tak ada maksud menyesal atau menyesali ketika menuliskan, meskipun orang berprasangka apakah aku sedang mengutarakan kecewa?
dalam bingkai syariat atau bukan, kembang api bukan budaya kita, pun tahun baru masehi juga bukan punya kita. lepas dari semua jenis debat tahun baruan memang telah lekat menjadi tradisi dalam keseharian kita. dan dalam proses itulah banda aceh tempat tinggalku meski tak bermaksud menjadi beda terus berusaha tak lagi merayakan datangnya dengan meriah kembang api apalagi parade perayaan karnaval.
mungkin kita menjadi seperti sendirian, ketika seluruh siaran tivi menyiarkan detik datangnya awal tahun, ketika itu banda kotaku menjadi satu-satunya kota yang sunyi sedunia. meski tak satir seperti sendirian tanpa teman., namun itu bagian dari pilihan pembelajaran ktia untuk menyadarkan pada semua bahwa sungguh tahun masehi itu bukan tahun kita.
seperti dunia terbalik, di awal miladiyah muharram justru kita seperti asing dengan perayaan tahun kita sendiri. karena jebakan masa lalu yang panjang menjadikan perayaan masehi menjadi tradisi dan menjungkirbalikkan cara kita memandang realitas dalam formasi berbeda.
namun inilah kenyataan, bahwa merubah tradisi adalah sebuah kerja keras yang tak singkat. mungkin Iliza sang walikota harus berjibaku antara keinginan sendiri untuk mengkaffahkan usaha kita bersyariat dan upaya banda kotaku unutk menjadikan syariat sebagai pilihan yang niscaya.
aku pikir anak-anak menjadi pikiran kita mendasar, ketika kita berharap kita tidak menjadi contoh salah karena ikut menyemarakkan perayaan yang tidak semestinya kita rayakan. terserah atas debat orang lain diluar kesepahaman pikiran ini.
anak-anak tidak boleh terkontaminasi dalam batas paling minimal, karena gadget telah menjadi dunia mediasi yang tak lagi membatasi anak-anak kita dengan tahun baru. sehingga mereka bimbang antara dua dunia yang diingin dan dilarang. karena ternyata dunia larangan itu begitu semarak dan indahnya, maka tak ayal kita nyaris ber-utopia ketika mengharap anak-anak meninggalkan semarak itu.
maka dalam pikiran kita dan anak-anak yang diluar kebiasaan kita memang seperti sendiri, ketika kita berkomitmen memilih 'sendiri' sekarang untuk instrospeksi dan berharap orang juga akan ikut menimbang, apakah sesungguhnya langkah kita benar adanya, atau hanya sebuah keinginan yang tak biasa, atau ini adalah sebuah komitmen meskipun orang akan melihatnya hanya sebuah utopia belaka.
biar waktu yang menuntaskan 'niat sebenarnya' dari kisahnya.
Label
10 tahun tsunami.
(1)
2013
(1)
acehku
(1)
Adikku.
(1)
Aku
(5)
Among-among
(1)
Anak-anak
(1)
Anak-Anak Dikutuk
(1)
Angka ajaib
(1)
aqiqahku
(1)
Ayahku
(1)
babak baru
(1)
bakso
(1)
Barzanji
(1)
batu cincin
(1)
belimbing
(1)
Belut Loch Ness
(1)
Belut Sawah; Mancing Belut
(1)
Bibiku
(2)
bioskop misbar
(1)
birtdhday party
(1)
bisnis keluarga
(1)
busur dan panah
(1)
cafe
(1)
capung
(1)
Celengan bambu
(1)
China's Neighbords
(1)
Cibugel 1979
(1)
Cibugel Sumedang
(2)
cinta bunda
(1)
coffee
(1)
cracker
(1)
Curek; Inflammation
(1)
Dapur nenek
(1)
dejavu
(1)
Dian Kurung
(1)
distant relatives
(1)
Dremolem Or Dream Of Land
(1)
es dogger
(1)
es goyang
(1)
es serut
(1)
Fried Sticky Rice
(1)
Gadis Kecil
(1)
gambar desain
(1)
gambarku
(1)
Gandrung Mangu
(2)
golek;nugget cassava
(1)
harmonika kecilku
(1)
Ibuku
(11)
Ibuku Atau Kakakku?
(1)
Ikan
(2)
ikan dan ular
(1)
iseng
(1)
jalan kolopaking
(2)
Jalan Kusuma
(2)
jangkrik Jaribang Jaliteng
(1)
Jenang Candil
(1)
jogging
(1)
Juadah
(1)
Juz Amma
(1)
kakek dan nenek
(3)
kakekku
(3)
kecelakaan fatal
(2)
kelahiranku
(1)
Kelas Terakhir; the last class
(1)
Kembang api
(1)
kenangan
(1)
Kerupuk Legendar
(1)
kilang padi
(1)
Klapertart Cake
(1)
kolam ikan masjid
(1)
koleksi stiker
(1)
koleksi unik
(1)
koplak dokar dan colt
(1)
kota kecil dan rumahku
(1)
Kue tape
(1)
Kutawinangun
(1)
Lanting
(1)
Lebaran
(1)
little cards
(1)
Loteng rumah
(1)
lotere
(1)
lottery
(1)
mainan anak-umbul
(1)
makan
(1)
makkah
(1)
Malam Jum'at
(1)
Mancing Belut
(1)
masa kecil
(11)
masa kecil.
(1)
masa lalu
(3)
masjid kolopaking
(1)
meatballs
(1)
Mengaji
(1)
menu berbuka
(1)
Mercon
(1)
Minum Dawet
(1)
morning walk
(1)
my
(1)
my birth
(2)
my first notes
(6)
my mom
(4)
my note
(27)
Nama ibuku
(1)
Nenek Sumedang
(1)
new round
(1)
new year
(2)
others notes
(1)
ours home
(1)
padi sawah wetan
(2)
pande besi
(1)
Papan Tulis
(1)
Pasar dan Ibuku
(1)
Penculik dan Bruk
(1)
Pencuri
(1)
Perayaan
(1)
Perjalanan 25 Tahun Bag. Pertama
(1)
personal
(1)
Puasa
(3)
radio transistor
(1)
ramadhan
(1)
Roti dan Meriam Kauman
(1)
Rumah Ban
(1)
Rumah Kakek dan Nenek
(5)
rumah karang sari
(1)
rumah kecil di pojok jalan
(4)
rumah kelinci
(1)
rumah kutawinangun
(1)
Rumah Pojok
(1)
rumahku
(1)
Sarapan Apa Sahur?
(1)
saudara jauh
(1)
sawah utara
(1)
sawah wetan
(2)
SD Kebumen
(1)
Sepeda dan Meteor
(1)
shake es
(1)
shalat jamaah
(1)
sintren
(1)
special note
(1)
Starfruit for Mom
(1)
Stasiun Kereta Api
(2)
Sumedang 1979
(1)
Sungai Lukulo.
(1)
tahun awal
(17)
tahun baru
(1)
Taman Kanak-kanak
(1)
Tampomas I
(1)
tanteku
(2)
Tetangga Cina
(1)
The magic Number
(1)
tradisional
(1)
tsunami 2014
(1)
Ulang tahun
(1)
Visionary grandpa
(1)
Wayang Titi
(1)
Tampilkan postingan dengan label my note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my note. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Januari 2017
Selasa, 22 September 2015
Memeluk Ibu
oleh hanif sofyan
menunggu tak pernah memberi pilihan.
begitu aku rasa dalam tiga puluh lima tahun menanti.
dimasa itu aku meraba nasib, dan panjang aras waktu berlalu begitu saja.
begitupun rindu ternyata tak sama. diam-diam di dalam lubuk ianya menciptakan kegelisahan, rasa menggoda tak tertahankan tak berkata-kata kecuali mengalirkan air mata.
begitulah tiga puluh lima tahun berlalu tak biasa, diantara rindu dan sendu yang tak berbentuk.
ketika mewujud temu, berhamburan rindu itu melayang-layang tak menentu menuju semua arah.
sebisanya aku sedu sedan, bukan getir galau tapi rindu tertumpah waktu.
ibu aku ingin lagi memelukmu.
tanjong selamat, 22 september 2015
Hug Mom
by hanif sofyan
menunggu tak pernah memberi pilihan.
begitu aku rasa dalam tiga puluh lima tahun menanti.
dimasa itu aku meraba nasib, dan panjang aras waktu berlalu begitu saja.
begitupun rindu ternyata tak sama. diam-diam di dalam lubuk ianya menciptakan kegelisahan, rasa menggoda tak tertahankan tak berkata-kata kecuali mengalirkan air mata.
begitulah tiga puluh lima tahun berlalu tak biasa, diantara rindu dan sendu yang tak berbentuk.
ketika mewujud temu, berhamburan rindu itu melayang-layang tak menentu menuju semua arah.
sebisanya aku sedu sedan, bukan getir galau tapi rindu tertumpah waktu.
ibu aku ingin lagi memelukmu.
tanjong selamat, 22 september 2015
Hug Mom
by hanif sofyan
To wait is to be denied a choice,
I’ve learned in thirty-five years of time.
I’ve felt fate’s grasp, the sands of time’s swift flight.
Longing, a silent, restless, deep-seated plight,
A tempting ache, unspoken, yet it cries
In tears that fall from my longing eyes.
Thirty-five years, an unusual span,
Of longing, sorrow, a shapeless, endless plan.
When we met, my longing took to flight,
A scattered dream, lost in the fading light.
I wept, not from despair, but from the tide
Of longing that had overflowed inside.
Mother, I yearn for your embrace once more.
Waiting, a choice denied,
A truth I’ve known for thirty-five years.
I’ve felt the passage of time, fate’s tide,
As longing, a silent, deep-seated fear,
Grew in my heart, a tempestuous sea,
Expressed in tears that fell so freely.
These thirty-five years, unusual and long,
Filled with a longing that was deep and strong.
When we met, my longing took to flight,
A scattered dream, lost in the fading light.
I wept, not from sorrow, but the grace
Of longing that had filled this space.
Mother, I yearn for your embrace once more.
Sabtu, 29 Agustus 2015
aceh daily
oleh hanif sofyan
aku bermimpi lagi, sebuah dinding di terra kaffee ala the new yorker, aku memilih sendiri kosakatanya aceh daily. menurutku ini manis, sederhana dan mewakili keseharian aceh yang dinamis. seperti gula dan kopi, seperti damai dan perang, seperti konflik dan reintegrasi.
aku bermimpi lagi, sebuah dinding di terra kaffee ala the new yorker, aku memilih sendiri kosakatanya aceh daily. menurutku ini manis, sederhana dan mewakili keseharian aceh yang dinamis. seperti gula dan kopi, seperti damai dan perang, seperti konflik dan reintegrasi.
aku ingin memasukkan 'kisah' tulisan dan gambar, lalu mengajak banyak orang menuliskan tentang acehnya sendiri. ini tentang aku, dia, kita dan aceh.
apapun bisa ditulisakan sepanjang itu bisa mewakili suara hati. sepanjang itu bisa membuang jengah dan rasa tak enak hati.
setiap kata, setiap gambar mestilah mewakili hati, tak peduli apakah itu rahasia sendiri atau keinginan dan mimpi.
aku duduk lagi, disudut terraa coffee, menyesap robusta, arabica tanpa gula. berharap ini bukan mimpi, cuma kesempatan yang tertunda hari.
Sabtu, 27 Desember 2014
aceh tsunami day
oleh hanif sofyan
rasanya baru kemarin tsunami melumatkan banda kotaku, perasaan yang sama datang setiap kali D-day tsunami di peringati.
selintas ingatan langsung melayang ke makam tsunami, dengan deretan para syuhada, ke museum yang memorialnya menyimpan banyak pertanda. lalu dideretan panjang perahu nelayan warnai-warni di peunayong yang pernah keruh dipenuhi sosok tak dikenal para martir tsunami.
selayang ketika pandang menembus panjang pantai Ulhee lheu terbayang puluhan bangunan, kepanikan dan hancuran tsunami yang meninggalkan sisa duka.
katika mula kembali setelah tsunami besar, aku mendapati beberapa perahu besar teronggok di pingiran pantai Ulhee Lheu, dengan mesjid raya ulhee Lhee dikejauhan sendirian tak berteman. dan hamparan semuannya dipenuhi serpih kayu, batu.
aku ingat ada sebuah tower dan sebuah cemara tua sendirian dengan tunggul yang coba bertahan sebisanya. terasa begitu sunyi, seperti sepi menagisi sesuatu yang tak bisa diucapkan.
baiturrahman, mesjid besar itu juga terasa sunyi, seperti syahdu sendu yang tersembunyi di balik zikir-zikir kecil para jamaah, para peziarah yang mengkhidmati tsunami seperti bala yang hars disadari, disyukuri sebgai tanda kecintaan Allah akn kita dengan cara yang beda.
setelahnya damai lahir setelah 32 tahun kecamuk perang antar kita. seperti paket turun dari langit disertakan dalam bencana mematikan. apakah kita mesti bersyukur, lalu kufur?.
kegembiraan yang tak terkira ketika tsunami melahirkan kita kembali, menjadi pribadi santun dan baik. kegelisahan yang lebih tak terkira, ketika setiap tahun bergeser enjauhi tsunami, orang berganti, berubah dan seperti tiba-tiba menjadi tak terkendali, lalu 'jahat' lagi.
masygul karena semakin kesini, semakin kita tak mengenali sosok kita sebagai aceh sejati. tentu bukan para pencoleng yang diam-diam berwajah manis padahal syaitan bertubuh manusia.
seperti kacang lupa kulit, kita mengkhianati 'bansa' sendiri, emnjadi serigala bagi diri sendiri, memakan segala. Pun jatah makan orang lain kedalam pundi tumpok, kuasa tampuk dan kedalam rongga lambung sendiri.
tsunami telah meninggalkan jauh kesan mematikan selama sepuluh tahun, hanya sesingkat itu. tapi kita berjalan menjauhi kebaikan seolah kita tak mungkin bisa mati lagi, tak ada syurga setelah mati dan tak ada Allha Tuhan Azza Wajala diantara hati kita.
mestinya kita menrening. mengarang sendiri sebuah hari di dalam benak kita, sebuah atheh tsunami day--agar kita mengingat gundah, mengingat sdih, mengingat syuhada, emngingat dosa dan mengingat kita bahwa ada hari ketika kita tak bisa membawa apa-apa, sebuah hari dimana 1000 tsunami raya tak ada apa-apanya. [hans 2014].
rasanya baru kemarin tsunami melumatkan banda kotaku, perasaan yang sama datang setiap kali D-day tsunami di peringati.
selintas ingatan langsung melayang ke makam tsunami, dengan deretan para syuhada, ke museum yang memorialnya menyimpan banyak pertanda. lalu dideretan panjang perahu nelayan warnai-warni di peunayong yang pernah keruh dipenuhi sosok tak dikenal para martir tsunami.
selayang ketika pandang menembus panjang pantai Ulhee lheu terbayang puluhan bangunan, kepanikan dan hancuran tsunami yang meninggalkan sisa duka.
katika mula kembali setelah tsunami besar, aku mendapati beberapa perahu besar teronggok di pingiran pantai Ulhee Lheu, dengan mesjid raya ulhee Lhee dikejauhan sendirian tak berteman. dan hamparan semuannya dipenuhi serpih kayu, batu.
aku ingat ada sebuah tower dan sebuah cemara tua sendirian dengan tunggul yang coba bertahan sebisanya. terasa begitu sunyi, seperti sepi menagisi sesuatu yang tak bisa diucapkan.
baiturrahman, mesjid besar itu juga terasa sunyi, seperti syahdu sendu yang tersembunyi di balik zikir-zikir kecil para jamaah, para peziarah yang mengkhidmati tsunami seperti bala yang hars disadari, disyukuri sebgai tanda kecintaan Allah akn kita dengan cara yang beda.
setelahnya damai lahir setelah 32 tahun kecamuk perang antar kita. seperti paket turun dari langit disertakan dalam bencana mematikan. apakah kita mesti bersyukur, lalu kufur?.
kegembiraan yang tak terkira ketika tsunami melahirkan kita kembali, menjadi pribadi santun dan baik. kegelisahan yang lebih tak terkira, ketika setiap tahun bergeser enjauhi tsunami, orang berganti, berubah dan seperti tiba-tiba menjadi tak terkendali, lalu 'jahat' lagi.
masygul karena semakin kesini, semakin kita tak mengenali sosok kita sebagai aceh sejati. tentu bukan para pencoleng yang diam-diam berwajah manis padahal syaitan bertubuh manusia.
seperti kacang lupa kulit, kita mengkhianati 'bansa' sendiri, emnjadi serigala bagi diri sendiri, memakan segala. Pun jatah makan orang lain kedalam pundi tumpok, kuasa tampuk dan kedalam rongga lambung sendiri.
tsunami telah meninggalkan jauh kesan mematikan selama sepuluh tahun, hanya sesingkat itu. tapi kita berjalan menjauhi kebaikan seolah kita tak mungkin bisa mati lagi, tak ada syurga setelah mati dan tak ada Allha Tuhan Azza Wajala diantara hati kita.
mestinya kita menrening. mengarang sendiri sebuah hari di dalam benak kita, sebuah atheh tsunami day--agar kita mengingat gundah, mengingat sdih, mengingat syuhada, emngingat dosa dan mengingat kita bahwa ada hari ketika kita tak bisa membawa apa-apa, sebuah hari dimana 1000 tsunami raya tak ada apa-apanya. [hans 2014].
