Label

10 tahun tsunami. (1) 2013 (1) acehku (1) Adikku. (1) Aku (4) Among-among (1) Anak-anak (1) Anak-Anak Dikutuk (1) Angka ajaib (1) aqiqahku (1) Ayahku (1) babak baru (1) bakso (1) Barzanji (1) batu cincin (1) belimbing (1) Belut Loch Ness (1) Belut Sawah; Mancing Belut (1) Bibiku (2) bioskop misbar (1) birtdhday party (1) bisnis keluarga (1) busur dan panah (1) capung (1) Celengan bambu (1) China's Neighbords (1) Cibugel 1979 (1) Cibugel Sumedang (2) cinta bunda (1) cracker (1) Curek; Inflammation (1) Dapur nenek (1) dejavu (1) Dian Kurung (1) distant relatives (1) Dremolem Or Dream Of Land (1) es dogger (1) es goyang (1) es serut (1) Fried Sticky Rice (1) Gadis Kecil (1) gambar desain (1) gambarku (1) Gandrung Mangu (2) golek;nugget cassava (1) harmonika kecilku (1) Ibuku (11) Ibuku Atau Kakakku? (1) Ikan (2) ikan dan ular (1) iseng (1) jalan kolopaking (2) Jalan Kusuma (2) jangkrik Jaribang Jaliteng (1) Jenang Candil (1) jogging (1) Juadah (1) Juz Amma (1) kakek dan nenek (3) kakekku (3) kecelakaan fatal (2) kelahiranku (1) Kelas Terakhir; the last class (1) kenangan (1) Kerupuk Legendar (1) kilang padi (1) Klapertart Cake (1) kolam ikan masjid (1) koleksi stiker (1) koleksi unik (1) koplak dokar dan colt (1) kota kecil dan rumahku (1) Kue tape (1) Kutawinangun (1) Lanting (1) little cards (1) Loteng rumah (1) lotere (1) lottery (1) mainan anak-umbul (1) makan (1) makkah (1) Malam Jum'at (1) Mancing Belut (1) masa kecil (9) masa kecil. (1) masa lalu (2) masjid kolopaking (1) meatballs (1) Mengaji (1) Minum Dawet (1) morning walk (1) my (1) my birth (1) my first notes (6) my mom (4) my note (25) Nama ibuku (1) Nenek Sumedang (1) new round (1) new year (2) others notes (1) ours home (1) padi sawah wetan (2) pande besi (1) Papan Tulis (1) Pasar dan Ibuku (1) Penculik dan Bruk (1) Pencuri (1) Perjalanan 25 Tahun Bag. Pertama (1) personal (1) Puasa (1) radio transistor (1) Roti dan Meriam Kauman (1) Rumah Ban (1) Rumah Kakek dan Nenek (5) rumah karang sari (1) rumah kecil di pojok jalan (4) rumah kelinci (1) rumah kutawinangun (1) Rumah Pojok (1) rumahku (1) Sarapan Apa Sahur? (1) saudara jauh (1) sawah utara (1) sawah wetan (2) SD Kebumen (1) Sepeda dan Meteor (1) shake es (1) shalat jamaah (1) sintren (1) Starfruit for Mom (1) Stasiun Kereta Api (2) Sumedang 1979 (1) Sungai Lukulo. (1) tahun awal (17) tahun baru (1) Taman Kanak-kanak (1) Tampomas I (1) tanteku (2) Tetangga Cina (1) The magic Number (1) tradisional (1) tsunami 2014 (1) Visionary grandpa (1) Wayang Titi (1)
Tampilkan postingan dengan label my first notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my first notes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

Baju Capung; Dragonfly Shirt

Hal teraneh yang pernah aku buat dengan capung adalah menangkapnya dengan batang lidi yang ujungnya dilumuri getah nangka yang aku dapat dengan cara memotong bagian tangkai daun dan getah di pangkalnya dibiarkan sedikit mengering, barulah dibalutkan di ujung lidi untuk jadi perangkap mematikan!.

Capung bakal lengket cukup dengan sedikit getah , kebanyakan getah malah jadi berantakan sayapnya. Karena yang kita mau cuma untuk permainan adu terbang, gantole ala capung. Menangkapnya cukup dengan mendekatkan capung ke jebakan, jangan lupa tahan nafas jadi tak ada gerakan yang mengganggu dan capung dengan cepat menempel, dan  dengan gerak cepat juga kita melepaskan sebelum sayapnya terbalut getah.

