuk tempat berkumpul dan bercanda.
Tentang dapur itu, aku bisa ceritakan kalau seluruh hamparan dapur itu lantainya terdiri dari tanah liat utuh yang mengeras karena sering diinjak, sehingga membuatnya licin permanen seperti bagian keramik alami. Aku tak ingat apakah aku harus mengenakan sandal setiap kali melewatinya karena lantainya berbeda dengan lantai ruang tamunya. Tapi seingatku setiap kali aku shalat aku tak bisa menggunakan lantainya aku harus naik ke atas tempat tidur yang aku gunakan sebagai tempat shalatku.
Dan uniknya diantara ruang yang besar hanya ada sebuah meja persegi panjang berwarna coklat kayu tanpa cat, dengan beberapa laci di kanan kirinya, dengan beberapa kursi seperti kursi di sekolahan, bersandaran bilah kayu tanpa sandaran tangan.
Dan dari sekian banyak permukaan tanah liat yang halus itu, di bagian bawah terdapat beberapa lubang, yang semula kusangka adalah tanah yang terbuka atau sarang sejenis binatang melata, ternyata justru dihuni oleh sekumpulan kelinci kecil berwarna putih dan abu-abu. Rupanya bibi membiarkan para kelinci tak cuma berkeliaran tapi juga bersarang dan beranak pinak sehingga banyaknya memenuhi seluruh bagian bawah dengan kumpulan kelinci-kelinci kecil. Aku baru menyadari kemudian ketika ruangan menjadi sepi setelah selesai jamuan makan dan kumpulan para kelinci mulai berkeliaran diantara ruangan besar kecil putih dan abu-abu, menakjubkan begitu alami dan indah.
Aku bahkan kemudian juga menyadari bahwa ternyata hampir seluruh bagian pinggiran ruang juga menjadi bagian dari lubang-lubang persembunyian yang barangkali labirinnya saling terhubung, sehingga setiap ekor dapat berjalan dibagian bawah tanah hampir ke seluruh bagian ruang. Jika masuk dari pinggir kiri bisa muncul di bagian kanan begitu seterusnya.
Aku tak bisa memastikan karena ukuran dan warna kelinci yang hampir seragam putih dan abu-abu dengan warna mata merah menyala. Dan para kelinci telah menjadi keluarga, karena hidupnya memang mengharapkan umpan dari sisa remah dan rumpun disekitar rumah.
Beberapa berukuran besar, mungkin pasangan induknya. Sementara beberapa berukuran sangat kecil, barangkali anakan yang baru lahir dalam ruang makan tersebut.
Menurut bibi mereka telah menjadi bagian dari keluarga sejak lama, tak bisa diingat awalnya sejak kapan pastinya ketika dapur itu mulai dibangun bibi, sejak itu pula para kelinci masuk menjadi bagian rumah. Barangkali itu pula yang menyebabkan bibi tak pernah mengganti permukaan lantai dapur dengan semen untuk mempertahankan seluruh kehidupan keluarga lainnya di bawah lantai yang telah menjadi keluarga bagian dari keluarga rumah Kutawinangun.
The Rabbit House
by hans-acehdigest
The house is a lot of romance store is located in the village on the outskirts of town. Exactly on the road to town is not exactly in the city, probably in the middle or a few meters to the city I do not know I do not remember exactly. Because it's slippery asphalt road is the main route into the city as well Gombong or Kebumen or Semarang. I often get lost every time a given intersection, because the trees are filled with similar hedges in several places.
Often the introduction so I go down, when I realized that it was Kutawinangun intersection. Several times I tried to remember the shape and atmosphere, but still I failed and disoriented every time I wanted to visit there.
Even the few times there, in the renovation of the bridge so that makes me more and more difficult to ensure his place and remained disoriented every time you try to remember no matter how hard way. It was then I realized as I was one of the weaknesses in the given place.
From the bridge on a street corner that is adjacent to the creek there is the descent into the rice field with the long edge of a small river with irrigation rather rocky and dusty road.
That's why when I called the nearby towns and villages could be true could be wrong. Because contrast asphalt slippery road conditions and so declined slightly turn into a dusty village streets and ugly, with a row of simple but adequate houses, house nearly all resemble a house like the house joglo Saur Sepuh joglo in the soap opera, with a uniform row of the home page is made from trees green.
Most of the houses are made of half-board and half-of lightweight concrete with barred windows and the glass timber casement bars become his trademark are quite a lot in some places.
Some homes are equipped with a pool and most of the owners living as farmers and keepers of freshwater fish such as tilapia that can be large and even harvest it in a unique and unusual (I would later tell his own in another part of the story).
Once I started to imagine Kutawinangun and aunt's house, I was immediately impressed her kitchen. I can still clearly remember a few that never cracked from my memory. The left side of the house has a door that is connected directly to the kitchen, with a small alley and then go straight into a little room with the right area can be directly out into the garden sweet on the right side. While at the front of the kitchen is a room with a cloth cover that usually I use to pray. Room size is 3 times 4 with a window that is directly connected to the right side of the house with wooden bars on the windows and dark-colored cloth cover is always uncovered every time the wind blew a bit harder hit enter, the only fresh air that made the room a little cooler.
While the side I can not remember but it's the middle of a limit space directly connected to the super spacious living room in the house with two parts of the living room contains a few simple couch of bamboo.
One section on the left and the other just opposite. But the right-most often we use for a gathering place and joking.