Senin, 15 Desember 2014
coffee terra vs coffee table vs cocca coffee
oleh hanif sofyan
meja bundar dengan deretan bangku kayu mahoni memenuhi ruang dan waktu, dinding dipenuhi postr coca cola merah menyala. disisi kanan dalam ada ular tangga memenuhi dinding.
berkali-kali aku memimpikan ruang itu, maksudku kaffee. aku semestinya tak peduli, apakah akan bernama coffe table karena kafeku dipenuhi meja-meja opi bundar atau persegi, atau coffee terra, yang trdengar manis karena terra terasa tak asing, setidaknya bisa bernama seorang gadis yang mungkin terlihat manis, atau dengan cepat mengingatkan pada kapasitas memori yang over high. atau cocca coffee yang bisa ditafsirkan sedikit tabu karena seperti mengeja kokain dalam bahasa gaul, coca!.
aku terus bermimpi ruangan kaffee itu dipenui kursi hitam putih, seperti gula dan kopi, atau hitam kuning yang mewakili dunia yang berbeda.
aku begitu terobsesi, memikirnya dengan beragam cara, berhari-hari enyita waktu, melamun, menyesap kopi seperti di kedai sendiri.
aku ingin ada sebuah sudut di kaffee itu yang dipenuhi foto hitam putih koleksi huntingku. akan gila rasanya menikmati kopi panas ekpresso, disudut ruang berdinding klasik, dengan gemericik air menuruni kaca lima mili. airnya terus mengalir turun seperti suara gemericik gerimis kesukaanku.
seketika seluruh inspirasi berhamburan dari kepala, memenuhi kertas, layar note book yang terus berkedip dan jari tak lagi beraturan antara sepuluh jari dan dua jari tak ada bedanya. aku cuma menuangkan isi kepala, memenuhi dengan ide-ide dan melahirkan tulisan.
betapa indahnya, menulis di kursi putih sendiri, di kaffee sendiri, di dinding kaca gerimis dan dalam hitungan bulan aku akan melahirkan berbuku-buku tulisan.
aku tak peduli apakah akan ada yang membeli, ada yang meminta tanda tangan, karena aku sudah punya tempat mengelanakan isnipirasi.
seperti terbangun, aku cuma sedang duduk, sykurlah di rumahku sendiri, di beranda kecil di lantai atas, menghadap arah matahari jingga, yang sesaat lagi mengantar sore dengan kumandang azan magrib.
aku bergegas berwudhu, dengan pakain ter-putihku, memimpin anak-anak dan istri berjamaah, setidaknya dintara lamunan, dan sedikit usahaku aku menyempatkan berdoa, meminta agar kelak sudaut ruang kecil, dengan kursi hitam putih dan meja bundar tak lagi sebuah impian lagi.
seminggu lagi, matahari akan mengantar aku menemui hari ulang tahunku lagi, mengantarkan aku ke tahun berikutnya lagi.
semuanya berjalan, berubah, bergerak, dan aku tak bisa berdiam melamun diantara bumi tuhan yang bergerak dinamis, aku ingin menggengam realitas!

meja bundar dengan deretan bangku kayu mahoni memenuhi ruang dan waktu, dinding dipenuhi postr coca cola merah menyala. disisi kanan dalam ada ular tangga memenuhi dinding.
berkali-kali aku memimpikan ruang itu, maksudku kaffee. aku semestinya tak peduli, apakah akan bernama coffe table karena kafeku dipenuhi meja-meja opi bundar atau persegi, atau coffee terra, yang trdengar manis karena terra terasa tak asing, setidaknya bisa bernama seorang gadis yang mungkin terlihat manis, atau dengan cepat mengingatkan pada kapasitas memori yang over high. atau cocca coffee yang bisa ditafsirkan sedikit tabu karena seperti mengeja kokain dalam bahasa gaul, coca!.
aku terus bermimpi ruangan kaffee itu dipenui kursi hitam putih, seperti gula dan kopi, atau hitam kuning yang mewakili dunia yang berbeda.
aku begitu terobsesi, memikirnya dengan beragam cara, berhari-hari enyita waktu, melamun, menyesap kopi seperti di kedai sendiri.
aku ingin ada sebuah sudut di kaffee itu yang dipenuhi foto hitam putih koleksi huntingku. akan gila rasanya menikmati kopi panas ekpresso, disudut ruang berdinding klasik, dengan gemericik air menuruni kaca lima mili. airnya terus mengalir turun seperti suara gemericik gerimis kesukaanku.
seketika seluruh inspirasi berhamburan dari kepala, memenuhi kertas, layar note book yang terus berkedip dan jari tak lagi beraturan antara sepuluh jari dan dua jari tak ada bedanya. aku cuma menuangkan isi kepala, memenuhi dengan ide-ide dan melahirkan tulisan.betapa indahnya, menulis di kursi putih sendiri, di kaffee sendiri, di dinding kaca gerimis dan dalam hitungan bulan aku akan melahirkan berbuku-buku tulisan.
aku tak peduli apakah akan ada yang membeli, ada yang meminta tanda tangan, karena aku sudah punya tempat mengelanakan isnipirasi.
seperti terbangun, aku cuma sedang duduk, sykurlah di rumahku sendiri, di beranda kecil di lantai atas, menghadap arah matahari jingga, yang sesaat lagi mengantar sore dengan kumandang azan magrib.
aku bergegas berwudhu, dengan pakain ter-putihku, memimpin anak-anak dan istri berjamaah, setidaknya dintara lamunan, dan sedikit usahaku aku menyempatkan berdoa, meminta agar kelak sudaut ruang kecil, dengan kursi hitam putih dan meja bundar tak lagi sebuah impian lagi.
seminggu lagi, matahari akan mengantar aku menemui hari ulang tahunku lagi, mengantarkan aku ke tahun berikutnya lagi.
semuanya berjalan, berubah, bergerak, dan aku tak bisa berdiam melamun diantara bumi tuhan yang bergerak dinamis, aku ingin menggengam realitas!

Jumat, 27 Desember 2013
Lubang Yang Sama
Aku berada dalam situasi yang sama, tak beda dengan setahun sebelumnya. rasanya aneh bisa berada dalam situasi yang sama. Aku kalah!.
Tapi aku bersyukur tak terlalu terjerembab dalam situasi seperti dulu, antara hitam dan putih. Aku hanya tinggal memilih bekerja lebih baik.
Benar apa kata Orang tentang meminjam gagasan. bahwa kreatifitas tidak lahir dari sesuatu yang serba baru, modifikasi dan improvisasi sedikit saja menciptakan ide dan gagasan baru lainnya.
Jika saja Bill Gates meminjam gagasan dari Steve Job dan Steve meminjam dari Xerox, sementara xerox meminjam dari insinyur tak bernama, maka sah-lah kreatifitas lahir dari dan oleh siappun selama ia berkeyakinan bahwa dia benar.
Aku merasa benar dan berada pada tempat yang semestinya, dan aku akan bergerak lebih luwes, dari sebelumnya. Aku mungkin harus berimprovisasi, mempertimbangkan hati orang tapi juga bisnis. Karena sedikit keras barangkali diperlukan untuk kebaikan semua. Yang kalah akan mendapat pelajaran dan yang menang akan mendapatkan seperti yang diharapkan.
Tapi aku bersyukur tak terlalu terjerembab dalam situasi seperti dulu, antara hitam dan putih. Aku hanya tinggal memilih bekerja lebih baik.
Benar apa kata Orang tentang meminjam gagasan. bahwa kreatifitas tidak lahir dari sesuatu yang serba baru, modifikasi dan improvisasi sedikit saja menciptakan ide dan gagasan baru lainnya.
Jika saja Bill Gates meminjam gagasan dari Steve Job dan Steve meminjam dari Xerox, sementara xerox meminjam dari insinyur tak bernama, maka sah-lah kreatifitas lahir dari dan oleh siappun selama ia berkeyakinan bahwa dia benar.
Aku merasa benar dan berada pada tempat yang semestinya, dan aku akan bergerak lebih luwes, dari sebelumnya. Aku mungkin harus berimprovisasi, mempertimbangkan hati orang tapi juga bisnis. Karena sedikit keras barangkali diperlukan untuk kebaikan semua. Yang kalah akan mendapat pelajaran dan yang menang akan mendapatkan seperti yang diharapkan.
Senin, 26 Agustus 2013
Selamat Ulang Tahun, Sayang...
Tak terasa waktu bergulir, menghanyutkan kesibukan, kesedihan, kebahagiaan, hari-hari suram, hari-hari bahagia--bersamaan, dan mengulangnya kembali untuk kita semua. Seperti baru kemarin, istriku berulang tahun lagi. rasanya begitu cepat. sayangnya aku tak sempat mengajaknya jalan berdua, menikmati malam sejenak ber-nostalgia, di cafee chocolate yang sudah kita lirik berminggu-minggu lalu, untuk menjadi tempat "kencan" kita. Mungkin lain kali, sayang ya.
Dalam benakku aku mencatat, sebuah catatan kecil yang datang dari hatiku, karena sungguh, aku sangat menyayangimu. Aku begitu kehilangan keceriaan hari, sapaan sepulang sekolah, ketika,hari-hari sakitmu, pun ketika kamu berjalan ketiga negara beberapa bulan yang lalu, sungguh aku merasa kehilangan yang dalam.
Mendapatkanmu adalah karunia terindah dalam hidupku, dan hari-hari bersamamu adalah saat paling membahagianku. Jika boleh memilih untuk mengulang seluruh hidupku, aku tetap memilih waktu-waktu indah seperti saat ini bersamamu, dengan anak-anak yang kita sayangi. Selamat ulang tahun sayang, semoga Allah selalu menyayangimu, di setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap waktu dalam hidupmu.
happy birthday dear...
by hans acehdigest
Dalam benakku aku mencatat, sebuah catatan kecil yang datang dari hatiku, karena sungguh, aku sangat menyayangimu. Aku begitu kehilangan keceriaan hari, sapaan sepulang sekolah, ketika,hari-hari sakitmu, pun ketika kamu berjalan ketiga negara beberapa bulan yang lalu, sungguh aku merasa kehilangan yang dalam.
Mendapatkanmu adalah karunia terindah dalam hidupku, dan hari-hari bersamamu adalah saat paling membahagianku. Jika boleh memilih untuk mengulang seluruh hidupku, aku tetap memilih waktu-waktu indah seperti saat ini bersamamu, dengan anak-anak yang kita sayangi. Selamat ulang tahun sayang, semoga Allah selalu menyayangimu, di setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap waktu dalam hidupmu.
happy birthday dear...
by hans acehdigest
Time flies, whisking away our busy days, our laughter, and our tears. It seems like only yesterday we were celebrating your birthday. I regret that I couldn't treat you to a special night out at that cozy chocolate cafe we've been talking about.
In my heart, I've penned a little note. Your absence, no matter how brief, leaves a hole in my days. I miss your cheerful greetings, your warmth during your illness, and the feeling of emptiness when you were away.
You are the greatest gift life has bestowed upon me. Every moment spent with you is precious. If I had the chance to relive my life, I would choose this path with you and our children. Happy birthday, my love. May Allah's blessings be upon you always.
Rabu, 02 Januari 2013
Tahun baru, optimis dan pesimis!; New Year, optimistic and pessimistic!
Aku tak tahu apakah masih penting tahun baru bagiku?, setiap kali ada optimis dan pesimis sekaligus, berharap lalu pelan-pelan melaju menjadi tak berarti lagi. Tapi tahun ini menjadi tahun tersulit dalam hidupku, karena harapan dan pertarungan berjalan saling melaju, aku yang berlari menjadi selalu tertinggal di belakang. Tapi aku menemukan tantangan baru dalam perjuangan paling besar dalam hidupku, berubah menjadi diri sendiri, raja bagi diriku sendiri.
Sungguh waktu telah mengajarkan begitu banyak hal, yang tak pernah aku sadari sejak dulu. tapi tak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik, aku pasti di tahun ular air penuh kehati-hatian dan tantangan ini. Aku akan mencoba seluruh upayaku untuk berhasil. Aku mempertaruhkan seluruh harga diriku dalam masa depan yang kuciptakan sendiri, tidak untukku, tapi untuk istriku dan anak-anakku yang sangat aku cintai. Demi mereka dengan ridha Allah aku berjuang.
Aku hanya punya waktu 9 bulan dari saat ini untuk bisa menentukan masa depanku akan menjadi apa. Aku berharap pada keajaiban kerja kerasku, doa yang kupanjatkan tiada henti pada Allah yang memberikan semua kekuatan dan kelemahan, dan memastikan apakah aku menjadi slah satu umat terpilih untuk bisa menunjukkan kasih sayangku dalam cara yang diamanahkan Nabiku. Aku sungguh berharap pada usaha dan masa depan yang sedang aku ciptakan, aku berharap dalam bebrapa hari dan minggu ke depan aku bisa memutuskan akan menjadi apa diriku kelak.
Saat ini langkah itu semakin baik, tapi aku ingin melompat tinggi dan menjangkau mimpi yang masih tergantung di awang sana. Aku memang mengharapkan ada keajaiban yang bisa mendorongku melompat, dan aku sedang menciptakan keajaibanku sendiri, dengan bantuan diriku sendiri dan tentu doa tak berhenti.
Aku tak tahu apakah sungguh-sungguh 2013 akan memberikanku harapan lebih baik?, dengan seluruh upaya yang sedang aku coba?. hatiku selalu bilang aku pati bisa, dan aku cuma punya waktu sembilan bulan. itu saja.
New Year, optimistic and pessimistic!
by hans-acehdigest
I do not know if the new year is still important to me?, Whenever there is optimistic and pessimistic at the same time, hope and slowly drove into meaningless. But for this year, the hardest of my life, because of the hope and fight each other to walk through, I'm running into is always lagging behind. But I found a new challenge in the biggest fight of my life, turned into himself, the king of my own.
It's time has taught so many things, that I never realized long ago. but it is never too late to be better, I'm definitely in the water snake prudent and challenges. I will try all my efforts to succeed. I bet all my pride that I put myself in the future themselves, not for me, but for my wife and my children who I love very. For them the pleasure of God I fought.
I only have 9 months from now to be able to determine what my future will be. I hope the magic of my hard work, relentless kupanjatkan prayer to God who gives all the strengths and weaknesses, and see if I become a people that choice could show my affection in a manner mandated by the Prophets. I really wish the business and the future of what I'm creating, I'm hoping in the next and weeks miraculous day I can decide what I am going to be someday.
At this step it is getting better, but I wanted to jump higher and reach the dream that is still hanging in there in the sky. I really expecting any miracle can push me jump, and I'm create my miracle own, with the help of myself and would not stop praying.