Capung lalu diberi baju, dari bahan koran atau kertas layang yang ringan, jadi masih tetap bisa terbang, mengepak sayap dengan beban sedikit berat dari kertas, dan tak bisa terbang jauh. Lalu kami mengadu siapa terbang paling tinggi, paling jauh dan paling indah manuvernya. Begitulah berulang-ulang setiap kali dilepas harus dikejar beramai-ramai meskipun harus naik ke dahan pohon, karena seringkali capung-capung juga berusaha meloloskan diri dengan terbang ke bagian pucuk pohon yang tinggi.

Begitu bosan capung kami bebaskan dari baju mini dan melemparkannya jauh ke udara terbang bebas, meskipun nakal kami tak pernah dengan sengaja membunuhnya. Aku juga marah besar kalau ada teman yang sengaja memutus sayap agar dapat dengan mudah memasukan baju dari kertas.

Baju itu berbentuk persegi atau bulat tergantung kesukaan, dengan bagian tengah dilubangi setelah sebelumnya dilipat dua agar dapat lubang yang simetris, jangan lupa lubang jangan besar,pokoknya cukup untuk sayap bisa masuk tapi tak mudah keluar.

Jenis mainan ini tak lama, karena sedikit membosankan, paling juga  selingan sambil membuang waktu sebelum sampai ke pabrik padi di Wanayasa. Tapi sayangnya banyak capung yang ketika dibebaskan tak bisa ditangkap lagi, jadilah ada capung yang terlanjur masih pakai baju mini terbang kesana kemari, namun anehnya malah jadi bahan lelucon kami. Dasar anak-anak!

Mini Dragonfly Shirt
by hans-acehdigest


The weirdest thing I ever made for dragonfly was caught with a rod whose ends are covered with a stick, jackfruit sap that I can by cutting the petiole sap at the base and allowed to dry slightly, then wrapped the end of the stick to be a deadly trap!.

Dragonflies will be quite a bit sticky sap, many sap even so messy wings. Because we want only to play shoot-flying, hang gliding style dragonfly. Close enough to catch a dragonfly into a trap, do not forget to hold the breath so no movement is distracting and dragonflies quickly attached, and with fast motion well before we release the wings wrapped in latex.

Dragonflies and given clothing, paper or paper made from a lightweight kite, so it can still fly, flapping wings with a little heavy loads of paper, and can not fly away. Then we complain who flew highest, most remote and most beautiful maneuver. That is repeated every time the release to pursue a gang although it should be up on the branch, as well as dragonflies often tried to escape by flying to the tops of tall trees.

So tired of our dragonfly release of a mini dress and threw it far into the air to fly free, although we never naughty deliberately killed. I was also furious if someone is accidentally cut off the wings to be able to easily enter the clothes of the paper.

Dress, rectangular or round depending on preferences, with the center hollowed out after previously folded in half to a symmetrical hole, do not forget to do a big hole, just enough for the wing easy to get in but not out.

These types of toys soon, because a little boring, most are also a distraction while wasting time before getting to the rice mill in Wanayasa. But unfortunately a lot of dragonflies that when released can not be arrested again, be there already dragonfly still wear mini flying to and fro, but oddly enough we even become a joke. These kids

Klapertart Tape; Klapertart Cake

Toko roti itu berada persis di tengah kota, di sebelah kiri tugu lawet menghadap langsung ke utara. Sebuah etalase kaca berada di pintu masuk dan deretan kue salah satunya klapertart berada dalam pajangan itu. Aku tak ingat apakah kue itu memang menjadi menu sehari-hari atau hanya khusus ada di hari tertentu di setiap minggunya, bisa jadi salah bisa juga benar. Karena yang bisa mengingatnya dengan tepat pastilah tanteku jika memang begitu halnya, karena tante akan mengajakku ke toko itu hampir setiap kali ada waktu dan pastinya tahu benar kapan kue itu ada di pajangan dan kemudian mampir kesana membelikanku kue itu.