About the kitchen, I could tell that the kitchen floor carpet seluruhn consists of a hardened piece of clay because it is often applied, thus making it a permanent slippery as part of natural ceramics. I do not remember if I had to wear flip through it every time because the floor is different from the living room floor. But I remember every time I pray I can not use the floor I have to go up into the bed that I use as a place of my prayers.
And unique among the large room in just a rectangular table is brown wood without paint, with some drawers on either side, with a few chairs as seats in school, slat-back without armrests.
And of the many fine clay surface, at the bottom there are some holes, which was originally thought was an open ground or similar nesting reptiles, proved to be inhabited by a bunch of little white rabbit and the gray-abau. Apparently my aunt did not just let the rabbit roam but also nest and breed so much fill the entire bottom with a collection of small rabbits. I only realized later when the room became quiet after dinner and a collection of the rabbits began to roam between rooms are small white and gray, so natural and stunning beauty.
I also realize that even then was almost all parts of the edge of space is also part of the holes are probably hiding interconnected maze, so that each one can run at the bottom of the ground almost to all parts of space. If entering from the left edge can appear on the right and so on.
I can not tell because of the size and color of rabbit is almost uniformly white and gray with bright red eye color. And the rabbit has become a family, because his life is expecting feedback from the rest of the crumbs and clumps around the house.
Some are large, perhaps parent couples. While some very small, perhaps the new puppies born in the dining room.
According to their aunt had been part of the family for a long time, I can not remember when exactly when the first since it was built aunt kitchen, since it did the rabbit go into the house. Perhaps that is what causes the aunt never replace the kitchen floor with cement to keep the whole family lives under the floor that has become part of the family home family Kutawinangun
Label
10 tahun tsunami.
(1)
2013
(1)
acehku
(1)
Adikku.
(1)
Aku
(4)
Among-among
(1)
Anak-anak
(1)
Anak-Anak Dikutuk
(1)
Angka ajaib
(1)
aqiqahku
(1)
Ayahku
(1)
babak baru
(1)
bakso
(1)
Barzanji
(1)
batu cincin
(1)
belimbing
(1)
Belut Loch Ness
(1)
Belut Sawah; Mancing Belut
(1)
Bibiku
(2)
bioskop misbar
(1)
birtdhday party
(1)
bisnis keluarga
(1)
busur dan panah
(1)
capung
(1)
Celengan bambu
(1)
China's Neighbords
(1)
Cibugel 1979
(1)
Cibugel Sumedang
(2)
cinta bunda
(1)
cracker
(1)
Curek; Inflammation
(1)
Dapur nenek
(1)
dejavu
(1)
Dian Kurung
(1)
distant relatives
(1)
Dremolem Or Dream Of Land
(1)
es dogger
(1)
es goyang
(1)
es serut
(1)
Fried Sticky Rice
(1)
Gadis Kecil
(1)
gambar desain
(1)
gambarku
(1)
Gandrung Mangu
(2)
golek;nugget cassava
(1)
harmonika kecilku
(1)
Ibuku
(11)
Ibuku Atau Kakakku?
(1)
Ikan
(2)
ikan dan ular
(1)
iseng
(1)
jalan kolopaking
(2)
Jalan Kusuma
(2)
jangkrik Jaribang Jaliteng
(1)
Jenang Candil
(1)
jogging
(1)
Juadah
(1)
Juz Amma
(1)
kakek dan nenek
(3)
kakekku
(3)
kecelakaan fatal
(2)
kelahiranku
(1)
Kelas Terakhir; the last class
(1)
kenangan
(1)
Kerupuk Legendar
(1)
kilang padi
(1)
Klapertart Cake
(1)
kolam ikan masjid
(1)
koleksi stiker
(1)
koleksi unik
(1)
koplak dokar dan colt
(1)
kota kecil dan rumahku
(1)
Kue tape
(1)
Kutawinangun
(1)
Lanting
(1)
little cards
(1)
Loteng rumah
(1)
lotere
(1)
lottery
(1)
mainan anak-umbul
(1)
makan
(1)
makkah
(1)
Malam Jum'at
(1)
Mancing Belut
(1)
masa kecil
(9)
masa kecil.
(1)
masa lalu
(2)
masjid kolopaking
(1)
meatballs
(1)
Mengaji
(1)
Minum Dawet
(1)
morning walk
(1)
my
(1)
my birth
(1)
my first notes
(6)
my mom
(4)
my note
(25)
Nama ibuku
(1)
Nenek Sumedang
(1)
new round
(1)
new year
(2)
others notes
(1)
ours home
(1)
padi sawah wetan
(2)
pande besi
(1)
Papan Tulis
(1)
Pasar dan Ibuku
(1)
Penculik dan Bruk
(1)
Pencuri
(1)
Perjalanan 25 Tahun Bag. Pertama
(1)
personal
(1)
Puasa
(1)
radio transistor
(1)
Roti dan Meriam Kauman
(1)
Rumah Ban
(1)
Rumah Kakek dan Nenek
(5)
rumah karang sari
(1)
rumah kecil di pojok jalan
(4)
rumah kelinci
(1)
rumah kutawinangun
(1)
Rumah Pojok
(1)
rumahku
(1)
Sarapan Apa Sahur?
(1)
saudara jauh
(1)
sawah utara
(1)
sawah wetan
(2)
SD Kebumen
(1)
Sepeda dan Meteor
(1)
shake es
(1)
shalat jamaah
(1)
sintren
(1)
Starfruit for Mom
(1)
Stasiun Kereta Api
(2)
Sumedang 1979
(1)
Sungai Lukulo.