I do not know if sincerely hope 2013 will give me better?, With all the effort I was trying?. my heart always told me I could starch, and I only have nine months. that's it.
Sungguh waktu telah mengajarkan begitu banyak hal, yang tak pernah aku sadari sejak dulu. tapi tak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik, aku pasti di tahun ular air penuh kehati-hatian dan tantangan ini. Aku akan mencoba seluruh upayaku untuk berhasil. Aku mempertaruhkan seluruh harga diriku dalam masa depan yang kuciptakan sendiri, tidak untukku, tapi untuk istriku dan anak-anakku yang sangat aku cintai. Demi mereka dengan ridha Allah aku berjuang.
Aku hanya punya waktu 9 bulan dari saat ini untuk bisa menentukan masa depanku akan menjadi apa. Aku berharap pada keajaiban kerja kerasku, doa yang kupanjatkan tiada henti pada Allah yang memberikan semua kekuatan dan kelemahan, dan memastikan apakah aku menjadi slah satu umat terpilih untuk bisa menunjukkan kasih sayangku dalam cara yang diamanahkan Nabiku. Aku sungguh berharap pada usaha dan masa depan yang sedang aku ciptakan, aku berharap dalam bebrapa hari dan minggu ke depan aku bisa memutuskan akan menjadi apa diriku kelak.
Saat ini langkah itu semakin baik, tapi aku ingin melompat tinggi dan menjangkau mimpi yang masih tergantung di awang sana. Aku memang mengharapkan ada keajaiban yang bisa mendorongku melompat, dan aku sedang menciptakan keajaibanku sendiri, dengan bantuan diriku sendiri dan tentu doa tak berhenti.
Aku tak tahu apakah sungguh-sungguh 2013 akan memberikanku harapan lebih baik?, dengan seluruh upaya yang sedang aku coba?. hatiku selalu bilang aku pati bisa, dan aku cuma punya waktu sembilan bulan. itu saja.
New Year, optimistic and pessimistic!
by hans-acehdigest
I do not know if the new year is still important to me?, Whenever there is optimistic and pessimistic at the same time, hope and slowly drove into meaningless. But for this year, the hardest of my life, because of the hope and fight each other to walk through, I'm running into is always lagging behind. But I found a new challenge in the biggest fight of my life, turned into himself, the king of my own.
It's time has taught so many things, that I never realized long ago. but it is never too late to be better, I'm definitely in the water snake prudent and challenges. I will try all my efforts to succeed. I bet all my pride that I put myself in the future themselves, not for me, but for my wife and my children who I love very. For them the pleasure of God I fought.
I only have 9 months from now to be able to determine what my future will be. I hope the magic of my hard work, relentless kupanjatkan prayer to God who gives all the strengths and weaknesses, and see if I become a people that choice could show my affection in a manner mandated by the Prophets. I really wish the business and the future of what I'm creating, I'm hoping in the next and weeks miraculous day I can decide what I am going to be someday.
At this step it is getting better, but I wanted to jump higher and reach the dream that is still hanging in there in the sky. I really expecting any miracle can push me jump, and I'm create my miracle own, with the help of myself and would not stop praying.
I do not know if sincerely hope 2013 will give me better?, With all the effort I was trying?. my heart always told me I could starch, and I only have nine months. that's it.
Rabu, 05 September 2012
Ibuku dan Kerja; My Mom and Works
Ibuku paling tak bisa diam, dinamis, terus bergerak, mengikuti hati dan pikiran. aku melihatnya tak pernah lelah, selalu saja ada yang menarik perhatian dan minatnya. aku sempat berpikir, barangkali dalam diamnya bisa memancing ibu memikirkan terlalu banyak hal yang membebani sehingga ibu berusaha melupakannya dengan melakukan banyak hal.
Pagi diantara riuh dan kesibukan dapur, rumah, membangunkan anak-anak sekolah dan menyiapkan sarapan pagi dengan sesekali mengomel karena kami semua lalai, dengan ritual mandi pagi, dan terutama sarapan karean dilalaikan dengan membuang-buang waktu. dan seringkali membuat kami terburu-buru ke sekolah, tapi tetap dibekali dengan senyum mengembang.
Mungkin waktu-waktu diantara kami sekolah dan sebelum pulang adalah waktu yang melegakan, tidak diganggu dengan riuh dan kenakalan anak-anak. Tapi rumah biasanya juga menjadi senyap, kecuali para pekerja di workshop kakek yang tengah bekerja sambil bercanda-canda sesama pekerja yang sebaya.
Tapi tetap saja ibuku dipenuhi kesibukan membereskan rumah, menyiapkan bakal makan siang sebelum kami pulang. sesekali jika luang dihari libur minggu, ibuku engajakku jalan-jalan ke rumah kerabat atau teman di Karang Sari. membebaskan diri dari rutinitas, karena sebagai ibu rumah tangga sejati ibuku memang tak pernah bekerja formal di luar rumah. Meskipun itu kemudian menjadi sisi lemahnya, karena kami kekurangan secara finansial untuk kebutuhan-kebutuhan kami selain makanan.
Tapi ibuku mewariskan kerja keras, semangat, gigih dalam banyak hal yang sedikit banyak aku warisi hingga hari ini. Sungguh sebuah kebanggaan dan kebahagiaan jika kita bisa memenuhi harapan, atau setidaknya ada bagian dari ibuku yang bisa aku ikuti dan membawa kami menjadi lebih baik di sebuah masa nanti.
My Mom and Works
by hans-acehdigest
My mom can not keep quiet most dynamic, constantly moving, to follow their hearts and minds. I saw it was never tired, there's always that attracts attention and interest. I was thinking, maybe the mother's silence may provoke thinking about too many things that weighed so she tried to forget it by doing a lot of things.
Morning amongst the hectic and busy kitchen, home, wake up the kids school and preparing breakfast with occasional grumbling because we were all negligent, the ritual bath in the morning, and especially breakfast because neglected by wasting time. and always made us rush to school, but still armed with a smile.
Maybe time to time between our school and before going home was a relief, is not bothered by boisterous and juvenile delinquents. But the house is usually also a silent, except the workers who were working grandfather workshop playfully joked co-workers the same age.
But still busy cleaning the house she met, will prepare lunch before we went home. occasionally if spare the Day holiday week, my mother took me a walk to the homes of relatives or friends in Karang Sari. break free from the routine, because as a true housewife mother had never worked outside the home formal. Although it later became weak side, because we lack financially for our needs other than food.
But my mother bequeathed hard work, enthusiasm, indomitable in many ways is a bit much I have inherited today. It's a pride and joy if we could meet expectations, or at least a part of her that I can follow and take us to be better at a later time.
Pagi diantara riuh dan kesibukan dapur, rumah, membangunkan anak-anak sekolah dan menyiapkan sarapan pagi dengan sesekali mengomel karena kami semua lalai, dengan ritual mandi pagi, dan terutama sarapan karean dilalaikan dengan membuang-buang waktu. dan seringkali membuat kami terburu-buru ke sekolah, tapi tetap dibekali dengan senyum mengembang.
Mungkin waktu-waktu diantara kami sekolah dan sebelum pulang adalah waktu yang melegakan, tidak diganggu dengan riuh dan kenakalan anak-anak. Tapi rumah biasanya juga menjadi senyap, kecuali para pekerja di workshop kakek yang tengah bekerja sambil bercanda-canda sesama pekerja yang sebaya.
Tapi tetap saja ibuku dipenuhi kesibukan membereskan rumah, menyiapkan bakal makan siang sebelum kami pulang. sesekali jika luang dihari libur minggu, ibuku engajakku jalan-jalan ke rumah kerabat atau teman di Karang Sari. membebaskan diri dari rutinitas, karena sebagai ibu rumah tangga sejati ibuku memang tak pernah bekerja formal di luar rumah. Meskipun itu kemudian menjadi sisi lemahnya, karena kami kekurangan secara finansial untuk kebutuhan-kebutuhan kami selain makanan.
Tapi ibuku mewariskan kerja keras, semangat, gigih dalam banyak hal yang sedikit banyak aku warisi hingga hari ini. Sungguh sebuah kebanggaan dan kebahagiaan jika kita bisa memenuhi harapan, atau setidaknya ada bagian dari ibuku yang bisa aku ikuti dan membawa kami menjadi lebih baik di sebuah masa nanti.
My Mom and Works
by hans-acehdigest
My mom can not keep quiet most dynamic, constantly moving, to follow their hearts and minds. I saw it was never tired, there's always that attracts attention and interest. I was thinking, maybe the mother's silence may provoke thinking about too many things that weighed so she tried to forget it by doing a lot of things.
Morning amongst the hectic and busy kitchen, home, wake up the kids school and preparing breakfast with occasional grumbling because we were all negligent, the ritual bath in the morning, and especially breakfast because neglected by wasting time. and always made us rush to school, but still armed with a smile.
Maybe time to time between our school and before going home was a relief, is not bothered by boisterous and juvenile delinquents. But the house is usually also a silent, except the workers who were working grandfather workshop playfully joked co-workers the same age.
But still busy cleaning the house she met, will prepare lunch before we went home. occasionally if spare the Day holiday week, my mother took me a walk to the homes of relatives or friends in Karang Sari. break free from the routine, because as a true housewife mother had never worked outside the home formal. Although it later became weak side, because we lack financially for our needs other than food.
But my mother bequeathed hard work, enthusiasm, indomitable in many ways is a bit much I have inherited today. It's a pride and joy if we could meet expectations, or at least a part of her that I can follow and take us to be better at a later time.
Tentang Sebuah "Kehilangan"; About A "Lost"
Aku seringkali merasa terlalu berkeras hati. ayahku mengganggapnya justru "cuek", bisa jadi mungkin apatis. aku sadari memang begitu, karena jika aku mendengar ada saudara atau siapapun terkena musibah, aku dengan cepat menerjemahkannya dengan memang sudah begitu adanya.
Orang-orang bertanya apa aku tidak merasa sedih dengan kepergian nenekku?, aku bilang aku bisa merasakannya dengan normal, hanya saja aku tak mau berpanjang-panjang dengan kesedihan. jadi aku berusaha mengobatinya dengan membuat semuanya tidak terlalu berlebihan dan lumrah.
Aku juga tak pernah merasa tak seharusnya orang berlama-lama sedih, karena itu hak orang dan orang juga berbeda-beda dalam merasakan sebuah kesedihan, jadi apa pasal aku harus merasa kesal dengan kesedihan orang, berlebihan sekalipun karena barangkali begitulah ekpresi dan caranya menghilangkan kesedihan dan beban hati.
Namun aku tak pernah bisa membayangkan jika aku kehilangan ibuku, karena dalam hati kecilku, ketakutanku yang paling dalam adalah kehilangan ibuku, karena banyak cerita dan masa lalu yang kami bagi dua dalam banyak catatan tertulis maupun tidak. Apalagi dengan kondisiku hari ini yang lama tidak bertemu, aku memimpikan pertemuan itu meskipun entah kapan saatnya.
Aku merasa masih punya hutang budi yang harus aku balas, meskipun ibuku seperti juga matahari tak pernah meminta balasan apapun untuk semua kasih sayang dan kehangatan yang sudah dicurahkan. justru karena itulah cinta, kasih sayang kita sudah seharusnya untuk ibu.
Untuk satu hal ini, sekalipun berandai-andai kehilangan aku tak sanggup memikirkannya dan untuk yang satu ini juga aku tak pernah menahan jika aku meneteskan air mata. karena itu satu-satunya cara untuk bisa meringankan bebanku.
Kecuali jika saatnya memang "harus" tiba, tak sesiapun bisa berkehendak, dan aku hanya bisa mengirim doa, berharap Allah mendengarkan dan mengabulkan doa-ku, agar memberi tempat paling mulia disisi-Nya.
Begitulah kehidupan memiliki caranya sendiri untuk mengingatkan kita, mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya memilih sebuah sikap menjadi bagian dari kepribadian kita dan memberi warna yang berbeda-beda bagi setiap pribadi yang berlainan
About A "Lost"
by hans-acehdigest
I often feel too dead-set. My father actually consider it "cool", it could be possible apathy. I realize it is, because if I hear any relatives or anyone else affected, I quickly translated it already so there.
People ask me what I do not feel sad at leaving my grandmother?, I said I can feel normal, it's just that I do not want a long-winded with grief. so I tried to treat it with to make it all not too excessive and habitual.
I also never felt people should not linger sad, because it is the right of people and people also vary in feel a sadness, so what chapter I should feel annoyed with sadness, because maybe that's overkill though expressions and how to eliminate the grief and the burden of liver.
But I never could have imagined when I lost my mom, because in my little heart, the deepest fear is losing my mother, because a lot of stories and past us for two in many written records or not. Especially with my condition today that long time no see, I dreamed of meeting although who knows when it's time.
I feel they have a debt of gratitude that I have to reply, although my mother as well as the sun never asked any replies for all the love and warmth that has been poured. precisely because of that love, our love for granted to the mother.
For one thing, despite losing suppose I could not think about it, and for this one as well I never hold back when I was moved to tears. because it was the only way to get relieve my burden.
Unless time is a "must" arrive, not sesiapun be willing, and I can only send a prayer, hoping that God hears and answers prayer me, in order to give the most precious of his hand.
That life has its own way to remind us, to teach us about how to choose an attitude to be part of our personality and give a different color for each person in different
Orang-orang bertanya apa aku tidak merasa sedih dengan kepergian nenekku?, aku bilang aku bisa merasakannya dengan normal, hanya saja aku tak mau berpanjang-panjang dengan kesedihan. jadi aku berusaha mengobatinya dengan membuat semuanya tidak terlalu berlebihan dan lumrah.
Aku juga tak pernah merasa tak seharusnya orang berlama-lama sedih, karena itu hak orang dan orang juga berbeda-beda dalam merasakan sebuah kesedihan, jadi apa pasal aku harus merasa kesal dengan kesedihan orang, berlebihan sekalipun karena barangkali begitulah ekpresi dan caranya menghilangkan kesedihan dan beban hati.
Namun aku tak pernah bisa membayangkan jika aku kehilangan ibuku, karena dalam hati kecilku, ketakutanku yang paling dalam adalah kehilangan ibuku, karena banyak cerita dan masa lalu yang kami bagi dua dalam banyak catatan tertulis maupun tidak. Apalagi dengan kondisiku hari ini yang lama tidak bertemu, aku memimpikan pertemuan itu meskipun entah kapan saatnya.
Aku merasa masih punya hutang budi yang harus aku balas, meskipun ibuku seperti juga matahari tak pernah meminta balasan apapun untuk semua kasih sayang dan kehangatan yang sudah dicurahkan. justru karena itulah cinta, kasih sayang kita sudah seharusnya untuk ibu.
Untuk satu hal ini, sekalipun berandai-andai kehilangan aku tak sanggup memikirkannya dan untuk yang satu ini juga aku tak pernah menahan jika aku meneteskan air mata. karena itu satu-satunya cara untuk bisa meringankan bebanku.
Kecuali jika saatnya memang "harus" tiba, tak sesiapun bisa berkehendak, dan aku hanya bisa mengirim doa, berharap Allah mendengarkan dan mengabulkan doa-ku, agar memberi tempat paling mulia disisi-Nya.
Begitulah kehidupan memiliki caranya sendiri untuk mengingatkan kita, mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya memilih sebuah sikap menjadi bagian dari kepribadian kita dan memberi warna yang berbeda-beda bagi setiap pribadi yang berlainan
About A "Lost"
by hans-acehdigest
I often feel too dead-set. My father actually consider it "cool", it could be possible apathy. I realize it is, because if I hear any relatives or anyone else affected, I quickly translated it already so there.
People ask me what I do not feel sad at leaving my grandmother?, I said I can feel normal, it's just that I do not want a long-winded with grief. so I tried to treat it with to make it all not too excessive and habitual.
I also never felt people should not linger sad, because it is the right of people and people also vary in feel a sadness, so what chapter I should feel annoyed with sadness, because maybe that's overkill though expressions and how to eliminate the grief and the burden of liver.