Kenapa tante harus membelinya setiap kali jalan-jalan, sebenarnya lebih karena permintaanku, setiap kali diberi penawaran aku cuma bisa mengingatnya kue yang satu itu, makanya tante cuma tahu aku suka dengan yang satu itu. Tapi kue itu seperti menjadi makanan kebangsaanku pada akhirnya, karena jika untuk sekian lama aku tak menemukannya aku akan mencari dan mencarinya lagi. Bahkan untuk waktu yang panjang setelahnya, aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun waktu dan kisah sudah berjalan begitu jauh meninggalkan masa lalu.

Kue itu berbentuk jajaran genjang, hampir mirip kue ade hanya saja berbahan baku tape dengan adonan tepung barangkali, bukanya ubi. Aku baru bisa mengingatnya lagi ketika tak sengaja membeli buku berisi kumpulan resep klapertart, untungnya buku itu tak mengecewakan, dicetak dengan edisi luks hard cover, aku tidak sekedar ingin menyimpannya sebagai buku, tapi juga sebagai kenangan dari masa laluku.

Kue itu mewah menurutku, aku bahkan jarang memakannya jika bukan karena dibelikan tante, di lain waktu aku hampir tak punya peluang dan kesempatan untuk menikmatinya, apalagi dengan ibuku. Ibuku mungkin tahu benar aku menyukai kue itu hanya saja karena faktor keuangan yang menghalangi ibuku memanjakanku dengan membelikannya kue itu. Dan ibu cuma bisa membiarkan dengan perasaan yang tak bisa kutebak, ketika tante mengajakku jalan dengan menjanjikan akan membelikan kue itu untukku.

Klapertart Cake
by hans-acehdigest

Bakery is located right in the middle of town, on the left pillar Lawet facing directly north. A glass display case at the entrance and a row of one of them klapertart cake in the display. I do not remember if the cake has become the daily menu, or just special in a certain day in every week, it could be wrong it could be true. Because who can remember exactly when it was my aunt must have been the case, because the aunt would take me to the store almost every time there is a time and must know when the cake is on display and then it stopped there to buy me a cake.


Why aunt have to buy every time the streets, actually more because of my request, each time given the offer, I can only remember the cake on that one, so aunt just knew I liked that one. But the cake was like a my national food in the end, as if for so long I do not find it I'll look and look again. Even for a long time afterwards, I can still remember it well, although the time and the story is going so far left of the past.

Parallelogram-shaped cake, almost like a cake ade only tape with dough made from flour perhaps, open it sweet. I could only remember it when it was accidentally buy the book contains a collection of recipes klapertart, fortunately it did not disappoint, printed with luxury hard cover edition, I do not just want to keep it as a book, but also the memories of my past.

I think the cake was a luxury I rarely even eat it if it were not for aunt bought, at other times I almost had no chance and the opportunity to enjoy it, especially with my mother. My mother probably knows that I love cake just because of financial factors that impede my mother spoiled me to buy him the cake. And the mother just let the feelings that can not guess, when the aunt took me by promising to buy the cake for me

Penculik dan Brug; Kidnappers and Brug

Apa hubungannya ya?. Tapi di masa kecilku dulu cerita ini menjadi bagian yang paling menarik dari kisah dan petualangan anak-anak. karena selain menakutkan, kisah ini dibumbui dengan berbagai kengerian yang membuat anak-anak jadi enggan main di sawah utara, terutama di brug yang berada di tengah jalan sepanjang satu kilometer menuju pabrik padi.

Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.

Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.

Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.

Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.

Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest

What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.

According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.

Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.

That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .

It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?

Selasa, 03 April 2012

Sintren, Magic Dancers

Pernah sekali waktu datang rombongan para penari sintren ini ke depan rumah nenek di gandrung mangu. Aku tak ingat dengan pasti bagaimana awal mulanya aku menjadi begitu penakut dengan jenis tari ini. Bisa jadi karena hampir setiap kali aku dijejali dengan kisah yang tak masuk akal termasuk semuanya yang berbau hantu, akibatnya aku menjadi trauma setiap kali mendengar bunyi-bunyian yang menandai para penari sedang melintas di depan rumah ke tempat pementasan.