(1)
tahun awal
(17)
tahun baru
(1)
Taman Kanak-kanak
(1)
Tampomas I
(1)
tanteku
(2)
Tetangga Cina
(1)
The magic Number
(1)
tradisional
(1)
tsunami 2014
(1)
Visionary grandpa
(1)
Wayang Titi
(1)
Jumat, 22 Juni 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Baju Capung; Dragonfly Shirt
Hal teraneh yang pernah aku buat dengan capung adalah menangkapnya dengan batang lidi yang ujungnya dilumuri getah nangka yang aku dapat dengan cara memotong bagian tangkai daun dan getah di pangkalnya dibiarkan sedikit mengering, barulah dibalutkan di ujung lidi untuk jadi perangkap mematikan!.
Capung bakal lengket cukup dengan sedikit getah , kebanyakan getah malah jadi berantakan sayapnya. Karena yang kita mau cuma untuk permainan adu terbang, gantole ala capung. Menangkapnya cukup dengan mendekatkan capung ke jebakan, jangan lupa tahan nafas jadi tak ada gerakan yang mengganggu dan capung dengan cepat menempel, dan dengan gerak cepat juga kita melepaskan sebelum sayapnya terbalut getah.
Capung lalu diberi baju, dari bahan koran atau kertas layang yang ringan, jadi masih tetap bisa terbang, mengepak sayap dengan beban sedikit berat dari kertas, dan tak bisa terbang jauh. Lalu kami mengadu siapa terbang paling tinggi, paling jauh dan paling indah manuvernya. Begitulah berulang-ulang setiap kali dilepas harus dikejar beramai-ramai meskipun harus naik ke dahan pohon, karena seringkali capung-capung juga berusaha meloloskan diri dengan terbang ke bagian pucuk pohon yang tinggi.
Begitu bosan capung kami bebaskan dari baju mini dan melemparkannya jauh ke udara terbang bebas, meskipun nakal kami tak pernah dengan sengaja membunuhnya. Aku juga marah besar kalau ada teman yang sengaja memutus sayap agar dapat dengan mudah memasukan baju dari kertas.
Baju itu berbentuk persegi atau bulat tergantung kesukaan, dengan bagian tengah dilubangi setelah sebelumnya dilipat dua agar dapat lubang yang simetris, jangan lupa lubang jangan besar,pokoknya cukup untuk sayap bisa masuk tapi tak mudah keluar.
Jenis mainan ini tak lama, karena sedikit membosankan, paling juga selingan sambil membuang waktu sebelum sampai ke pabrik padi di Wanayasa. Tapi sayangnya banyak capung yang ketika dibebaskan tak bisa ditangkap lagi, jadilah ada capung yang terlanjur masih pakai baju mini terbang kesana kemari, namun anehnya malah jadi bahan lelucon kami. Dasar anak-anak!
Mini Dragonfly Shirt
by hans-acehdigest
The weirdest thing I ever made for dragonfly was caught with a rod whose ends are covered with a stick, jackfruit sap that I can by cutting the petiole sap at the base and allowed to dry slightly, then wrapped the end of the stick to be a deadly trap!.
Dragonflies will be quite a bit sticky sap, many sap even so messy wings. Because we want only to play shoot-flying, hang gliding style dragonfly. Close enough to catch a dragonfly into a trap, do not forget to hold the breath so no movement is distracting and dragonflies quickly attached, and with fast motion well before we release the wings wrapped in latex.
Dragonflies and given clothing, paper or paper made from a lightweight kite, so it can still fly, flapping wings with a little heavy loads of paper, and can not fly away. Then we complain who flew highest, most remote and most beautiful maneuver. That is repeated every time the release to pursue a gang although it should be up on the branch, as well as dragonflies often tried to escape by flying to the tops of tall trees.
So tired of our dragonfly release of a mini dress and threw it far into the air to fly free, although we never naughty deliberately killed. I was also furious if someone is accidentally cut off the wings to be able to easily enter the clothes of the paper.
Dress, rectangular or round depending on preferences, with the center hollowed out after previously folded in half to a symmetrical hole, do not forget to do a big hole, just enough for the wing easy to get in but not out.
These types of toys soon, because a little boring, most are also a distraction while wasting time before getting to the rice mill in Wanayasa. But unfortunately a lot of dragonflies that when released can not be arrested again, be there already dragonfly still wear mini flying to and fro, but oddly enough we even become a joke. These kids
Capung bakal lengket cukup dengan sedikit getah , kebanyakan getah malah jadi berantakan sayapnya. Karena yang kita mau cuma untuk permainan adu terbang, gantole ala capung. Menangkapnya cukup dengan mendekatkan capung ke jebakan, jangan lupa tahan nafas jadi tak ada gerakan yang mengganggu dan capung dengan cepat menempel, dan dengan gerak cepat juga kita melepaskan sebelum sayapnya terbalut getah.Capung lalu diberi baju, dari bahan koran atau kertas layang yang ringan, jadi masih tetap bisa terbang, mengepak sayap dengan beban sedikit berat dari kertas, dan tak bisa terbang jauh. Lalu kami mengadu siapa terbang paling tinggi, paling jauh dan paling indah manuvernya. Begitulah berulang-ulang setiap kali dilepas harus dikejar beramai-ramai meskipun harus naik ke dahan pohon, karena seringkali capung-capung juga berusaha meloloskan diri dengan terbang ke bagian pucuk pohon yang tinggi.