But I never could have imagined when I lost my mom, because in my little heart, the deepest fear is losing my mother, because a lot of stories and past us for two in many written records or not. Especially with my condition today that long time no see, I dreamed of meeting although who knows when it's time.
I feel they have a debt of gratitude that I have to reply, although my mother as well as the sun never asked any replies for all the love and warmth that has been poured. precisely because of that love, our love for granted to the mother.
For one thing, despite losing suppose I could not think about it, and for this one as well I never hold back when I was moved to tears. because it was the only way to get relieve my burden.
Unless time is a "must" arrive, not sesiapun be willing, and I can only send a prayer, hoping that God hears and answers prayer me, in order to give the most precious of his hand.
That life has its own way to remind us, to teach us about how to choose an attitude to be part of our personality and give a different color for each person in different
Selasa, 10 Juli 2012
Belimbing Untuk Ibu; Starfruit for Mom
Pohon belimbing berbuah ranum di depan sekolah selalu menarik perhatianku, aku sebenarnya tak tertarik seratus persen dengan buah belimbing itu. Tapi aku teringat di rumahku tak punya pohon buah bersegi itu, dan aku pikir ibuku mungkin akan sangat gembira jika aku bisa membawa belimbing untuknya. Jadi di hari keberuntunganku aku diajak kerumahnya dan dibolehkan mengambil berapapun yang aku mau.
Luar biasa, bisa jadi karena niat baikku untuk ibuku aku dapat kesempatan langka itu, maka aku dengan cepat memanjat setiap dahan dan memilih buah terbaik dan masak. Hampir satu jam barangkali aku memanjat dari satu pohon ke pohon lain, karena di bagian belakang rumah temanku itu juga ada batang belimbing lainnya. Ibunya temanku bahkan bilang kalau aku boleh mengambilnya lain waktu, karena dilihatnya aku begitu bersemangat dan gembira.
Akhirnya aku kewalahan, ketika itu kantong plastik belanjaan belum begitu populer jadi masih susah mendapatkannya, maka tak ada jalan lain aku memasukkan sebagian belimbing itu kedalam tas dan sisanya aku masukan ke kantong baju dan celana. Bahkan Aku kemudian mengeluarkan bajuku dan mengikatnya dengan simpul dibagian bawah dan kemudian aku memasukkan semua buah yang tersisa ke dalam bajuku. Aku tak ingat bahwa getah belimbing bisa membuat baju putihku bergetah.
Aku atak ingat apa-apa, dengan kegembiraan meluap aku berlari pulang dengan badan menggelembung karena dipenuhi buah belimbing dan setiap kali bertemu teman aku memamerkan keberuntunganku dengan banyaknya belimbing yang kudapat. Aku juga tak ingat apakah ibuku marah karena melihat kecerobohanku memasukkan belimbing ke baju seragamku atau membiarkannya karena toh bisa dicuci dengan pemutih, dan ibuku bergembira karena mendapatkan belimbing yang tidak cuma banyak tapi juga belimbing pilihan.
Belimbing muda yang berjatuhan juga aku ambil, sayang kupikir karena ketika merontokkan buah besar aku juga ikut menjatuhkan belimbing muda, jadi kupikir tak ada salahnya juga kubawa.
Saat itu aku merasakan kegembiraan semua orang, karena kali ini akulah yang membawa kegembiraan ke rumah jadi pastilah aku menjadi orang paling berbahagia ketika itu. Sayangnya aku lupa nama temanku itu, mungkin di kali lain aku ingin bertemu lagi dengannya, tapi entah kapan!.
Starfruit for Mom
by hans-acehdigest
Star fruit tree ripe fruit in front of the school has always interested me, I'm actually not interested in one hundred percent with that of star fruit. But I remember in my house do not have a multifaceted fruit trees, and I think my mother will probably be very happy if I could bring her star fruit. So I invited my lucky day to his house and was allowed to take whatever I want.
Extraordinary, it could be because my good intentions for my mother I can be a rare opportunity, so I quickly climbed every limb and pick the best fruit and ripe. I probably almost an hour to climb from one tree to another, because in the back of my friend's house there are also other stem star fruit. His mother even told my friend if I may take it another time, because she saw that I was so excited and happy.
Finally I was overwhelmed, when it was plastic bags of groceries has not been so popular so it is still hard to get it, then there is no other way that I put some star fruit into the bag and the rest I input into the pockets of shirts and pants. In fact, I then remove my shirt and tie with a knot at the bottom and then I put all the remaining fruit into my shirt. I do not remember that the leatherback could sap to make my white clothes.
I do not remember anything, overflowing with joy I ran home with a bulging body as filled with star fruit and meet friends every time I show off my good fortune that I got with the number of star fruit. I do not remember whether my mother angry to see the leatherback my carelessness put my uniform shirt or leave it because I would not be washed with bleach, and she rejoiced that a leatherback is not just a lot of choices but also starfruit.
Young starfruit falling too I take it, unfortunately I think because when I was knocked out of the fruit also dropped the young star fruit, so I figured it could not hurt to also take.
At that moment I felt the joy of all people, because this time I'm the one who brings joy to the house so I must be the happiest person at the time. Unfortunately I forgot the name of my friend, maybe at other times I wanted to see him again, but who knows when!
Luar biasa, bisa jadi karena niat baikku untuk ibuku aku dapat kesempatan langka itu, maka aku dengan cepat memanjat setiap dahan dan memilih buah terbaik dan masak. Hampir satu jam barangkali aku memanjat dari satu pohon ke pohon lain, karena di bagian belakang rumah temanku itu juga ada batang belimbing lainnya. Ibunya temanku bahkan bilang kalau aku boleh mengambilnya lain waktu, karena dilihatnya aku begitu bersemangat dan gembira.
Akhirnya aku kewalahan, ketika itu kantong plastik belanjaan belum begitu populer jadi masih susah mendapatkannya, maka tak ada jalan lain aku memasukkan sebagian belimbing itu kedalam tas dan sisanya aku masukan ke kantong baju dan celana. Bahkan Aku kemudian mengeluarkan bajuku dan mengikatnya dengan simpul dibagian bawah dan kemudian aku memasukkan semua buah yang tersisa ke dalam bajuku. Aku tak ingat bahwa getah belimbing bisa membuat baju putihku bergetah.
Aku atak ingat apa-apa, dengan kegembiraan meluap aku berlari pulang dengan badan menggelembung karena dipenuhi buah belimbing dan setiap kali bertemu teman aku memamerkan keberuntunganku dengan banyaknya belimbing yang kudapat. Aku juga tak ingat apakah ibuku marah karena melihat kecerobohanku memasukkan belimbing ke baju seragamku atau membiarkannya karena toh bisa dicuci dengan pemutih, dan ibuku bergembira karena mendapatkan belimbing yang tidak cuma banyak tapi juga belimbing pilihan.
Belimbing muda yang berjatuhan juga aku ambil, sayang kupikir karena ketika merontokkan buah besar aku juga ikut menjatuhkan belimbing muda, jadi kupikir tak ada salahnya juga kubawa.
Saat itu aku merasakan kegembiraan semua orang, karena kali ini akulah yang membawa kegembiraan ke rumah jadi pastilah aku menjadi orang paling berbahagia ketika itu. Sayangnya aku lupa nama temanku itu, mungkin di kali lain aku ingin bertemu lagi dengannya, tapi entah kapan!.
Starfruit for Mom
by hans-acehdigest
Star fruit tree ripe fruit in front of the school has always interested me, I'm actually not interested in one hundred percent with that of star fruit. But I remember in my house do not have a multifaceted fruit trees, and I think my mother will probably be very happy if I could bring her star fruit. So I invited my lucky day to his house and was allowed to take whatever I want.
Extraordinary, it could be because my good intentions for my mother I can be a rare opportunity, so I quickly climbed every limb and pick the best fruit and ripe. I probably almost an hour to climb from one tree to another, because in the back of my friend's house there are also other stem star fruit. His mother even told my friend if I may take it another time, because she saw that I was so excited and happy.
Finally I was overwhelmed, when it was plastic bags of groceries has not been so popular so it is still hard to get it, then there is no other way that I put some star fruit into the bag and the rest I input into the pockets of shirts and pants. In fact, I then remove my shirt and tie with a knot at the bottom and then I put all the remaining fruit into my shirt. I do not remember that the leatherback could sap to make my white clothes.
I do not remember anything, overflowing with joy I ran home with a bulging body as filled with star fruit and meet friends every time I show off my good fortune that I got with the number of star fruit. I do not remember whether my mother angry to see the leatherback my carelessness put my uniform shirt or leave it because I would not be washed with bleach, and she rejoiced that a leatherback is not just a lot of choices but also starfruit.
Young starfruit falling too I take it, unfortunately I think because when I was knocked out of the fruit also dropped the young star fruit, so I figured it could not hurt to also take.
At that moment I felt the joy of all people, because this time I'm the one who brings joy to the house so I must be the happiest person at the time. Unfortunately I forgot the name of my friend, maybe at other times I wanted to see him again, but who knows when!
Senin, 09 Juli 2012
Lotere; Lottery
Di bawah pohon asam besar di depan SD Wiroyudan menjadi tempat mangkal para penjaja jalanan. Begitu bel bunyi maka berhamburan semua anak dari kelas, persis seperti semut berebutan lari dari sarang. Dan semuanya berlari ke bawah pohon asam tadi.
Dari semua penjaja yang selalu menarik perhatianku adalah, penjual makanan tapi tak pernah menjualnya makanannya secara langsung, kita harus melakukan trik menarik satu benda yang diinginkan dengan sebelumnya membayarnya. Jika benda yang diminta itu benar maka kita boleh memilih jenis makanan apa saja yang tersedia yang boleh diambil. Permainan ini seperti lotere sederhana, berhadiah makanan dan jika gagal berarti kita pulang dengan tangan kosong dan hilangnya jatah 1 rupiah kita.
Aku memang menyukai petualangan dan tantangan, bahkan seringkali aku berjalan di hamparan sawah seolah sedang melakukan sebuah ekspedisi berbahaya, melintasi hutan belukar dengan membawa sepotong kayu yang aku pakai untuk menyibak semak dan menakuti ular yang kadang-kadang juga berpapasan dan melintas di pematang, jika ular tak mengalah maka satu-satunya cara menggunakan kayu tadi untuk mengusirnya. Dan dengan kesal biasanya ular akan berlari ke dalam air di persawahan, tapi jika ularnya besar maka kamilah yang harus berlarian menghindarinya hingga harus berjatuhan di sawah dan pulang dengan baju dan basah dipenuhi lumpur sawah.
Dengan sedikit bakat petualang itu, aku mencoba peruntungan. Aku mencoba pertama kalinya dan diharuskan mengambil sebuah kelereng berwarna hitam diantara kelereng merah yang diletakkan dalam sebuah kantung kusam dengan tali di atasnya, yang setiap kali selesai di pakai, disimpan dengan mengikatnya agar kumpulan kelereng itu tak tumpah. Menakjubkan dengan sekali lihat dan secepat kilat aku mengambilnya dari dalam kantong yang dengan cepat juga dikatupkan, begitu aku bilang sudah dapat!, dibukanya katup kantung dan di tanganku telah terpegang sebuah kelereng hitam. Aku dan beberapa teman bersorak, dan hadiah pertamaku adalah permen seperti mentos, panjang dengan beberapa deret permen di dalamnya yang aku bagikan dengan senang hati ke beberapa teman yang menyaksikan kemenangan pertamaku itu.
Dan selanjutnya aku menjadi ketagihan, aku selalu berusaha ingin mengulang permainan itu, dan ajaibnya setiap kali main, aku selalu bisa melakukannya dengan baik. Bahkan aku kadang-kadang bermain trik, menjadi perantara bagi teman yang ingin membeli lotere dan mengharapkan keberuntungan dari kecepatan tanganku. Aku tentu saja berusaha menjadi perantara yang baik, karena hanya sekedar berusaha menarik kelereng hitam dan boleh memilih jenis makanan apa saja yang tersedia di atas etalase gerobak dan mendapat dua keuntungan bisa main lotere dan dapat setengah bagian dari hadiah, semuanya gratis!. Makin hari makin banyak teman yang menggunakan jasaku, dan yang paling kesal dari semuanya pastilah si penjual lotere yang setiap kali melihat wajahku merasa tak nyaman. Dan pada akhirnya melarangku untuk membelinya lagi, sudah yang lain saja katanya setiap kali aku mendekati gerobaknya, meskipun kemudian aku juga sadar diri tak mau merugikannya terus menerus. Maka aku tak lagi tertarik untuk mencoba tantangan yang tak lagi menantang itu. Aku sudah menaklukkanya, jadi buat apa aku mencobanya lagi!.
Lottery
by hans-acehdigest
Under the big tamarind tree in front of the SD Wiroyudan become a hangout street vendors. Once the buzzer sounds then flew all the children of the class, just like ants scrambling away from the nest. And it all ran down the tamarind tree earlier.
Of all the vendors that always strikes me is, food vendors selling food but never directly, we should do the trick attract a desired object with the previous pay. If the requested object is true then we can choose what kinds of foods are available that can be taken. This game is such a simple lottery, with prizes of food and if that fails then we go home empty handed and the loss of allotments 1 rupiah us.
I do like the adventure and challenge, and even when I walk in the paddy field as if he were doing a dangerous expedition, through the woods with a piece of wood that I use to uncover the bushes and scare the snake which sometimes ran into and crossed the ridge, if the snake do not budge then the only way to use wood had to throw him out. And to upset the snake will usually run into the water in the paddies, but if the snake is big then we who should be running to avoid falling in the fields and came home with wet clothes and mud fields.
With a few adventurers talent, I try my luck. I tried the first time and ordered to take a black marble placed between red marbles in a bag worn with the strap on it, that every time you finish in life, saved by binding to a collection of marbles had not spilled. Amazing to see and lightning-fast once I took it from the bag as fast clenched, so I can tell already!, The opening of the valve pockets have been held in check in my hand and a black marble. Me and some friends cheering, and first prize is candy such as Mentos, a long with several rows of candy in it that I am happy to share with some friends who witnessed the first victory.
And then I became addicted, I'm always trying to repeat the game, and miraculously every time around, I could always do well. I even sometimes play tricks, to intercede for a friend who wanted to buy a lottery and hope to get lucky from my hand speed. I of course tried to be a good intermediary, because just trying to attract black marbles and can choose what type of food available in the window of the wagon and got two advantages to playing the lottery and can be half of the prize, all for free!. Increasingly many friends who use my services, and the most upset of all the lottery must be the seller every time I see my face feel uncomfortable. And in the end told me not to buy it again, it was something else he said every time I approached the wagon, though later I realized myself not adverse continuously. So I'm no longer interested in trying the challenge that is no longer challenging. I've conquer the game, so why should I try it again!.
Dari semua penjaja yang selalu menarik perhatianku adalah, penjual makanan tapi tak pernah menjualnya makanannya secara langsung, kita harus melakukan trik menarik satu benda yang diinginkan dengan sebelumnya membayarnya. Jika benda yang diminta itu benar maka kita boleh memilih jenis makanan apa saja yang tersedia yang boleh diambil. Permainan ini seperti lotere sederhana, berhadiah makanan dan jika gagal berarti kita pulang dengan tangan kosong dan hilangnya jatah 1 rupiah kita.
Aku memang menyukai petualangan dan tantangan, bahkan seringkali aku berjalan di hamparan sawah seolah sedang melakukan sebuah ekspedisi berbahaya, melintasi hutan belukar dengan membawa sepotong kayu yang aku pakai untuk menyibak semak dan menakuti ular yang kadang-kadang juga berpapasan dan melintas di pematang, jika ular tak mengalah maka satu-satunya cara menggunakan kayu tadi untuk mengusirnya. Dan dengan kesal biasanya ular akan berlari ke dalam air di persawahan, tapi jika ularnya besar maka kamilah yang harus berlarian menghindarinya hingga harus berjatuhan di sawah dan pulang dengan baju dan basah dipenuhi lumpur sawah.