Kabarnya para penari memang akan kerasukan, dan berlaku seolah-olah menjadi kuat dan bertingkah aneh. Aku pernah memaksa diri melihat karena diliputi rasa penasaran yang meluap, para penari yang tadinya cantik, kemudian akan dimasukan kedalam sebuah kurungan ayam bertutup kain berwarna merah, kemudian seorang tua membacakan sesuatu mungkin mantra yang konon katanya untuk memanggil arwah,  menurut temanku siapapun yang berjantung lemah dan pikirannya kosong bisa jadi menjadi tempat singgah arwah yang seharusnya masuk ke tubuh penari bisa malah masuk ke tubuh orang lemah tadi, inilah yang kutakutkan. Karena aku merasa lemah hati dengan segala hal terkait hantu makanya aku pikir bisa saja ada arwah iseng masuk ke tubuhku maka bukan para penari yang kesurupan bisa jadi malah aku. membayangkan saja takut, makanya aku tak pernah mendekat kecuali sekali itu.

Begitu kurungan ayam bertutup kain merah itu dibuka, maka tiba-tiba saja para penari dengan mata yang tak terkendali mulai memutar, menari tidak beraturan. Bahkan jika kita memukulnya dengan cemeti mereka biasa saja, malah makin menjadi tariannya, makin aneh gerakan, musik juga makin cepat. Kelihatannya para arwah itu menyukai betul musik jenis itu. Dan ketika aku kemudian kembali ke Kebumen aku sadari aku menjadi pribadi yang begitu shock setiap kali mendengar bunyi-bunyian tetabuhan yang mirip dengan musik pengiring sintren tadi.

Aneh juga kupikir, tapi begitulah. Para penari sintren mengenakan busana berwarna merah, biru atau hijau menyala atau hitam, aku paling benci melihatnya karena belum apa-apa sudah menunjukkan niat bahwa pertunjukkan ini memang mistis adanya. Hal lain yang bisa kuingat dari sintren adalah lucu juga para penari yang cantik mau menarikan jenis tarian yang harus melibatkan arwah orang mati segala. Padahal banyak jenis tarian yang lebih anggun yang bisa dilakukan. Bisa jadi karena memang sudah begitu kenyataannya, barangkali juga memang dengan cara itu satu-satunya ketika itu yang bisa menghasilkan banyak orang, karena bisa memancing rasa penasaran.

Dan pertunjukkan paling fantastis adalah ketika gadis-gadis belia cantik tadi mulai bermain api, memakan pecahan kaca, mengupas kelapa dengan gigi dan kebal dengan berbagai senjata, aku melihatnya hampir seperti Debus, hanya saja ini lebih mistis, karena membawa-bawa nama jin, setan dan arwah.

Ketika itu aku masih belum sekolah, aku masih tinggal dengan nenekku di Gandrung Mangu. Adikku sesekali akan menemuiku di hari libur atau dalam sebulan beberapa kali akan diantar untuk bertemu denganku. Aku menjadi terbiasa dengan suasana di kampung, termasuk dengan jenis kesnian yang aneh tadi. Aku pernah begitu takut, sehingga setiap kali sintren datang aku akan sembunyi dengan cepat, tapi lama-lama aku pikir karena sembunyi sendirian, jangan-jangan arwahnya mungkin akan main denganku tidak dengan orang lain di keramaian. Dan malamnya aku tetap tak bisa lupa dan berpikir arwah itu masih tinggal disekeliling rumah, dihalaman, terutama di tempat sintren tadi dipertunjukkan. hasilnya aku mengurung diri di rumah sampai anak-anak mengaji datang dan kami mengobrol ramai-ramai, sambil sesekali menjahili aku setiap kali aku mendesak untuk duduk di bagian tengah diantara anak-anak mengaji. Mereka akan berhamburan dan kemudian berebut menempati kursi semula dan posisi aku jadi tidak jelas mau duduk dimana karena sudah dipenuhi oleh mereka, setiap kali aku mendesak duduk di bagian tengah, setiap kali mereka akan berhamburan begitu seharusnya, barulah ketika aku mulai merengek dan menangis  mereka ketakutan, apalagi nenek sudah mulai turun tangan.

Magic Dancers
by hans-acehdigest

Once the time comes this troupe of dancers sintren forward infatuated grandmother in Mangu. I do not remember exactly how it started I was so scared by this kind of dance. It could be because almost every story kai I'm overwhelmed by the absurdity of including everything that smells of ghosts, as a result I became traumatized every time I hear the sounds that mark the dancers crossing in front of the house to the staging.