Begitu bosan capung kami bebaskan dari baju mini dan melemparkannya jauh ke udara terbang bebas, meskipun nakal kami tak pernah dengan sengaja membunuhnya. Aku juga marah besar kalau ada teman yang sengaja memutus sayap agar dapat dengan mudah memasukan baju dari kertas.
Baju itu berbentuk persegi atau bulat tergantung kesukaan, dengan bagian tengah dilubangi setelah sebelumnya dilipat dua agar dapat lubang yang simetris, jangan lupa lubang jangan besar,pokoknya cukup untuk sayap bisa masuk tapi tak mudah keluar.
Jenis mainan ini tak lama, karena sedikit membosankan, paling juga selingan sambil membuang waktu sebelum sampai ke pabrik padi di Wanayasa. Tapi sayangnya banyak capung yang ketika dibebaskan tak bisa ditangkap lagi, jadilah ada capung yang terlanjur masih pakai baju mini terbang kesana kemari, namun anehnya malah jadi bahan lelucon kami. Dasar anak-anak!
Mini Dragonfly Shirt
by hans-acehdigest
The weirdest thing I ever made for dragonfly was caught with a rod whose ends are covered with a stick, jackfruit sap that I can by cutting the petiole sap at the base and allowed to dry slightly, then wrapped the end of the stick to be a deadly trap!.
Dragonflies will be quite a bit sticky sap, many sap even so messy wings. Because we want only to play shoot-flying, hang gliding style dragonfly. Close enough to catch a dragonfly into a trap, do not forget to hold the breath so no movement is distracting and dragonflies quickly attached, and with fast motion well before we release the wings wrapped in latex.
Dragonflies and given clothing, paper or paper made from a lightweight kite, so it can still fly, flapping wings with a little heavy loads of paper, and can not fly away. Then we complain who flew highest, most remote and most beautiful maneuver. That is repeated every time the release to pursue a gang although it should be up on the branch, as well as dragonflies often tried to escape by flying to the tops of tall trees.
So tired of our dragonfly release of a mini dress and threw it far into the air to fly free, although we never naughty deliberately killed. I was also furious if someone is accidentally cut off the wings to be able to easily enter the clothes of the paper.
Dress, rectangular or round depending on preferences, with the center hollowed out after previously folded in half to a symmetrical hole, do not forget to do a big hole, just enough for the wing easy to get in but not out.
These types of toys soon, because a little boring, most are also a distraction while wasting time before getting to the rice mill in Wanayasa. But unfortunately a lot of dragonflies that when released can not be arrested again, be there already dragonfly still wear mini flying to and fro, but oddly enough we even become a joke. These kids
Rumah dan Isinya; Home and contents
Yang kumaksud adalah semua koleksi unik didalamnya. Ketika belum dikenal galon, kakek ternyata telah memiliki galon kaca berjumlah puluhan yang entah di dapat darimana dan diperuntukkan untuk apa. Galon kaca itu disimpan di lantai dua, dibiarkan terbuka terbakar matahari dan jika hujan sebagian galon akan berisi air dan menyebabkan sebagiannya berlumut karena air yang masuk ke dalam galon tergenang cukup lama dan matahari kemudian menyuburkan ganggang yang berada dalam galon kaca itu.
Piring-piring keramik juga cukup banyak memenuhi lemari kuno yang juga dijadikan pajangan televisi di ruang tamu utama yang berbentuk perahu raksasa. piring-piring itu memenuhi hampir seluruh bagian rak bawah, dengan sedikit bagian kaca sehingga deretan koleksi piring keramik kuno itu bisa sedikit terlihat dari luar.
Kakek juga memiliki koleksi kesukaanku, yang pada akhirnya juga aku rusakkan, karena aku tak memahami bahwa bagian belakang radio transistor raksasa itu berisi, tabung transistor yang sangat rapuh dan mudah pecah dan sialnya lagi barang itu tak lagi diproduksi pada masa itu, sehingga jika rusak maka tak akan ada lagi suku cadang penggantinya. Maka radio transistor super besar itu pada akhirnya hanya menjadi meja pajang di bagian rumah belakang dan diatasnya diletakkan radio transistor baru yang dibeli kakek sebagai pengganti radio lama, dan menjadi hiburannya di kala malam ketika membersihkan halaman dengan memilih setelah siaran wayang kulit atau wayang orang, yang seolah-olah dapat dinikmati visualnya. Karena radio transistor itu pulalah, televisi di rumah menjadi tontonan yang tidak menarik ditambah tak ada anggota keluarga lain yang tertarik untuk menonton televisi kecuali "Dunia Dalam Berita" , klop dengan aturan larangan menonton yang selalu diributkan oleh ibuku, jika malam belajar, belajar, belajar dan tak ada nonton televisi, akibatnya aku menjadi penggila televisi liar yang selalu harus kupuaskan dengan menonton tivi di rumah tetangga, jika tidak dirumah pak haji yang terbatas waktunya cuma hingga sore hari, maka aku main hingga larut malam dan terpaksa harus kucing-kucingan di rumah subekti di deretan toko dekat jalan Kolopaking.
Rumah itu juga punya koleksi, sebenarnya sih bukan koleksi, tapi bisa disebut barang rongsokan, tapi bukan barang sembarangan karena ini jenis mobil mewah pada masanya dulu. Karena kakek berbisnis barang daur ulang berbahan baku karet, sehingga kadang-kadang mendapatkan bukan cuma ban mobil tapi dengan mobilnya sekalian, menurut kakek mobil bisa dimanfaatkan bagian per bagian. tapi entah kenapa khusus yang satu ini mobil itu dibiarkan untuk waktu yang lama dibiarkan utuh. Aku menyukainya setengah mati, karena aku bisa langsung bermain mobil-mobilan dengan mobil asli, holden lagi. Mungkin tak akan ada duanya karena jenis mobil ini memang langka.