Dengan sedikit bakat petualang itu, aku mencoba peruntungan. Aku mencoba pertama kalinya dan diharuskan mengambil sebuah kelereng berwarna hitam diantara kelereng merah yang diletakkan dalam sebuah kantung kusam dengan tali di atasnya, yang setiap kali selesai di pakai, disimpan dengan mengikatnya agar kumpulan kelereng itu tak tumpah. Menakjubkan dengan sekali lihat dan secepat kilat aku mengambilnya dari dalam kantong yang dengan cepat juga dikatupkan, begitu aku bilang sudah dapat!, dibukanya katup kantung dan di tanganku telah terpegang sebuah kelereng hitam. Aku dan beberapa teman bersorak, dan hadiah pertamaku adalah permen seperti mentos, panjang dengan beberapa deret permen di dalamnya yang aku bagikan dengan senang hati ke beberapa teman yang menyaksikan kemenangan pertamaku itu.
Dan selanjutnya aku menjadi ketagihan, aku selalu berusaha ingin mengulang permainan itu, dan ajaibnya setiap kali main, aku selalu bisa melakukannya dengan baik. Bahkan aku kadang-kadang bermain trik, menjadi perantara bagi teman yang ingin membeli lotere dan mengharapkan keberuntungan dari kecepatan tanganku. Aku tentu saja berusaha menjadi perantara yang baik, karena hanya sekedar berusaha menarik kelereng hitam dan boleh memilih jenis makanan apa saja yang tersedia di atas etalase gerobak dan mendapat dua keuntungan bisa main lotere dan dapat setengah bagian dari hadiah, semuanya gratis!. Makin hari makin banyak teman yang menggunakan jasaku, dan yang paling kesal dari semuanya pastilah si penjual lotere yang setiap kali melihat wajahku merasa tak nyaman. Dan pada akhirnya melarangku untuk membelinya lagi, sudah yang lain saja katanya setiap kali aku mendekati gerobaknya, meskipun kemudian aku juga sadar diri tak mau merugikannya terus menerus. Maka aku tak lagi tertarik untuk mencoba tantangan yang tak lagi menantang itu. Aku sudah menaklukkanya, jadi buat apa aku mencobanya lagi!.
Lottery
by hans-acehdigest
Under the big tamarind tree in front of the SD Wiroyudan become a hangout street vendors. Once the buzzer sounds then flew all the children of the class, just like ants scrambling away from the nest. And it all ran down the tamarind tree earlier.
Of all the vendors that always strikes me is, food vendors selling food but never directly, we should do the trick attract a desired object with the previous pay. If the requested object is true then we can choose what kinds of foods are available that can be taken. This game is such a simple lottery, with prizes of food and if that fails then we go home empty handed and the loss of allotments 1 rupiah us.
I do like the adventure and challenge, and even when I walk in the paddy field as if he were doing a dangerous expedition, through the woods with a piece of wood that I use to uncover the bushes and scare the snake which sometimes ran into and crossed the ridge, if the snake do not budge then the only way to use wood had to throw him out. And to upset the snake will usually run into the water in the paddies, but if the snake is big then we who should be running to avoid falling in the fields and came home with wet clothes and mud fields.
With a few adventurers talent, I try my luck. I tried the first time and ordered to take a black marble placed between red marbles in a bag worn with the strap on it, that every time you finish in life, saved by binding to a collection of marbles had not spilled. Amazing to see and lightning-fast once I took it from the bag as fast clenched, so I can tell already!, The opening of the valve pockets have been held in check in my hand and a black marble. Me and some friends cheering, and first prize is candy such as Mentos, a long with several rows of candy in it that I am happy to share with some friends who witnessed the first victory.
And then I became addicted, I'm always trying to repeat the game, and miraculously every time around, I could always do well. I even sometimes play tricks, to intercede for a friend who wanted to buy a lottery and hope to get lucky from my hand speed. I of course tried to be a good intermediary, because just trying to attract black marbles and can choose what type of food available in the window of the wagon and got two advantages to playing the lottery and can be half of the prize, all for free!. Increasingly many friends who use my services, and the most upset of all the lottery must be the seller every time I see my face feel uncomfortable. And in the end told me not to buy it again, it was something else he said every time I approached the wagon, though later I realized myself not adverse continuously. So I'm no longer interested in trying the challenge that is no longer challenging. I've conquer the game, so why should I try it again!.
Saudara Jauh; Distant Relatives
Ibuku bilang mengunjungi kerabat bagian dari silaturrahmi!. Aku tak tahu apa-apa jadi aku mengiyakan saja. Di tahun berapa aku tak begitu yakin bisa mengingat, ketika itu aku masih tinggal di Gandrungmangu, aku memulai sebuah perjalanan panjang menuju rumah saudara jauh, mungkin di Lampung? entahlah.
Dengan menaiki dokar yang harus dipanggil dari stasiun, biasanya ada orang suruhan nenek, orangnya hitam agak pendek tapi cekatan luar biasa. Begitu nenek memberikan perintah secapat kilat dia berlari ke sepeda kumbangnya dan setengah mengebut melarikan sepeda ke stasiun. Dan tak lama kemudian kembali lagi dengan diikuti dokar dan langsung berhenti persis di halaman rumah, di depan pematang yang dibuat dari potongan batang kelapa. Depan rumah itu terdiri dari pagar dari pepohonan hijau, dengan parit panjang tapi jarang terisi air kecuali di musim hujan atau ketika irigasi sawah dibuka dan airnya mengalir kepenjuru kampung.
Begitu dokar sampai aku langsung melompat ke kedalam, aku memang terkenal gesit, mungkin sedikit nakal untuk anak seukuran usiaku. Aku tak pernah takut dengan apapun kecuali hantu, bahkan pepohonan tinggi tak menyurutkan niatku untuk memanjatnya dan bergelantungan seperti simpanse. Terutama di pohon karsen atau cheery di depan rumah. Nenek cuma bisa menggelengkan kepala melihat tingkahku.
Sejak kecil aku terbiasa naik dokar atau sepeda, jadi aku tak begitu menyukai kendaraan bermesin, seringkali aku pusing dibuatnya dan kemudian mabuk darat. Dan kunjungan kerumah saudara jauh kali ini mengharuskan aku naik kendaraan bermesin, aku sebenarnya menolak ikut tapi dengan siapa tinggal dirumah karena nenek juga ikut malah jadi ketua rombongan.
Dimulai dari depan stasiun, kami mencari minibus, dengan beberapa kursi beratap rendah, panas dan hiasan kain rumbai-rumbai di sekeliling jendela malah membuatku tambah lemas dan pusing, karena menurutku bukannya menambah indah, malah membuat pengab dan mobil jadi aneh, terutama dengan bau dan warna kursi yang tidak lagi karuan, biru, hitam atau abu-abu. Mungkin sudah ribuan orang memakainya dan pemiliknya tak sempat membersihkan dan mengganti jok dengan kain lain. Peduli apa mereka toh mereka juga tak pernah duduk di kursi itu kecuali penumpang. Belum apa-apa aku sudah mulai uring-uringan, selain diam membisu aku tak punya pilihan lain. Karena begitu buka mulut bisa-bisa langsung mual dan muntah.
Aku duduk dengan nenek di dekat jendela, nenek sudah mempersiapkan plastik beberapa buah untuk menjaga kemungkinan aku muntah. Dan anehnya setiap kali melakukan perjalanan jauh, seperti ritual, nenek tak pernah ketinggalan membawa nasi timbel, kering tempe dan tak lupa telur ayam rebus. Aku paling benci dengan yang terakhir itu, terutama ketika di buka kulitnya akan mengeluarkan aroma yang menurutku tidak berbau makanan tapi justru, maaf berbau kentut. Dan di dalam mobil yang panas, pengab dan bercampur dengan bau solar atau bensin ditambah telur rebus membuatku seperti di neraka.
Nenek tak pernah peduli dengan hal itu, malah selalu menawarkan telur rebus setiap masuk jam makan atau aku terbangun dari tidur lelap dalam perjalanan. Aku bahkan kadang-kadang marah, karena kesal dengan baunya. Aku bilang tak boleh ada yang makan telur di mobil!, terserah di luar. Tapi aku tak menolak jika disuguhi nasi timbel dengan kering tempe, karena bau daunnya membuat nasi tidak cuma pulen tapi juga lezat. Apalagi padi diambil dari sawah sendiri, tanpa pestisida, mungkin sekarang dikenal dengan padi organik. Masa tanamnya lebih lama tapi hasilnya luar biasa sehat.
Perjalanan panjang itu memakan waktu berjam-jam, jangan tanyakan kemana arahnya karena aku tak tahu sama sekali, cuma ketika mendekati tujuan, aku lihat hamparan jalannya terdiri dari butiran pasir lembut tanpa rumput sedikitpun bahkan cenderung gersang. Di sebuah rumah sederhana yang didepannya ada mesjid kami berhenti, kata nenek itulah rumah saudara kami.
Rumahnya itu di Lampung kalau tak salah, beberapa anak-anak kecil lain berlarian tak peduli pusing, sementara aku masih tak kuat untuk berjalan karena rasa kantuk akibat pusing berat masih terasa di kepala. Aku disodori teh panas, katanya untuk menyegarkan kepala, tapi tidak bisa membuang angin di perut yang masih terasa mual tak karuan. Anak-anak berlarian, mereka bilang di belakang rumah ada hamparan laut!. Aku penasaran tapi tetap tak bisa banyak bergerak, aku pikir aku ingin melihat laut, karena dalam hidupku aku jarang melihat laut. Karena sebenarnya aku anak yang tinggal di pinggiran kota, tak jauh dari jalan kota utama, mungkin sekitar 1 kilo meter. Makanya aku tak pernah melihat laut, paling-paling juga sungai atau sawah yang luas membentang di belakang pertokoan di belakang rumah.
Kami malam itu tak ingat apakah menginap atau tidak, tapi kami memang beristirahat cukup lama di rumah itu. Aku tak ingat juga apakah kemudian sempat melihat laut atau tidak, karena sebenarnya daya tarik kunjungan itu adalah lautnya. Karena keseharian kami adalah melihat ladang, sawah dan hutan kecil di perkampungan yang ketika itu memang layaknya hutan kecil. Jalanan yang rapi dan lebar dengan pagar bambu dan pagar tanaman hidup menghiasi seluruh kampung dengan jalanan tanah. Listrik bahkan tak masuk ke kampung itu untuk waktu yang sangat lama. Ini aneh juga buatku kemudian karena aku sadari sebenarnya kampung itu tak jauh dari stasiun kereta api yang punya penerangan lumayan dari listrik tapi tak pernah bisa mengirimkan arusnya hingga ke kampung yang cuma berjarak 1 blok.
Kisah perjalanan panjang itu adalah kisahku pertama, jika boleh memilih aku lebih senang memilih kereta api, karena kita masih bisa memilih, bisa duduk di gerbong dengan membuka jendela, duduk di sambungan kereta api yang langsung bisa menghirup segarnya udara luar sambil melihat pepohonan dan tiang listrik yang seperti berlarian dan berkejaran tak pernah lelah dan berhenti. Padahal kereta apilah yang berlari kencang dan meninggalkan setiap tiang di tempatnya.
Tapi sayangnya rumah saudara jauh kami itu tak tersambung dengan jalur kereta api sehingga mau tak mau harus memilih jalur darat dengan minibus yang sangat menjengkelkan. Hingga sekarangpun aku tak suka perjalanan dengan mobil, kecuali aku yang membawanya sendiri, dengan mobil sendiri juga.
Aku menyimpan kenangan perjalanan itu sebagai kisah masa kecilku ketika masih tinggal dengan nenek jauh dari dua orang adikku yang tinggal di kota lain dengan nenek dari pihak ibu. Itu juga yang membuat kami, maksudku aku dan nenek menjadi begitu dekat, bahkan hingga besar dan terakhir kali bersama beliau di tahun 1980-an.
To Visit Distant Relatives
by hans-acehdigest
My mother told me to visit the relatives of silaturrahmi!. I do not know anything so I said yes. In what year I'm not so sure I can remember, when I was living in Gandrungmangu, I started a long journey to distant relative's house, probably in Lampung? I do not know.
With a gig that had to be called up from the station, there is usually a messenger grandmother, a black person rather short but remarkable nimble. So grandma gave express orders secapat he ran into a bike race beetle and a half to run the bike to the station. And soon returned with the gig followed and stopped right in the yard, in front of the embankment is made of pieces of palm trunks. Front of the house consists of a fence of green trees, with a long trench filled with water but rarely except in the rainy season or when the open fields and irrigation water is flowing circumnavigating the village.
Once the gig until I jumped on the inside, I was well-known agile, maybe a little naughty for the size of a child my age. I was never afraid of anything except the ghost, even tall trees is not my intention to discourage climbing and swinging like a chimpanzee. Especially in karsen or cheery tree in front of the house. Grandma could only shake his head to see my whimsy.
Since childhood I used to ride carts or bicycles, so I'm not so fond of motorized vehicles, often made me dizzy and then carsick. And home visits distant relatives this time require me to ride motorized vehicles, I actually refused to participate but who were living at home because my grandmother also actually be the group leader.
Starting from the front of the station, we are looking for minibuses, low-roofed with a few chairs, hot and decorative fabric tassels around the window actually made me weak and dizzy, because I think instead of adding beautiful, and even make stuffy car so weird, especially with the smell and color of the chair is no longer known, blue, black or gray. May have thousands of people use it and the owner did not have time to clean and replace the seat with another cloth. Matter what they are yet they also never sat in that seat unless the passenger. Already I'm getting grumpy, silent except I had no other choice. Because it is so open-mouth can be directly nausea and vomiting.
I sat with my grandmother near the window, my grandmother had prepared a few pieces of plastic to keep the chance of my vomiting. And oddly enough each time to travel long distances, such as ritual, grandma never missed bringing timbel, dry tempeh and do not forget the hard-boiled chicken eggs. I hate with the latter, especially when in the open skin will release the scent which I think does not smell food, but instead, sorry smelly fart. And in a hot car, stuffy and mixed with the smell of diesel or petrol plus a hard-boiled eggs made me like hell.
Grandma was never concerned with it, even hard-boiled eggs are always offering to come at every meal or I woke up from deep sleep on the way. I sometimes even anger, disgust with the smell. I say there should not eat eggs at cars!, It's up to the outside. But I could not resist when presented with dry rice with tempe lead, because the smell of its leaves make fluffier rice is not only delicious but also. Moreover, rice is taken from the field itself, without pesticides, may now be known as organic rice. Cropping period longer but the results are astounding sound.
The long journey that took many hours, do not ask where because I do not know him at all, just as they neared the goal, I see a stretch of the course consists of grains of soft sand with no grass at all tends to even arid. In a modest house that we stopped in front of any mosque, said her grandmother's house we.
Her home was in Lampung I think, some other little kids running around no matter dizziness, while I still can not afford to walk because of severe dizziness drowsiness effect still felt in the head. I was presented with hot tea, he said to refresh the head, but could not get rid of wind in the stomach still feels queasy abysmally. Children running around, they say behind the house there is a stretch of the sea!. I was curious, but still could not move much, I think I want to see the sea, because in my life I rarely see the sea. Because I'm a child living in the suburbs, not far from the main city street, perhaps About a 1 kilo meter. So I've never seen the sea, at most, a river or broad fields stretching behind the shops at the back of the house.
We can not remember the night whether to stay or not, but we had rested long enough in the house. I do not remember well what then could see the sea or not, because the real attraction is the sea trip. Because of our daily life is to see the fields, rice fields and small woods in the township that when it was like a small forest. The streets are clean and wide with bamboo fences and hedges around the village life adorn the dirt road. Electricity did not even get into the village for a very long time. It was strange to me then that I realized the actual village not far from the railway station rather than have electric lighting, but was never able to send the current down to the village only one block away.
The long journey that is my story first, if allowed to choose I prefer to choose the train, because we can still choose, can sit in the car with the windows open, sitting on a direct rail connection to breathe the fresh air outside, looking at trees and power lines like running around and chasing each other was never tired and quit. Though trains are running hard and the trains leave each pole in place.
Distant relative's house but unfortunately we were not connected with the railway line that inevitably have to choose a landline with a minibus which is very annoying. Until now I do not like traveling by car, unless I bring it yourself, with your own car as well.