Reportedly the dancers would indeed possessed, and applies as if a strong and acting strangely. I've forced myself to see because it was filled with an overwhelming curiosity, the dancers who was beautiful, and then be put into a cage of chicken covered in red cloth, then an old man's mantra might read something that supposedly said to summon the spirits, according to my weak berjantung anyone and an empty mind may become a haven spirit that should go into a dancer's body can actually get into the body of the poor before, this is what I feared. Because I feel weak heart with all things related to ghosts so I think there may be fraudulent entry into my soul it is not trance dancers who may actually be me. Just imagine the fear, so I never approached it except once.

Once a red cloth-covered cage chicken was opened, then suddenly the dancers with an uncontrollable eye began to play, dance irregular. Even if we beat him with whips they used to be, even more into the dance, the odd movement, music and more quickly. Apparently the spirits that love that type of music really. And when I then go back to Kebumen I'm aware I become a person who is so shocked every time I hear the drumming sounds similar to a musical accompaniment sintren earlier.

I thought it odd that, but that's it. Sintren dancers dressed in red, blue or light green or black, I hate to see anything because it has not been demonstrated intention that this show is a mystical presence. The other thing I could think of sintren is funny too beautiful dancers who would dance to this type of dance that must involve all the spirits of the dead. Though many types of dance that can be done more gracefully. It could be because it is so in fact, probably did it that way only when it can produce a lot of people, because it evokes a sense of curiosity.

And the most fantastic performances is when a beautiful young girls had begun to play with fire, eating broken glass, peeling coconuts with his teeth and resistant to a variety of weapons, I see it almost like Debus, only this is more mystical, because it carry the name of the jinn, demons and spirits.

When I was a school yet, I still live with my grandmother in Gandrung Mangu. My brother would occasionally meet on holidays or several times a month will be escorted to meet with me. I became accustomed to the atmosphere in the village, including a strange kind kesnian earlier. I never was so scared, so every time I would hide sintren come quickly, but after a long time I think because of hidden himself, lest his spirit will probably not play with other people in the crowd. And that night I still can not forget and think it's spirit still lives around the house, yard, especially in places sintren was performed. the result I shut myself in the house until the children came and we talked Koran busy, while occasionally menjahili me every time I insisted on sitting in the middle between the children chant. They will be scattered and then vying for seats and the position I was originally obviously not going to sit where because it was full of them, every time I was urged to sit in the middle, they'll jump whenever it should be, then when I started to whine and cry their fears, especially the grandmother had begun to intervene

Minggu, 11 Desember 2011

rumahku; Ours Home

Rumah itu berada di pinggiran jalan besar tepatnya di jalan kusuma 31, jalanan besar yang dipenuhi dengan pohon asam Jawa tua.(aku juga akan cerita jalan penuh kenangan ini). Berada di depan terminal dokar atau pedati pada awalnya membuat tempat itu strategis tapi juga ribut. kami semua besar disana, di deretan toko yang memanjang hingga berbatas dengan jalan Kolopaking di seberang kanannya dari arah rumah kami. Dan berbatas dengan jalan ke arah pabrik kilang padi dan pabrik mie di belokan sebelah kirinya

Rumah kami cukup besar, bahkan mungkin bisa dibuat maal jika kakekku mau, tapi kakek lebih senang berbisnis barang daur ulang yang pada saat itu merupakan bisnis langka. Kelak aku mungkin juga akan cerita tentang naluri bisnisku yang mungkin lahir dari kakekku ini.

Rumah itu berlantai dua di bagian samping dan belakang, tapi di bagian depannya tetap dipertahankan seperti rumah tua, bahkan oleh nenek difungsikan sebagai warung nasi. Sedangkan sebelahnya untuk para pekerja pembuat barang berbahan baku karet.

Rumah itu punya beranda di dalam rumahnya berupa halaman terbuka, sehingga baik siang dan malampun kami tetap bisa menikmati udara segar. Kakekku hampir setiap malam membersihkan halaman itu, sehingga mirip dengan halaman rumah jepang yang bertabur pasir tersapu rapi. Aku tidak ingat apakah setiap kali kakek sedang bekerja dan kami berlarian di atasnya selalu bermuka cemberut?. Tapi yang kuingat antara lupa dan tidak, kakek orangnya penyabar dan ramah. Dengan Rambut putih yang lebat, dan berwajah tua yang anggun. Tapi terkadang terlihat lebih muda daripada wajah para pekerja yang bahkan berusia lebih muda.
Lagi soal rumah itu, seringkali dalam waktu yang hampir rutin, rumah juga disinggahi oleh para pekerja musiman yang menjual mainan anak-anak-sekaligus juga memproduksinya di rumah kami. Hanya pada musim tertentu, detailnya nanti aku ceritakan  juga. Kakek memang memfungsikan rumah itu untuk banyak hal, bisnis dan juga rumah tinggal.