Home and contents
by hans-acehdigest
I mean all the unique collection in it. When the unknown gallon, grandfather turned out to have had tens of gallons of glass that can be either on where and destined for nothing. Gallon glass was deposited on the second floor, left open burning sun and if the rain will contain most of gallons of water and caused in part because of mossy water into gallons of stagnant long enough and the sun and fertilize algae in glass gallon.
Ceramic plates is also enough to meet the old cabinets are also used as a display of the main television in the living room in the form of a giant boat. plates that meet almost every part of the bottom shelf, with a bit of the glass so that the rows of a collection of ancient ceramic plates that can be slightly visible from the outside.
Also has a collection of my favorite grandfather, who in turn also I rusakkan, because I do not understand that the back of the giant transistor radio shows, tube transistors that are very fragile and easily broken again and unfortunately it is no longer manufactured goods at the time, so if it breaks then there will be no replacement parts. Then the transistor radio was super great in the end only a counter at the back of the house and laid on top of a new transistor radio that my grandfather bought as a replacement for the old radio, and a consolation in times of night when the cleaning page by selecting the broadcast shadow puppets or wayang people, who as if to enjoy the visual. Because the transistor radio that also, television in the home becomes an unattractive spectacle plus there was no other family members who are interested to watch television except for "The World In The News", fit the rules that ban watching my mother always fuss, if the night studying, learning, learning and no watching television, television as a result I became a wild enthusiast who always have to kupuaskan by watching a television at a neighbor's house, if not at home pack pilgrimage limited time only until late afternoon, so I was playing late into the night and forced to cat and mouse in the house subekti in a row of shops near the Kolopaking.
The house also has a collection, actually, not a collection, but it could be called a junkyard, but not things haphazardly as this type of luxury cars in his time first. Because grandparents do business goods made from recycled rubber, so that sometimes get not just tires but with all the car, the car can be utilized by grandparents parts. but somehow this one particular car was left for a long time is left intact. I love it to death, because I can just play with the cars original car, holden again. May not be second to none because this is a rare type of car.
Piring-piring keramik juga cukup banyak memenuhi lemari kuno yang juga dijadikan pajangan televisi di ruang tamu utama yang berbentuk perahu raksasa. piring-piring itu memenuhi hampir seluruh bagian rak bawah, dengan sedikit bagian kaca sehingga deretan koleksi piring keramik kuno itu bisa sedikit terlihat dari luar.
Kakek juga memiliki koleksi kesukaanku, yang pada akhirnya juga aku rusakkan, karena aku tak memahami bahwa bagian belakang radio transistor raksasa itu berisi, tabung transistor yang sangat rapuh dan mudah pecah dan sialnya lagi barang itu tak lagi diproduksi pada masa itu, sehingga jika rusak maka tak akan ada lagi suku cadang penggantinya. Maka radio transistor super besar itu pada akhirnya hanya menjadi meja pajang di bagian rumah belakang dan diatasnya diletakkan radio transistor baru yang dibeli kakek sebagai pengganti radio lama, dan menjadi hiburannya di kala malam ketika membersihkan halaman dengan memilih setelah siaran wayang kulit atau wayang orang, yang seolah-olah dapat dinikmati visualnya. Karena radio transistor itu pulalah, televisi di rumah menjadi tontonan yang tidak menarik ditambah tak ada anggota keluarga lain yang tertarik untuk menonton televisi kecuali "Dunia Dalam Berita" , klop dengan aturan larangan menonton yang selalu diributkan oleh ibuku, jika malam belajar, belajar, belajar dan tak ada nonton televisi, akibatnya aku menjadi penggila televisi liar yang selalu harus kupuaskan dengan menonton tivi di rumah tetangga, jika tidak dirumah pak haji yang terbatas waktunya cuma hingga sore hari, maka aku main hingga larut malam dan terpaksa harus kucing-kucingan di rumah subekti di deretan toko dekat jalan Kolopaking.
Rumah itu juga punya koleksi, sebenarnya sih bukan koleksi, tapi bisa disebut barang rongsokan, tapi bukan barang sembarangan karena ini jenis mobil mewah pada masanya dulu. Karena kakek berbisnis barang daur ulang berbahan baku karet, sehingga kadang-kadang mendapatkan bukan cuma ban mobil tapi dengan mobilnya sekalian, menurut kakek mobil bisa dimanfaatkan bagian per bagian. tapi entah kenapa khusus yang satu ini mobil itu dibiarkan untuk waktu yang lama dibiarkan utuh. Aku menyukainya setengah mati, karena aku bisa langsung bermain mobil-mobilan dengan mobil asli, holden lagi. Mungkin tak akan ada duanya karena jenis mobil ini memang langka.
Home and contents
by hans-acehdigest
I mean all the unique collection in it. When the unknown gallon, grandfather turned out to have had tens of gallons of glass that can be either on where and destined for nothing. Gallon glass was deposited on the second floor, left open burning sun and if the rain will contain most of gallons of water and caused in part because of mossy water into gallons of stagnant long enough and the sun and fertilize algae in glass gallon.
Ceramic plates is also enough to meet the old cabinets are also used as a display of the main television in the living room in the form of a giant boat. plates that meet almost every part of the bottom shelf, with a bit of the glass so that the rows of a collection of ancient ceramic plates that can be slightly visible from the outside.