I have memories of the trip as the story of my childhood when my grandmother was still living with my brothers away from two people who lived in another town with the maternal grandmother. That's also what makes us, I mean me and my grandmother became very close, even to the great and last time with her in the 1980's
Dengan menaiki dokar yang harus dipanggil dari stasiun, biasanya ada orang suruhan nenek, orangnya hitam agak pendek tapi cekatan luar biasa. Begitu nenek memberikan perintah secapat kilat dia berlari ke sepeda kumbangnya dan setengah mengebut melarikan sepeda ke stasiun. Dan tak lama kemudian kembali lagi dengan diikuti dokar dan langsung berhenti persis di halaman rumah, di depan pematang yang dibuat dari potongan batang kelapa. Depan rumah itu terdiri dari pagar dari pepohonan hijau, dengan parit panjang tapi jarang terisi air kecuali di musim hujan atau ketika irigasi sawah dibuka dan airnya mengalir kepenjuru kampung.
Begitu dokar sampai aku langsung melompat ke kedalam, aku memang terkenal gesit, mungkin sedikit nakal untuk anak seukuran usiaku. Aku tak pernah takut dengan apapun kecuali hantu, bahkan pepohonan tinggi tak menyurutkan niatku untuk memanjatnya dan bergelantungan seperti simpanse. Terutama di pohon karsen atau cheery di depan rumah. Nenek cuma bisa menggelengkan kepala melihat tingkahku.
Sejak kecil aku terbiasa naik dokar atau sepeda, jadi aku tak begitu menyukai kendaraan bermesin, seringkali aku pusing dibuatnya dan kemudian mabuk darat. Dan kunjungan kerumah saudara jauh kali ini mengharuskan aku naik kendaraan bermesin, aku sebenarnya menolak ikut tapi dengan siapa tinggal dirumah karena nenek juga ikut malah jadi ketua rombongan.
Dimulai dari depan stasiun, kami mencari minibus, dengan beberapa kursi beratap rendah, panas dan hiasan kain rumbai-rumbai di sekeliling jendela malah membuatku tambah lemas dan pusing, karena menurutku bukannya menambah indah, malah membuat pengab dan mobil jadi aneh, terutama dengan bau dan warna kursi yang tidak lagi karuan, biru, hitam atau abu-abu. Mungkin sudah ribuan orang memakainya dan pemiliknya tak sempat membersihkan dan mengganti jok dengan kain lain. Peduli apa mereka toh mereka juga tak pernah duduk di kursi itu kecuali penumpang. Belum apa-apa aku sudah mulai uring-uringan, selain diam membisu aku tak punya pilihan lain. Karena begitu buka mulut bisa-bisa langsung mual dan muntah.
Aku duduk dengan nenek di dekat jendela, nenek sudah mempersiapkan plastik beberapa buah untuk menjaga kemungkinan aku muntah. Dan anehnya setiap kali melakukan perjalanan jauh, seperti ritual, nenek tak pernah ketinggalan membawa nasi timbel, kering tempe dan tak lupa telur ayam rebus. Aku paling benci dengan yang terakhir itu, terutama ketika di buka kulitnya akan mengeluarkan aroma yang menurutku tidak berbau makanan tapi justru, maaf berbau kentut. Dan di dalam mobil yang panas, pengab dan bercampur dengan bau solar atau bensin ditambah telur rebus membuatku seperti di neraka.
Nenek tak pernah peduli dengan hal itu, malah selalu menawarkan telur rebus setiap masuk jam makan atau aku terbangun dari tidur lelap dalam perjalanan. Aku bahkan kadang-kadang marah, karena kesal dengan baunya. Aku bilang tak boleh ada yang makan telur di mobil!, terserah di luar. Tapi aku tak menolak jika disuguhi nasi timbel dengan kering tempe, karena bau daunnya membuat nasi tidak cuma pulen tapi juga lezat. Apalagi padi diambil dari sawah sendiri, tanpa pestisida, mungkin sekarang dikenal dengan padi organik. Masa tanamnya lebih lama tapi hasilnya luar biasa sehat.
Perjalanan panjang itu memakan waktu berjam-jam, jangan tanyakan kemana arahnya karena aku tak tahu sama sekali, cuma ketika mendekati tujuan, aku lihat hamparan jalannya terdiri dari butiran pasir lembut tanpa rumput sedikitpun bahkan cenderung gersang. Di sebuah rumah sederhana yang didepannya ada mesjid kami berhenti, kata nenek itulah rumah saudara kami.
Rumahnya itu di Lampung kalau tak salah, beberapa anak-anak kecil lain berlarian tak peduli pusing, sementara aku masih tak kuat untuk berjalan karena rasa kantuk akibat pusing berat masih terasa di kepala. Aku disodori teh panas, katanya untuk menyegarkan kepala, tapi tidak bisa membuang angin di perut yang masih terasa mual tak karuan. Anak-anak berlarian, mereka bilang di belakang rumah ada hamparan laut!. Aku penasaran tapi tetap tak bisa banyak bergerak, aku pikir aku ingin melihat laut, karena dalam hidupku aku jarang melihat laut. Karena sebenarnya aku anak yang tinggal di pinggiran kota, tak jauh dari jalan kota utama, mungkin sekitar 1 kilo meter. Makanya aku tak pernah melihat laut, paling-paling juga sungai atau sawah yang luas membentang di belakang pertokoan di belakang rumah.
Kami malam itu tak ingat apakah menginap atau tidak, tapi kami memang beristirahat cukup lama di rumah itu. Aku tak ingat juga apakah kemudian sempat melihat laut atau tidak, karena sebenarnya daya tarik kunjungan itu adalah lautnya. Karena keseharian kami adalah melihat ladang, sawah dan hutan kecil di perkampungan yang ketika itu memang layaknya hutan kecil. Jalanan yang rapi dan lebar dengan pagar bambu dan pagar tanaman hidup menghiasi seluruh kampung dengan jalanan tanah. Listrik bahkan tak masuk ke kampung itu untuk waktu yang sangat lama. Ini aneh juga buatku kemudian karena aku sadari sebenarnya kampung itu tak jauh dari stasiun kereta api yang punya penerangan lumayan dari listrik tapi tak pernah bisa mengirimkan arusnya hingga ke kampung yang cuma berjarak 1 blok.
Kisah perjalanan panjang itu adalah kisahku pertama, jika boleh memilih aku lebih senang memilih kereta api, karena kita masih bisa memilih, bisa duduk di gerbong dengan membuka jendela, duduk di sambungan kereta api yang langsung bisa menghirup segarnya udara luar sambil melihat pepohonan dan tiang listrik yang seperti berlarian dan berkejaran tak pernah lelah dan berhenti. Padahal kereta apilah yang berlari kencang dan meninggalkan setiap tiang di tempatnya.
Tapi sayangnya rumah saudara jauh kami itu tak tersambung dengan jalur kereta api sehingga mau tak mau harus memilih jalur darat dengan minibus yang sangat menjengkelkan. Hingga sekarangpun aku tak suka perjalanan dengan mobil, kecuali aku yang membawanya sendiri, dengan mobil sendiri juga.
Aku menyimpan kenangan perjalanan itu sebagai kisah masa kecilku ketika masih tinggal dengan nenek jauh dari dua orang adikku yang tinggal di kota lain dengan nenek dari pihak ibu. Itu juga yang membuat kami, maksudku aku dan nenek menjadi begitu dekat, bahkan hingga besar dan terakhir kali bersama beliau di tahun 1980-an.
To Visit Distant Relatives
by hans-acehdigest
My mother told me to visit the relatives of silaturrahmi!. I do not know anything so I said yes. In what year I'm not so sure I can remember, when I was living in Gandrungmangu, I started a long journey to distant relative's house, probably in Lampung? I do not know.
With a gig that had to be called up from the station, there is usually a messenger grandmother, a black person rather short but remarkable nimble. So grandma gave express orders secapat he ran into a bike race beetle and a half to run the bike to the station. And soon returned with the gig followed and stopped right in the yard, in front of the embankment is made of pieces of palm trunks. Front of the house consists of a fence of green trees, with a long trench filled with water but rarely except in the rainy season or when the open fields and irrigation water is flowing circumnavigating the village.
Once the gig until I jumped on the inside, I was well-known agile, maybe a little naughty for the size of a child my age. I was never afraid of anything except the ghost, even tall trees is not my intention to discourage climbing and swinging like a chimpanzee. Especially in karsen or cheery tree in front of the house. Grandma could only shake his head to see my whimsy.
Since childhood I used to ride carts or bicycles, so I'm not so fond of motorized vehicles, often made me dizzy and then carsick. And home visits distant relatives this time require me to ride motorized vehicles, I actually refused to participate but who were living at home because my grandmother also actually be the group leader.
Starting from the front of the station, we are looking for minibuses, low-roofed with a few chairs, hot and decorative fabric tassels around the window actually made me weak and dizzy, because I think instead of adding beautiful, and even make stuffy car so weird, especially with the smell and color of the chair is no longer known, blue, black or gray. May have thousands of people use it and the owner did not have time to clean and replace the seat with another cloth. Matter what they are yet they also never sat in that seat unless the passenger. Already I'm getting grumpy, silent except I had no other choice. Because it is so open-mouth can be directly nausea and vomiting.
I sat with my grandmother near the window, my grandmother had prepared a few pieces of plastic to keep the chance of my vomiting. And oddly enough each time to travel long distances, such as ritual, grandma never missed bringing timbel, dry tempeh and do not forget the hard-boiled chicken eggs. I hate with the latter, especially when in the open skin will release the scent which I think does not smell food, but instead, sorry smelly fart. And in a hot car, stuffy and mixed with the smell of diesel or petrol plus a hard-boiled eggs made me like hell.
Grandma was never concerned with it, even hard-boiled eggs are always offering to come at every meal or I woke up from deep sleep on the way. I sometimes even anger, disgust with the smell. I say there should not eat eggs at cars!, It's up to the outside. But I could not resist when presented with dry rice with tempe lead, because the smell of its leaves make fluffier rice is not only delicious but also. Moreover, rice is taken from the field itself, without pesticides, may now be known as organic rice. Cropping period longer but the results are astounding sound.
The long journey that took many hours, do not ask where because I do not know him at all, just as they neared the goal, I see a stretch of the course consists of grains of soft sand with no grass at all tends to even arid. In a modest house that we stopped in front of any mosque, said her grandmother's house we.
Her home was in Lampung I think, some other little kids running around no matter dizziness, while I still can not afford to walk because of severe dizziness drowsiness effect still felt in the head. I was presented with hot tea, he said to refresh the head, but could not get rid of wind in the stomach still feels queasy abysmally. Children running around, they say behind the house there is a stretch of the sea!. I was curious, but still could not move much, I think I want to see the sea, because in my life I rarely see the sea. Because I'm a child living in the suburbs, not far from the main city street, perhaps About a 1 kilo meter. So I've never seen the sea, at most, a river or broad fields stretching behind the shops at the back of the house.
We can not remember the night whether to stay or not, but we had rested long enough in the house. I do not remember well what then could see the sea or not, because the real attraction is the sea trip. Because of our daily life is to see the fields, rice fields and small woods in the township that when it was like a small forest. The streets are clean and wide with bamboo fences and hedges around the village life adorn the dirt road. Electricity did not even get into the village for a very long time. It was strange to me then that I realized the actual village not far from the railway station rather than have electric lighting, but was never able to send the current down to the village only one block away.
The long journey that is my story first, if allowed to choose I prefer to choose the train, because we can still choose, can sit in the car with the windows open, sitting on a direct rail connection to breathe the fresh air outside, looking at trees and power lines like running around and chasing each other was never tired and quit. Though trains are running hard and the trains leave each pole in place.
Distant relative's house but unfortunately we were not connected with the railway line that inevitably have to choose a landline with a minibus which is very annoying. Until now I do not like traveling by car, unless I bring it yourself, with your own car as well.
I have memories of the trip as the story of my childhood when my grandmother was still living with my brothers away from two people who lived in another town with the maternal grandmother. That's also what makes us, I mean me and my grandmother became very close, even to the great and last time with her in the 1980's
Es Serut atau Dogger?
Aneh aku tak ingat sama sekali bagaimana bentuk es ini entah sekedar es serut atau es dogger atau es krim yang diolah kasar?. Padahal aku bukan cuma tergila-gila tapi juga melakukan hal gila untuk bisa meminumnya lebih dari sekali!. Di jual dengan gerobak pikul, dengan deretan pikul di kanan-kirinya digunakan untuk menyangkutkan gelas jadi kita sebagai pembeli dengan mudah dapat mengambil gelas dan menyodorkannya ke penjualnya untuk mendapat layanan pertama.
Karena kalau menunggu penjualnya yang mengambilnya itu berarti kita harus antri betul, padahal peraturan tak tertulis adalah, siapa yang memegang gelas dahulu dan dengan cepat menyodorkannya kepada penjual berarti dialah yang harus dilayani duluan. Akibatnya, perselisihan dan persaingan berebut posisi menjadi pemandangan yang seru juga menjengkelkan, belum lagi diwarnai pertengkaran dan perkelahian. tapi begitulah anak-anak memainkan masanya, sepertinya semuanya serba boleh. Padahal untuk pembelajaran antri lebih baik, tapi siapa mau antri jika yang datang duluan diserobot oleh yang datang belakangan. Jadi model berebut gelas menjadi satu pilihan dan kisah tersendiri.
Di dalam blunder inilah seringkali kecurangan juga bermain, aku pernah mencobanya. Sebenarnya kejadian persisnya tak pernah aku rencanakan, karena aku termasuk jenis anak baik, begitu menurut pendapat teman-temanku, jadi "peristiwa aneh" ini tak pernah masuk dalam rencana jahatku sekalipun.
Ketika rebutan gelas tengah berlangsung dan penjual disibukkan dengan mengisi gelas dengan es serut manis, aku juga menyodorkan gelasku, aku menyodorkan asal tanpa maksud apapun tapi kebetulan terisi dengan cepat karena diantara kerumunan tangan mungkin aku mendorong gelasku agak maju ke depan dan menyebabkan terkesan aku anak paling duluan menyorongkan gelas jadi dengan cepat diisi, dan setelahnya, inilah saat yang tak kulupakan itu tiba-tiba, si penjual juga menyodorkan aku kembalian 4 rupiah, padahal aku cuma membayarnya dengan satu rupiah persis seharga 1 gelas kecil es serut tadi. Maka tanpa aku komentari aku langsung menarik dan mengiyakan saja kalau aku memang membayar dengan keping 5 rupiahan dan 4 rupiah itu adalah jatah kembalian uangku.
Nah disitulah aku mulai menyadari bahwa ternyata jahat itu bisa "diciptakan" oleh keadaaan atau ketidaksengajaan. Berikutnya aku memainkan trik aneh itu setiap kali aku tak punya pilihan lain, uang tak ada sementara rasa haus tak tertahankan. Aha, anehnya aku selalu berhasil setiap kali menggunakan trik memanfaatkan blunder rebutan gelas, tapi aku akui aku cuma melakukan beberapa kali dalam kondisi terdesak, selain itu aku tak berani khusus untuk iseng atau tak butuh benar es serut itu. Begitulah aku rupanya pernah memainkan trik berbahaya dan jahat, tapi aku berusaha untuk memaafkan diriku sendiri dengan tak pernah melakukannya lagi karena aku sadari kemudian penjual es serut pastilah sudah bekerja keras untuk menjualnya dan aku dengan jahat 'mempermainkannya'.
Shaved ice or Dogger?
by hans-acehdigest
Strange I can not remember at all how this form of either ice or ice just shaved ice or ice cream dogger treated rough?. Though I'm not only crazy but also do something crazy to be drinking more than once!. Sold with carts bear, bear with rows on either side are used for glass to associate as a buyer so we can easily pick up a glass and handed it to the dealer to get service first.
Because if you wait for the seller to take it that means we have to queue very well, but the unwritten rule is, who's holding the glass first and quickly handed it to the seller means he who should be served first. As a result, disputes and competition jockeyed for position to be an exciting scene is also annoying, not to mention the quarrels and fights marred. but that's how the kids play time, it seems everything is allowed. Yet for better line learning, but who would come first in line if that came appropriated by the latter. So the scramble model of glass into an option and its own story.