Rumah itu menyimpan hampir semua memori keluarga besar kami. Dimulai dari masa kecilku yang penuh romantika hingga, masa-masa ibuku tinggal sendiri tanpa kami ditahun awal 1979-an, bahkan hingga tahun-tahun berikutnya ketika rumah itu beralih fungsi dan kepemilikan, ini juga menyimpan cerita yang panjang.


Ours Home
by hans@acehdigest

The house is located on the outskirts of major roads in the road rather kusuma 31, a big street filled with old Javanese tamarind tree. (I will also be the story of this memorable road). Being in front of the terminal carts or wagons at first to make the place a strategic but also noisy. we are all great there, in the row of shops extending Kolopaking bounded by the road right across from the direction of our home. And bounded by the road to the refinery plant rice and noodle factory in the left corner.

Our house is quite large, it may even be made maal if my grandfather wanted to, but prefer to do business grandfather recyclables at the time the business is rare. Someday I might as well be a story about my business instincts that may be born from this my grandfather.The house was a two-story side and rear section, but the front section will be retained as an old house, even the grandmothers functioned as rice stall. Meanwhile, next door to the workers made from raw rubber goods makers.

The house has a porch on the home page opens, so that both day and night we can still enjoy the fresh air. My grandfather almost every night to clean the yard, so similar to the Japanese home page is sprinkled with sand swept neatly. I do not remember if every time my grandfather was working and we are running on it are always grim-visaged?. But I remembered the forgotten and no, grandfather patient and friendly person. With a bushy white hair, and elegant old-faced. But sometimes looks younger than the faces of the workers who are even younger.

More about the house, often in an almost routine, the home also visited by seasonal workers who sell children's toys, as well as produce it in our home. Only in certain seasons, the details and I'll tell you, too. Grandpa's house for the proper functioning of many things, businesses and residences. 

The house was storing almost all of our great family memory. Starting from my childhood is full of romance up, the days my mother lived alone without us in early 1979's, even until subsequent years when the house was switching function and ownership, it also keeps a long story.

Jumat, 09 Desember 2011

memulai sebuah babak baru; Start A New Round

aku ingin menuliskan apapun yang masih bisa kuingat dari masa lalu, agar masa depan juga bisa memahami bagaimana sesungguhnya aku. Berasal dari mana keberadaanku hari ini. Dan bagaimana masa lalu menghantarkan aku hingga aku berada titik sekarang ini.

ibuku adalah seseorang yang sangat aku cintai, sosok yang selalu ingin kugambar dan kuingat, baik dalam batin maupun dalam rupa yang sesungguhnya.

sungguh waktu yang teramat panjang itu telah menempatkan kerinduanku pada tempat yang teramat sulit kujangkau, antara keinginan pada rindu itu sendiri dan pada realitas yang sebenarnya yang ingin kurengkuh.
aku kuatir jika waktu tak mau menungguku lebih lama dari ku yang kumau, karena sesungguhnya kita adalah pengelana yang "meminjam" dunia untuk tidak sekedar hidup, tapi juga memainkan dinamika dengan semua yang melingkupi dan menjadi bagian yang memberi warna-warni bagi hidup kita.

blog ini kudedikasikan untuk ibuku, orang yang paling kukagumi, sangat aku cintai, semogalah cinta dan harapan untuk bertemu itu ada dan mewujud di suatu hari nanti.

Start a New Round
by hans@acehdigest
 
I want to write anything that can still remember from the past, so that the future can also understand how the real me. Coming from where my existence today. And how the past to deliver me to the point I am today.
My mother is someone who I love very, a figure who always wanted to and I remembered I had drawn, both in mind and in a way that really is.

 
was an extremely long time it has put my longing to the place extremely difficult reach, between the longing desire itself and the actual reality of the wish I drew.

 
I'm afraid if time did not want to wait longer than I want, because actually we are wandering who "borrow" the world to not only live, but also play with all the dynamics that surround and a part that gives color to our lives.

 
I dedicate this blog to my mother, the person I admire most, so I love, good love and hope to see it exist and manifest itself in one day.