Also has a collection of my favorite grandfather, who in turn also I rusakkan, because I do not understand that the back of the giant transistor radio shows, tube transistors that are very fragile and easily broken again and unfortunately it is no longer manufactured goods at the time, so if it breaks then there will be no replacement parts. Then the transistor radio was super great in the end only a counter at the back of the house and laid on top of a new transistor radio that my grandfather bought as a replacement for the old radio, and a consolation in times of night when the cleaning page by selecting the broadcast shadow puppets or wayang people, who as if to enjoy the visual. Because the transistor radio that also, television in the home becomes an unattractive spectacle plus there was no other family members who are interested to watch television except for "The World In The News", fit the rules that ban watching my mother always fuss, if the night studying, learning, learning and no watching television, television as a result I became a wild enthusiast who always have to kupuaskan by watching a television at a neighbor's house, if not at home pack pilgrimage limited time only until late afternoon, so I was playing late into the night and forced to cat and mouse in the house subekti in a row of shops near the Kolopaking.
The house also has a collection, actually, not a collection, but it could be called a junkyard, but not things haphazardly as this type of luxury cars in his time first. Because grandparents do business goods made from recycled rubber, so that sometimes get not just tires but with all the car, the car can be utilized by grandparents parts. but somehow this one particular car was left for a long time is left intact. I love it to death, because I can just play with the cars original car, holden again. May not be second to none because this is a rare type of car.
Dapur Aneh? Weird Kitchen?
Dapurnya berbentuk ruangan kecil, mungkin lebih tepat jika disebut gudang. Aku tak tahu persis mengapa kakek dan nenek tak melengkapi dapurnya dengan sesuatu yang menarik sebagai sebuah dapur. Padahal nenek kemudian juga berbisnis warung nasi pada akhirnya. Tapi tetap saja dapur itu tak banyak berubah kecuali bertambah banyak alat dapurnya. Bagian belakang dapur langsung berbatas dengan kamar tante muhibah, sementara bagian depannya berbatas dengan sebuah mobil sejenis lamborgini berwarna hitam yang sangat menawan. dan dalam hidupku kemudian aku menyesalkan hilangnya mobil itu menjadi barang rongsokan tak berharga sama sekali.
Aku pernah bereksperimen di dapur aneh itu, untuk memasak mie instant, kejadiannya justru aku dimarahi habis-habisan, karena dianggap main api. Aku cuma ingin sedikit membantu ibuku, mencoba memasak dan berharap akan sedikit meringankan beban ibuku tanpa perlu merengek untuk minta dimasakkan, ternyata malah sebaliknya.
Ada benarnya barangkali, karena jika terbakar bukan cuma dapur yang akan ludes terbakar, tapi juga seluruh bagian kamar tante, dan terutama rumah tetangga sebelah karena bagian dinding samping dapur langsung berbatas dengan dinding rumah tetangga yang beratap genteng.
Tentang dapur itu, anehnya aku tak pernah bisa mengingat dengan baik, bagaimana prosesi nenek memasak atau ibuku memasak untuk anak-anaknya, apakah memang benar mereka menggunakan dapur itu atau ada bagian lain dari rumah yang dapat dimanfaatkan untuk urusan masak-memasak. Setahuku masakan selalu sudah siap saji, bisa jadi karena sebagai anak laki-laki aku terlalu dimanjakan, maksudku itu pula yang menyebabkan aku tak pernah begitu peduli pada proses tapi pada hasil. Baik Kakek atau nenek dan mungkin juga ibu membiarkanku banyak main. Tepatnya aku yang berinisiatif untuk selalu bermain dan berusaha untuk tak berlama-lama di rumah.
Kisah dapur itu adalah kisah dua generasi di masaku, nenek, ibu dan tanteku. Selanjutnya aku tak tahu persis apakah dapur itu masih berfungsi dengan baik sebagai dapur atau malah menjadi gudang?. entahlah!.
Weird Kitchen?
by hans-acehdigest
shaped kitchen was a small room, perhaps more accurately called the warehouse. I do not know exactly why the grandparents did not equip the kitchen with something interesting as a kitchen. Though grandmothers rice stall then also do business in the end. But still, the kitchen was not much change except to grow a lot of kitchen tools. The back of the kitchen directly adjacent with auntie room goodwill, while the front is adjacent to a car with a black lamborgini very charming. and in my life and I regret the loss of the car becomes worthless junk at all.
I've experimented in the kitchen it's strange, to cook instant noodles, it happened I yelled it out, because they are playing with fire. I just want a little help my mother, trying to cook and hopes to slightly ease the burden of my mother without the need to whine to ask cooked, it turns out opposite.
There's probably true, because if the fire is not just a kitchen that will be sold on fire, but also throughout the room aunt, and especially the house next door neighbor because of the side wall of the kitchen directly adjacent with a neighbor's wall tile-roofed houses.
On the kitchen was, oddly enough I can never remember it well, how the procession grandmother or my mother's cooking cooking for children, whether it is true that they use the kitchen or any other part of the house that can be used for cooking affairs. As far as food is always readily available, it could be because as a boy I was too spoiled, I mean that is what cause I never really care about the process but on results. Both the grandfather or grandmother and mother may also let a lot of play. I am exactly who took the initiative to always play and try not to linger in the house.
The story of the kitchen is the story of two generations in my day, grandmother, mother and aunt. Furthermore I do not know exactly whether the kitchen was still functioning well as a kitchen or even a barn?. I do not know!.