In the blunders often fraud is also playing, I never tried it. Actually, the exact events I never want to, because I'm including the kind of good kids, so in the opinion of my friends, so "unusual event" was never included in the malicious intent though.
When the fight was in progress and sellers glasses preoccupied with filling a glass with shaved ice sweetened, I also held out my glass, I thrust home without any intention but it happened quickly filled with hand among the crowd because maybe I pushed my glass slightly forward and cause the child impressed me the most first pushed the glass to be filled quickly, and after that, it's time to forget that not all of a sudden, the seller also offered me return four rupiahs, and I just paid him one rupiah just for a small glass of shaved ice earlier. So I went without my commentary interesting and just said yes if I was paying with a chip 5 rupiah and 4 rupiah return my money it is allotted.
Well that's where I began to realize that in fact it could mean "created" by the circumstances or inadvertence. Next I played a strange trick that every time I had no other choice, there's no money while the thirst is unbearable. Aha, strangely I always managed to trick each time using a bone of contention glass using a blunder, but I admit I just did a few times in a desperate condition, other than that I dared not for fun or shaved ice really did not need it. Apparently that's how I've played a dangerous and wicked trick, but I'm trying to forgive myself to never do it again because I realized then shaved ice vendor must have worked hard to sell and I mean 'a trick'
Karena kalau menunggu penjualnya yang mengambilnya itu berarti kita harus antri betul, padahal peraturan tak tertulis adalah, siapa yang memegang gelas dahulu dan dengan cepat menyodorkannya kepada penjual berarti dialah yang harus dilayani duluan. Akibatnya, perselisihan dan persaingan berebut posisi menjadi pemandangan yang seru juga menjengkelkan, belum lagi diwarnai pertengkaran dan perkelahian. tapi begitulah anak-anak memainkan masanya, sepertinya semuanya serba boleh. Padahal untuk pembelajaran antri lebih baik, tapi siapa mau antri jika yang datang duluan diserobot oleh yang datang belakangan. Jadi model berebut gelas menjadi satu pilihan dan kisah tersendiri.
Di dalam blunder inilah seringkali kecurangan juga bermain, aku pernah mencobanya. Sebenarnya kejadian persisnya tak pernah aku rencanakan, karena aku termasuk jenis anak baik, begitu menurut pendapat teman-temanku, jadi "peristiwa aneh" ini tak pernah masuk dalam rencana jahatku sekalipun.
Ketika rebutan gelas tengah berlangsung dan penjual disibukkan dengan mengisi gelas dengan es serut manis, aku juga menyodorkan gelasku, aku menyodorkan asal tanpa maksud apapun tapi kebetulan terisi dengan cepat karena diantara kerumunan tangan mungkin aku mendorong gelasku agak maju ke depan dan menyebabkan terkesan aku anak paling duluan menyorongkan gelas jadi dengan cepat diisi, dan setelahnya, inilah saat yang tak kulupakan itu tiba-tiba, si penjual juga menyodorkan aku kembalian 4 rupiah, padahal aku cuma membayarnya dengan satu rupiah persis seharga 1 gelas kecil es serut tadi. Maka tanpa aku komentari aku langsung menarik dan mengiyakan saja kalau aku memang membayar dengan keping 5 rupiahan dan 4 rupiah itu adalah jatah kembalian uangku.
Nah disitulah aku mulai menyadari bahwa ternyata jahat itu bisa "diciptakan" oleh keadaaan atau ketidaksengajaan. Berikutnya aku memainkan trik aneh itu setiap kali aku tak punya pilihan lain, uang tak ada sementara rasa haus tak tertahankan. Aha, anehnya aku selalu berhasil setiap kali menggunakan trik memanfaatkan blunder rebutan gelas, tapi aku akui aku cuma melakukan beberapa kali dalam kondisi terdesak, selain itu aku tak berani khusus untuk iseng atau tak butuh benar es serut itu. Begitulah aku rupanya pernah memainkan trik berbahaya dan jahat, tapi aku berusaha untuk memaafkan diriku sendiri dengan tak pernah melakukannya lagi karena aku sadari kemudian penjual es serut pastilah sudah bekerja keras untuk menjualnya dan aku dengan jahat 'mempermainkannya'.
Shaved ice or Dogger?
by hans-acehdigest
Strange I can not remember at all how this form of either ice or ice just shaved ice or ice cream dogger treated rough?. Though I'm not only crazy but also do something crazy to be drinking more than once!. Sold with carts bear, bear with rows on either side are used for glass to associate as a buyer so we can easily pick up a glass and handed it to the dealer to get service first.
Because if you wait for the seller to take it that means we have to queue very well, but the unwritten rule is, who's holding the glass first and quickly handed it to the seller means he who should be served first. As a result, disputes and competition jockeyed for position to be an exciting scene is also annoying, not to mention the quarrels and fights marred. but that's how the kids play time, it seems everything is allowed. Yet for better line learning, but who would come first in line if that came appropriated by the latter. So the scramble model of glass into an option and its own story.
In the blunders often fraud is also playing, I never tried it. Actually, the exact events I never want to, because I'm including the kind of good kids, so in the opinion of my friends, so "unusual event" was never included in the malicious intent though.
When the fight was in progress and sellers glasses preoccupied with filling a glass with shaved ice sweetened, I also held out my glass, I thrust home without any intention but it happened quickly filled with hand among the crowd because maybe I pushed my glass slightly forward and cause the child impressed me the most first pushed the glass to be filled quickly, and after that, it's time to forget that not all of a sudden, the seller also offered me return four rupiahs, and I just paid him one rupiah just for a small glass of shaved ice earlier. So I went without my commentary interesting and just said yes if I was paying with a chip 5 rupiah and 4 rupiah return my money it is allotted.
Well that's where I began to realize that in fact it could mean "created" by the circumstances or inadvertence. Next I played a strange trick that every time I had no other choice, there's no money while the thirst is unbearable. Aha, strangely I always managed to trick each time using a bone of contention glass using a blunder, but I admit I just did a few times in a desperate condition, other than that I dared not for fun or shaved ice really did not need it. Apparently that's how I've played a dangerous and wicked trick, but I'm trying to forgive myself to never do it again because I realized then shaved ice vendor must have worked hard to sell and I mean 'a trick'
Es Goyang, shake ice
Begitulah kami menyebutnya, penjual berusaha menggoyangkan gerobaknya untuk membuat es krim batangannya membeku. terus terang aku penasaran, bagaimana bisa begitu. Setiap kali aku membeli aku berusaha memperhatikan dengan sungguh-sungguh seperti apa persisnya.
Dari pinggiran gerobak aku cuma bisa melihat ada deretan cetakan es terbuat dari alumunium keperakan, dengan lubang sejajar berbentuk es krim batangan, mungkin jumlahnya ada lima puluh bahkan lebih dalam satu cetakan.
Penjual dengan cekatan akan mengisi setiap lubang es beserta stik kayu disetiap lubang dan kemudian menggoyangkannya, dan ajaib cairan itu lama kelamaan akan membeku dan kemudian kami berebut untuk mendapatkan per batangnya. Ketika itu harganya tak lebih dari 1 rupiah. Mungkin seribu dibandingkan dengan harga hari ini.
Lama aku tak melihatnya lagi, menurutku mesin itu mesin ajaib dan menakjubkan, bagaimana bisa proses yang rumit menjadi begitu mudah, tanpa mesin pendingin? tanpa kulkas?. Karena aku cuma melihat cetakan es dan campuran bahan terdiri dari sitrun atau santan dan tambahan rasa yang biasanya nagka, atau durian atau juga buah alpukat yang bisa membuat berbeda warna tergantung pilihan bahan tambahan tadi, termasuk juga rasanya yang pasti beda. Di sekeliling cetakan es, terdapat air memenuhi seluruh bagian cetakan, apakah mungkin di bagian bawah ada es balok yang dicampur garam pekat, yang sejak lama aku tahu bisa membuat es lebih dan tetap dingin untuk waktu yang lebih lama dari biasanya.
Selain es lilin, es yang dimasukkan ke dalam plastik kecil dan panjang berukuran 20 sentimeter dan dicampur dengan limun atau kacang hijau, es goyang adalah es favorit kami ketika kecil di SD 14 Wiroyudan, sebenarnya ada satu jenis lagi mungkin aku ceritakan lain kali. Karena yang mau aku ceritakan bukan cuma soal es, tapi bagaimana meminumnya berulang kali dengan cukup membayarnya dengan 1 rupiah!.
Shake Ice
by hans-acehdigest
That's how we call it, the salesman tried to wiggle his cart to make ice cream freeze batangannya. frankly I'm curious, how could so. Every time I buy I try to pay attention to really like what exactly.
From the edge of the cart, I can only see a row of ice molds are made of silver aluminum, with a parallel hole-shaped ice cream bars, perhaps fifty in number even more in a single mold.
The seller will deftly fill every hole with a stick of timber of ice in every hole and then swing it, and it magically fluid over time will freeze and then we scramble to get a trunk. When that price is not more than 1 rupiah. Maybe a thousand compared with today's prices.
I long to see it again, I think the machine was magical and wonderful machine, how can the complicated process becomes so easy, with no refrigeration? without a refrigerator?. Because I just saw the ice mold and consists of a mixture of coconut milk and lemon or additional flavors are usually nagka, or durian or avocado can also create different colors depending on the choice of additional ingredients before, as well as the taste is definitely different. Mold around the ice, there is water to meet all parts of the mold, is it possible there is ice at the bottom of the mixed beam of concentrated salts, which for a long time I knew I could make more and keep ice cold for a longer time than usual.
In addition to Popsicles, ice is put into a small plastic and measuring 20 centimeters long and mixed with lemonade or green beans, ice is ice shake our favorites as a child in elementary school 14 Wiroyudan, actually there is one kind of another way I tell you another time. Because that would tell me not just about the ice, but how many times the drink simply pay the one rupiah!
Dari pinggiran gerobak aku cuma bisa melihat ada deretan cetakan es terbuat dari alumunium keperakan, dengan lubang sejajar berbentuk es krim batangan, mungkin jumlahnya ada lima puluh bahkan lebih dalam satu cetakan.
Penjual dengan cekatan akan mengisi setiap lubang es beserta stik kayu disetiap lubang dan kemudian menggoyangkannya, dan ajaib cairan itu lama kelamaan akan membeku dan kemudian kami berebut untuk mendapatkan per batangnya. Ketika itu harganya tak lebih dari 1 rupiah. Mungkin seribu dibandingkan dengan harga hari ini.
Lama aku tak melihatnya lagi, menurutku mesin itu mesin ajaib dan menakjubkan, bagaimana bisa proses yang rumit menjadi begitu mudah, tanpa mesin pendingin? tanpa kulkas?. Karena aku cuma melihat cetakan es dan campuran bahan terdiri dari sitrun atau santan dan tambahan rasa yang biasanya nagka, atau durian atau juga buah alpukat yang bisa membuat berbeda warna tergantung pilihan bahan tambahan tadi, termasuk juga rasanya yang pasti beda. Di sekeliling cetakan es, terdapat air memenuhi seluruh bagian cetakan, apakah mungkin di bagian bawah ada es balok yang dicampur garam pekat, yang sejak lama aku tahu bisa membuat es lebih dan tetap dingin untuk waktu yang lebih lama dari biasanya.
Selain es lilin, es yang dimasukkan ke dalam plastik kecil dan panjang berukuran 20 sentimeter dan dicampur dengan limun atau kacang hijau, es goyang adalah es favorit kami ketika kecil di SD 14 Wiroyudan, sebenarnya ada satu jenis lagi mungkin aku ceritakan lain kali. Karena yang mau aku ceritakan bukan cuma soal es, tapi bagaimana meminumnya berulang kali dengan cukup membayarnya dengan 1 rupiah!.
Shake Ice
by hans-acehdigest
That's how we call it, the salesman tried to wiggle his cart to make ice cream freeze batangannya. frankly I'm curious, how could so. Every time I buy I try to pay attention to really like what exactly.
From the edge of the cart, I can only see a row of ice molds are made of silver aluminum, with a parallel hole-shaped ice cream bars, perhaps fifty in number even more in a single mold.
The seller will deftly fill every hole with a stick of timber of ice in every hole and then swing it, and it magically fluid over time will freeze and then we scramble to get a trunk. When that price is not more than 1 rupiah. Maybe a thousand compared with today's prices.
I long to see it again, I think the machine was magical and wonderful machine, how can the complicated process becomes so easy, with no refrigeration? without a refrigerator?. Because I just saw the ice mold and consists of a mixture of coconut milk and lemon or additional flavors are usually nagka, or durian or avocado can also create different colors depending on the choice of additional ingredients before, as well as the taste is definitely different. Mold around the ice, there is water to meet all parts of the mold, is it possible there is ice at the bottom of the mixed beam of concentrated salts, which for a long time I knew I could make more and keep ice cold for a longer time than usual.
In addition to Popsicles, ice is put into a small plastic and measuring 20 centimeters long and mixed with lemonade or green beans, ice is ice shake our favorites as a child in elementary school 14 Wiroyudan, actually there is one kind of another way I tell you another time. Because that would tell me not just about the ice, but how many times the drink simply pay the one rupiah!
Rabu, 20 Juni 2012
Baju Capung; Dragonfly Shirt
Hal teraneh yang pernah aku buat dengan capung adalah menangkapnya dengan batang lidi yang ujungnya dilumuri getah nangka yang aku dapat dengan cara memotong bagian tangkai daun dan getah di pangkalnya dibiarkan sedikit mengering, barulah dibalutkan di ujung lidi untuk jadi perangkap mematikan!.
Capung bakal lengket cukup dengan sedikit getah , kebanyakan getah malah jadi berantakan sayapnya. Karena yang kita mau cuma untuk permainan adu terbang, gantole ala capung. Menangkapnya cukup dengan mendekatkan capung ke jebakan, jangan lupa tahan nafas jadi tak ada gerakan yang mengganggu dan capung dengan cepat menempel, dan dengan gerak cepat juga kita melepaskan sebelum sayapnya terbalut getah.
Capung lalu diberi baju, dari bahan koran atau kertas layang yang ringan, jadi masih tetap bisa terbang, mengepak sayap dengan beban sedikit berat dari kertas, dan tak bisa terbang jauh. Lalu kami mengadu siapa terbang paling tinggi, paling jauh dan paling indah manuvernya. Begitulah berulang-ulang setiap kali dilepas harus dikejar beramai-ramai meskipun harus naik ke dahan pohon, karena seringkali capung-capung juga berusaha meloloskan diri dengan terbang ke bagian pucuk pohon yang tinggi.
Begitu bosan capung kami bebaskan dari baju mini dan melemparkannya jauh ke udara terbang bebas, meskipun nakal kami tak pernah dengan sengaja membunuhnya. Aku juga marah besar kalau ada teman yang sengaja memutus sayap agar dapat dengan mudah memasukan baju dari kertas.
Baju itu berbentuk persegi atau bulat tergantung kesukaan, dengan bagian tengah dilubangi setelah sebelumnya dilipat dua agar dapat lubang yang simetris, jangan lupa lubang jangan besar,pokoknya cukup untuk sayap bisa masuk tapi tak mudah keluar.
Jenis mainan ini tak lama, karena sedikit membosankan, paling juga selingan sambil membuang waktu sebelum sampai ke pabrik padi di Wanayasa. Tapi sayangnya banyak capung yang ketika dibebaskan tak bisa ditangkap lagi, jadilah ada capung yang terlanjur masih pakai baju mini terbang kesana kemari, namun anehnya malah jadi bahan lelucon kami. Dasar anak-anak!
Mini Dragonfly Shirt
by hans-acehdigest
The weirdest thing I ever made for dragonfly was caught with a rod whose ends are covered with a stick, jackfruit sap that I can by cutting the petiole sap at the base and allowed to dry slightly, then wrapped the end of the stick to be a deadly trap!.