Aku pernah bereksperimen di dapur aneh itu, untuk memasak mie instant, kejadiannya justru aku dimarahi habis-habisan, karena dianggap main api. Aku cuma ingin sedikit membantu ibuku, mencoba memasak dan berharap akan sedikit meringankan beban ibuku tanpa perlu merengek untuk minta dimasakkan, ternyata malah sebaliknya.
Ada benarnya barangkali, karena jika terbakar bukan cuma dapur yang akan ludes terbakar, tapi juga seluruh bagian kamar tante, dan terutama rumah tetangga sebelah karena bagian dinding samping dapur langsung berbatas dengan dinding rumah tetangga yang beratap genteng.
Tentang dapur itu, anehnya aku tak pernah bisa mengingat dengan baik, bagaimana prosesi nenek memasak atau ibuku memasak untuk anak-anaknya, apakah memang benar mereka menggunakan dapur itu atau ada bagian lain dari rumah yang dapat dimanfaatkan untuk urusan masak-memasak. Setahuku masakan selalu sudah siap saji, bisa jadi karena sebagai anak laki-laki aku terlalu dimanjakan, maksudku itu pula yang menyebabkan aku tak pernah begitu peduli pada proses tapi pada hasil. Baik Kakek atau nenek dan mungkin juga ibu membiarkanku banyak main. Tepatnya aku yang berinisiatif untuk selalu bermain dan berusaha untuk tak berlama-lama di rumah.
Kisah dapur itu adalah kisah dua generasi di masaku, nenek, ibu dan tanteku. Selanjutnya aku tak tahu persis apakah dapur itu masih berfungsi dengan baik sebagai dapur atau malah menjadi gudang?. entahlah!.
Weird Kitchen?
by hans-acehdigest
shaped kitchen was a small room, perhaps more accurately called the warehouse. I do not know exactly why the grandparents did not equip the kitchen with something interesting as a kitchen. Though grandmothers rice stall then also do business in the end. But still, the kitchen was not much change except to grow a lot of kitchen tools. The back of the kitchen directly adjacent with auntie room goodwill, while the front is adjacent to a car with a black lamborgini very charming. and in my life and I regret the loss of the car becomes worthless junk at all.
I've experimented in the kitchen it's strange, to cook instant noodles, it happened I yelled it out, because they are playing with fire. I just want a little help my mother, trying to cook and hopes to slightly ease the burden of my mother without the need to whine to ask cooked, it turns out opposite.
There's probably true, because if the fire is not just a kitchen that will be sold on fire, but also throughout the room aunt, and especially the house next door neighbor because of the side wall of the kitchen directly adjacent with a neighbor's wall tile-roofed houses.
On the kitchen was, oddly enough I can never remember it well, how the procession grandmother or my mother's cooking cooking for children, whether it is true that they use the kitchen or any other part of the house that can be used for cooking affairs. As far as food is always readily available, it could be because as a boy I was too spoiled, I mean that is what cause I never really care about the process but on results. Both the grandfather or grandmother and mother may also let a lot of play. I am exactly who took the initiative to always play and try not to linger in the house.
The story of the kitchen is the story of two generations in my day, grandmother, mother and aunt. Furthermore I do not know exactly whether the kitchen was still functioning well as a kitchen or even a barn?. I do not know!.
Desain; Drawing designs
Hal lain yang hampir selalu menyita perhatianku selain bermain adalah menggambar. Aku menyukai gambar bentuk, mungkin desain produk barangkali. Aku menyukai bentuk persegi panjang kotak rinso di edisi awal kemunculan produk itu, maksudku di masa kecilku karena produk olahan unilever itu pastilah jauh lebih tua dari umurku.
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Klapertart Tape; Klapertart Cake
Toko roti itu berada persis di tengah kota, di sebelah kiri tugu lawet menghadap langsung ke utara. Sebuah etalase kaca berada di pintu masuk dan deretan kue salah satunya klapertart berada dalam pajangan itu. Aku tak ingat apakah kue itu memang menjadi menu sehari-hari atau hanya khusus ada di hari tertentu di setiap minggunya, bisa jadi salah bisa juga benar. Karena yang bisa mengingatnya dengan tepat pastilah tanteku jika memang begitu halnya, karena tante akan mengajakku ke toko itu hampir setiap kali ada waktu dan pastinya tahu benar kapan kue itu ada di pajangan dan kemudian mampir kesana membelikanku kue itu.
Kenapa tante harus membelinya setiap kali jalan-jalan, sebenarnya lebih karena permintaanku, setiap kali diberi penawaran aku cuma bisa mengingatnya kue yang satu itu, makanya tante cuma tahu aku suka dengan yang satu itu. Tapi kue itu seperti menjadi makanan kebangsaanku pada akhirnya, karena jika untuk sekian lama aku tak menemukannya aku akan mencari dan mencarinya lagi. Bahkan untuk waktu yang panjang setelahnya, aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun waktu dan kisah sudah berjalan begitu jauh meninggalkan masa lalu.
Kue itu berbentuk jajaran genjang, hampir mirip kue ade hanya saja berbahan baku tape dengan adonan tepung barangkali, bukanya ubi. Aku baru bisa mengingatnya lagi ketika tak sengaja membeli buku berisi kumpulan resep klapertart, untungnya buku itu tak mengecewakan, dicetak dengan edisi luks hard cover, aku tidak sekedar ingin menyimpannya sebagai buku, tapi juga sebagai kenangan dari masa laluku.
Kue itu mewah menurutku, aku bahkan jarang memakannya jika bukan karena dibelikan tante, di lain waktu aku hampir tak punya peluang dan kesempatan untuk menikmatinya, apalagi dengan ibuku. Ibuku mungkin tahu benar aku menyukai kue itu hanya saja karena faktor keuangan yang menghalangi ibuku memanjakanku dengan membelikannya kue itu. Dan ibu cuma bisa membiarkan dengan perasaan yang tak bisa kutebak, ketika tante mengajakku jalan dengan menjanjikan akan membelikan kue itu untukku.
Klapertart Cake
by hans-acehdigest
Bakery is located right in the middle of town, on the left pillar Lawet facing directly north. A glass display case at the entrance and a row of one of them klapertart cake in the display. I do not remember if the cake has become the daily menu, or just special in a certain day in every week, it could be wrong it could be true. Because who can remember exactly when it was my aunt must have been the case, because the aunt would take me to the store almost every time there is a time and must know when the cake is on display and then it stopped there to buy me a cake.
Why aunt have to buy every time the streets, actually more because of my request, each time given the offer, I can only remember the cake on that one, so aunt just knew I liked that one. But the cake was like a my national food in the end, as if for so long I do not find it I'll look and look again. Even for a long time afterwards, I can still remember it well, although the time and the story is going so far left of the past.
Parallelogram-shaped cake, almost like a cake ade only tape with dough made from flour perhaps, open it sweet. I could only remember it when it was accidentally buy the book contains a collection of recipes klapertart, fortunately it did not disappoint, printed with luxury hard cover edition, I do not just want to keep it as a book, but also the memories of my past.
I think the cake was a luxury I rarely even eat it if it were not for aunt bought, at other times I almost had no chance and the opportunity to enjoy it, especially with my mother. My mother probably knows that I love cake just because of financial factors that impede my mother spoiled me to buy him the cake. And the mother just let the feelings that can not guess, when the aunt took me by promising to buy the cake for me
Kenapa tante harus membelinya setiap kali jalan-jalan, sebenarnya lebih karena permintaanku, setiap kali diberi penawaran aku cuma bisa mengingatnya kue yang satu itu, makanya tante cuma tahu aku suka dengan yang satu itu. Tapi kue itu seperti menjadi makanan kebangsaanku pada akhirnya, karena jika untuk sekian lama aku tak menemukannya aku akan mencari dan mencarinya lagi. Bahkan untuk waktu yang panjang setelahnya, aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun waktu dan kisah sudah berjalan begitu jauh meninggalkan masa lalu.
Kue itu berbentuk jajaran genjang, hampir mirip kue ade hanya saja berbahan baku tape dengan adonan tepung barangkali, bukanya ubi. Aku baru bisa mengingatnya lagi ketika tak sengaja membeli buku berisi kumpulan resep klapertart, untungnya buku itu tak mengecewakan, dicetak dengan edisi luks hard cover, aku tidak sekedar ingin menyimpannya sebagai buku, tapi juga sebagai kenangan dari masa laluku.
Kue itu mewah menurutku, aku bahkan jarang memakannya jika bukan karena dibelikan tante, di lain waktu aku hampir tak punya peluang dan kesempatan untuk menikmatinya, apalagi dengan ibuku. Ibuku mungkin tahu benar aku menyukai kue itu hanya saja karena faktor keuangan yang menghalangi ibuku memanjakanku dengan membelikannya kue itu. Dan ibu cuma bisa membiarkan dengan perasaan yang tak bisa kutebak, ketika tante mengajakku jalan dengan menjanjikan akan membelikan kue itu untukku.
Klapertart Cake
by hans-acehdigest
Bakery is located right in the middle of town, on the left pillar Lawet facing directly north. A glass display case at the entrance and a row of one of them klapertart cake in the display. I do not remember if the cake has become the daily menu, or just special in a certain day in every week, it could be wrong it could be true. Because who can remember exactly when it was my aunt must have been the case, because the aunt would take me to the store almost every time there is a time and must know when the cake is on display and then it stopped there to buy me a cake.
Why aunt have to buy every time the streets, actually more because of my request, each time given the offer, I can only remember the cake on that one, so aunt just knew I liked that one. But the cake was like a my national food in the end, as if for so long I do not find it I'll look and look again. Even for a long time afterwards, I can still remember it well, although the time and the story is going so far left of the past.
Parallelogram-shaped cake, almost like a cake ade only tape with dough made from flour perhaps, open it sweet. I could only remember it when it was accidentally buy the book contains a collection of recipes klapertart, fortunately it did not disappoint, printed with luxury hard cover edition, I do not just want to keep it as a book, but also the memories of my past.
I think the cake was a luxury I rarely even eat it if it were not for aunt bought, at other times I almost had no chance and the opportunity to enjoy it, especially with my mother. My mother probably knows that I love cake just because of financial factors that impede my mother spoiled me to buy him the cake. And the mother just let the feelings that can not guess, when the aunt took me by promising to buy the cake for me
Penculik dan Brug; Kidnappers and Brug
Apa hubungannya ya?. Tapi di masa kecilku dulu cerita ini menjadi bagian yang paling menarik dari kisah dan petualangan anak-anak. karena selain menakutkan, kisah ini dibumbui dengan berbagai kengerian yang membuat anak-anak jadi enggan main di sawah utara, terutama di brug yang berada di tengah jalan sepanjang satu kilometer menuju pabrik padi.
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.
Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Langganan:
Postingan (Atom)