Dragonflies will be quite a bit sticky sap, many sap even so messy wings. Because we want only to play shoot-flying, hang gliding style dragonfly. Close enough to catch a dragonfly into a trap, do not forget to hold the breath so no movement is distracting and dragonflies quickly attached, and with fast motion well before we release the wings wrapped in latex.
Dragonflies and given clothing, paper or paper made from a lightweight kite, so it can still fly, flapping wings with a little heavy loads of paper, and can not fly away. Then we complain who flew highest, most remote and most beautiful maneuver. That is repeated every time the release to pursue a gang although it should be up on the branch, as well as dragonflies often tried to escape by flying to the tops of tall trees.
So tired of our dragonfly release of a mini dress and threw it far into the air to fly free, although we never naughty deliberately killed. I was also furious if someone is accidentally cut off the wings to be able to easily enter the clothes of the paper.
Dress, rectangular or round depending on preferences, with the center hollowed out after previously folded in half to a symmetrical hole, do not forget to do a big hole, just enough for the wing easy to get in but not out.
These types of toys soon, because a little boring, most are also a distraction while wasting time before getting to the rice mill in Wanayasa. But unfortunately a lot of dragonflies that when released can not be arrested again, be there already dragonfly still wear mini flying to and fro, but oddly enough we even become a joke. These kids
Capung bakal lengket cukup dengan sedikit getah , kebanyakan getah malah jadi berantakan sayapnya. Karena yang kita mau cuma untuk permainan adu terbang, gantole ala capung. Menangkapnya cukup dengan mendekatkan capung ke jebakan, jangan lupa tahan nafas jadi tak ada gerakan yang mengganggu dan capung dengan cepat menempel, dan dengan gerak cepat juga kita melepaskan sebelum sayapnya terbalut getah.Capung lalu diberi baju, dari bahan koran atau kertas layang yang ringan, jadi masih tetap bisa terbang, mengepak sayap dengan beban sedikit berat dari kertas, dan tak bisa terbang jauh. Lalu kami mengadu siapa terbang paling tinggi, paling jauh dan paling indah manuvernya. Begitulah berulang-ulang setiap kali dilepas harus dikejar beramai-ramai meskipun harus naik ke dahan pohon, karena seringkali capung-capung juga berusaha meloloskan diri dengan terbang ke bagian pucuk pohon yang tinggi.
Begitu bosan capung kami bebaskan dari baju mini dan melemparkannya jauh ke udara terbang bebas, meskipun nakal kami tak pernah dengan sengaja membunuhnya. Aku juga marah besar kalau ada teman yang sengaja memutus sayap agar dapat dengan mudah memasukan baju dari kertas.
Baju itu berbentuk persegi atau bulat tergantung kesukaan, dengan bagian tengah dilubangi setelah sebelumnya dilipat dua agar dapat lubang yang simetris, jangan lupa lubang jangan besar,pokoknya cukup untuk sayap bisa masuk tapi tak mudah keluar.
Jenis mainan ini tak lama, karena sedikit membosankan, paling juga selingan sambil membuang waktu sebelum sampai ke pabrik padi di Wanayasa. Tapi sayangnya banyak capung yang ketika dibebaskan tak bisa ditangkap lagi, jadilah ada capung yang terlanjur masih pakai baju mini terbang kesana kemari, namun anehnya malah jadi bahan lelucon kami. Dasar anak-anak!
Mini Dragonfly Shirt
by hans-acehdigest
The weirdest thing I ever made for dragonfly was caught with a rod whose ends are covered with a stick, jackfruit sap that I can by cutting the petiole sap at the base and allowed to dry slightly, then wrapped the end of the stick to be a deadly trap!.
Dragonflies will be quite a bit sticky sap, many sap even so messy wings. Because we want only to play shoot-flying, hang gliding style dragonfly. Close enough to catch a dragonfly into a trap, do not forget to hold the breath so no movement is distracting and dragonflies quickly attached, and with fast motion well before we release the wings wrapped in latex.
Dragonflies and given clothing, paper or paper made from a lightweight kite, so it can still fly, flapping wings with a little heavy loads of paper, and can not fly away. Then we complain who flew highest, most remote and most beautiful maneuver. That is repeated every time the release to pursue a gang although it should be up on the branch, as well as dragonflies often tried to escape by flying to the tops of tall trees.
So tired of our dragonfly release of a mini dress and threw it far into the air to fly free, although we never naughty deliberately killed. I was also furious if someone is accidentally cut off the wings to be able to easily enter the clothes of the paper.
Dress, rectangular or round depending on preferences, with the center hollowed out after previously folded in half to a symmetrical hole, do not forget to do a big hole, just enough for the wing easy to get in but not out.
These types of toys soon, because a little boring, most are also a distraction while wasting time before getting to the rice mill in Wanayasa. But unfortunately a lot of dragonflies that when released can not be arrested again, be there already dragonfly still wear mini flying to and fro, but oddly enough we even become a joke. These kids
Desain; Drawing designs
Hal lain yang hampir selalu menyita perhatianku selain bermain adalah menggambar. Aku menyukai gambar bentuk, mungkin desain produk barangkali. Aku menyukai bentuk persegi panjang kotak rinso di edisi awal kemunculan produk itu, maksudku di masa kecilku karena produk olahan unilever itu pastilah jauh lebih tua dari umurku.
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Penculik dan Brug; Kidnappers and Brug
Apa hubungannya ya?. Tapi di masa kecilku dulu cerita ini menjadi bagian yang paling menarik dari kisah dan petualangan anak-anak. karena selain menakutkan, kisah ini dibumbui dengan berbagai kengerian yang membuat anak-anak jadi enggan main di sawah utara, terutama di brug yang berada di tengah jalan sepanjang satu kilometer menuju pabrik padi.
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.
Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Kisah Andung, Fatal accident
cerita ini bukan tentang aku, tapi aku tak pernah bisa lupa yang satu ini, bisa jadi ini untuk pertama kalinya aku melihat sesuatu yang fatal. Aku bahkan menjulukinya "penis tambalan", sejak peristiwa naas itu karena memang penisnya tersobek parah di kecelakaan fatal itu.
Kami berlima bergayutan di pohon waru di depan tungku pembakaran logam, pohon berdaun lebar dengan bunga kuning itu memang tumbuh tepat di pinggiran jalan tepat diseberang rumah yang ditinggali para penjaja es krem sorong alias es dung-dung, karena setiap kali penjaja lewat membunyikan sebuah benda berbentuk bulat dengan bagian tengah sedikit benjol yang biasa kami sebut dengan gong atau kenong kecil yang berbunyi dung-dung-dung setiap kali di pukul.
Pohon itu selalu menarik perhatian kami karena berdahan kuat dengan bagian batang besar pohon itu meliuk mendekati bagian permukaan air, apalagi jika air mengalir deras, kami bisa mengayunkan kaki menyentuh air, kemudian bergantian bergayutan. Namun di hari naas itu Andung kakak kelasku terjatuh, dan sialnya bagian bawah semak yang ditumbuhi bunga bersegi lima berwarna putih, baru saja dipangkas para pencari rumput untuk memudahkan memilah rumput, dan fatalnya lagi andung tepat jatuh diantara dahan yang sedang dalam keadaan terpotong, maka tak disangka oleh siapapun "anunya" terluka sayat yang cukup membuat aku tak sanggup makan selama beberapa hari.
Aku tak ingat kemudian bagaimana proses pertolongannya, dalam keadaan terluka parah, dibawa kerumah sakit terdekat dengan becak yang melintas di pinggiran jalan, dan seminggu kemudian kami sudah mendapatinya di rumah mengenakan sarung seperti habis sunat, dengan beberapa jahitan dibagian yang aku ceritakan tadi. Dan sejak itu pula resmilah ia menyandang predikat "penis tambalan". begitulah dalam dunia anak-anak, sesuatu yang menyakitkan tetap saja bisa menjadi kegembiraan, bahkan di kemudian hari Andung membanggakan "anunya" yang tak biasa itu.
Fatal Accident
by hans-acehdigest
This story is not about me, but I can never forget this one, it could be this for the first time I saw something fatal. I even called him "penis patch", since the ill-fated because his penis was badly torn in the accident was fatal.
Bergayutan five of us in the hibiscus tree in front of the furnace metal, broad-leaved trees with yellow flowers that are grown right on the edge of the road just opposite the house occupied by an ice cream ice sliding aka dung-dung, because every time a vendor through a ring-shaped objects rounded to the center of the little bumps that we call a gong or a ring of small kenong dung-dung-dung at each time.
The tree was always attracted our attention due to the strong branchy trunk of the tree close to the curved surface of the water, especially if the water flowed freely, we can swing leg touches the water, then turns hanging. But on that fateful day Andung brother dropped my class, and unfortunately the bottom of an overgrown bush pentagonal white flowers, freshly mowed grass seekers to facilitate the sort of grass, and fatal falls among right again grandmother who was in a state branch cut, then no suspected by anyone "his goods" slice injured enough to make me unable to eat for several days.
I do not remember then how to process his help, the state was seriously injured, was taken to the hospital closest to a passing rickshaw on a side road, and a week later we find him at home wearing a sarong like it had been circumcised, with a few stitches section that I told you. And since then also on the record he bears the title of "penis patch". that's how the world of children, something that still can be painful joy, even in later life Andung boasts "his goods" are not unusual
Selasa, 19 Juni 2012
Batu Cincin, Stone Ring
Aneh, aku seperti terobsesi dengan cerita yang satu ini, sekalipun sebenarnya hampir mustahil aku mengalami kejadian ini. karena aku kenal betul bagaimana nakalnya anak-anak di stasiun. Mereka tak cuma dikenal kasar dan bandel, tapi juga sedikit kriminal. Kebiasaan melempari jendela kereta api dengan batu yang seringkali mengambil korban para penumpang yang tengah tertidur lelap dipinggiran jendela atau siapapun penumpang yang tengah berada di dekat jendela. Pecahan kaca bisa melukai mata dan muka.
Di setiap kesempatan setiap kali mengingt masa kecil antara percaya dan tidak, aku merasakan seperti pernah mengalami sebuah babak di masa kecilku. Aku pernah berkelahi dengan anak-anak rel kereta api.
Keseharianku meskipun tak sepenuhnya nakal, aku tak jarang berkelahi dengan teman sebayaku, terutama karena aku melindungi adik-adikku, atau karena persaingan permainan. Biasalah yang kalah tak terima dan berakhir dengan perkelahian kecil. Dua tiga hari kembali baikan, seperti tak pernah terjadi apa-apa.
Menurut ingatanku yang sedikit menipu, di hari peristiwa itu terjadi seperti biasa aku main di stasiun. Bagian rel dan bantalan kereta api berisi kumpulan kerikil kasar yang diambil dari sungai. Diantara kumpulan batu-batu itu kadang-kadang terdapat batu cantik, bening dan berwarna tertentu yang dicari juga oleh para pecinta batu cincin. Jadilah batu-batu cantik itu menjadi buruan, baik disengaja maupun tidak. maksudku, jika sesekali iseng melintas di sepanjang rel dan sambil mengamati batuan dan kebetulan menemukan batu cantik, tak ada salahnya membawa pulang.
Begitupun dengan aku. pagi itu aku menyusuri sepanjang rel kereta api, kuperkirakan sekilo lebih, karena jika terlalu jauh juga selain letih, lapar karena pagi belum sarapan dan panas matahari yang meninggi juga menambah haus tak tertahankan, sementara kami tak punya uang persediaan, kecuali dengan memanfaatkan air di kamar mandi stasiun. Sepanjang rel kami berusaha menemukan batu cantik, belakangan aku pikir untuk apa sebenarnya aku melakukan semua itu, karena toh aku tak pernah menjual batu cincin sebelumnya, atau katakanlah aku menemukan batu indah, tapi untuk apa, apa aku kemudian menyimpannya?.
Tapi di dalam kisahku aku tetap saja mencarinya, barangkali itu lebih didorong oleh rasa penasaran dari cerita orang tentang batu-batu indah yang bernilai jual tinggi, dan kemudian aku berharap menjadi salah satu orang yang beruntung menemukannya. Ketika itulah dalam perjalanan kami bertemu dengan kumpulan anak-anak stasiun kereta api, awalnya kami sama sekali tak menggubrisnya. Namun kemudian lagak dan gayanya mengesalkan dan ketika dipancing untuk kesekian kalinya, ditambah haus dan lapar, kami kemudian membalasnya dan terjadilah perkelahian itu. Aku tak kenal takut jika sudah dipancing, bahkan seingatku ketika aku kelas 3 SD aku berani melawan kakak kelasku di kelas 6 meskipun kalah pada akhirnya, setidaknya aku sempat mendaratkan pukulan diwajahnya yang pasti akan diingat sakitnya dan membuatnya jera untuk melawanku.
Dalam perkelahian itu aku satu lawan satu, aku melawan mungkin pimpinan atau ketua genk, aku berusaha tak mengalah dan menyerah, itu juga yang kemudian membuat teman-temannya tiba-tiba melerai dan kemudian membiarkan kami main di wilayah kekuasaan mereka.
Tapi anehnya, aku merasa cuma bermimpi setiap kali mengingat kejadian yang satu ini, antara yakin dan tidak. Bisa jadi awalnya aku menceritakan kisah ini untuk menunjukkan bahwa aku pemberani, aku peduli dengan adik-adikku, dan setiap kali aku bercerita dengan anakku aku selalu menyelipkan kisah ini. Tapi begitupun terlepas dari benar tidaknya kisah ini, aku memang dikenal tak penakut ketika kecil, kecuali dengan hantu!.
Stone Ring
by hans-acehdigest
Strange, I was obsessed with a story like this one, though I actually almost impossible to experience this event. for I know well how naughty children at the station. They are not only known for rough and tough, but also a little criminal. Habit of throwing stones at a train window that often takes its toll of the passengers who were asleep sidelines passenger window or anyone who was near the window. Broken glass could injure the eyes and face.
On each occasion every time mengingt childhood between believing and not, I feel like have had a round in my childhood. I've fought with the children railroads.
My daily is not entirely bad though, I often fight with peers, especially since I melndungi my sisters, or because of the competition game. You know who did not accept defeat and ended with a minor scuffle. Two three days back better, such as had never happened.
According to my memory a bit deceptive, on the day it happened as usual I was playing at the station. Rail section and rail pads contain a collection of coarse gravel taken from rivers. Among a collection of stones that sometimes there is a beautiful stone, clear and colored tertantu also sought by lovers of stone rings. Be beautiful stones to be hunted, whether intentional or not. I mean, if occasionally passing fad along the rail and watching the rocks and by chance found a beautiful stone, it's worth bringing home.
Likewise with me. morning I walked along the railroad tracks, I figured a kilo more, because if too much is also in addition to fatigue, hunger since the morning before breakfast and a hot sun that rises also increase thirst unbearable, while we did not have the money stock, except with the use of water at room shower stations. Along the tracks we tried to find a beautiful stone, later I thought to what I actually do all of that, because after all I've never sold before the stone ring, or let's say I found a beautiful stone, but for what, what I then save it?.
But in the story I'm still looking for it, perhaps it is driven more by curiosity than the story of beautiful stones are high value, and then I hope to be one of the lucky person to find it. When that's the way we meet a collection of children's train station, initially we did not listen. But then the annoying mannerism and style and when provoked for the umpteenth time, plus the thirsty and hungry, we went back and a fight broke it. I do not know if it provoked fear, even as I recall when I was 3rd grade I was dared to fight against brother my class in grade 6 though defeated in the end, at least I could land a punch on her face that will surely remember the pain and make it a deterrent against me.
I was in a fight one on one, I might fight gang leader or chairman, I try not to give in and surrender, which was also later made friends suddenly broke it up and then let us play on their turf.
But strangely, I feel just a dream every time recall this one incident, the sure and did not. It may be that initially I was told this story to show that I'm brave, I care about my sisters, and every time I talked with my son I always put this story. But as did regardless of whether or not this story, I was not scared when the little known, except by a ghost
Di setiap kesempatan setiap kali mengingt masa kecil antara percaya dan tidak, aku merasakan seperti pernah mengalami sebuah babak di masa kecilku. Aku pernah berkelahi dengan anak-anak rel kereta api.
Keseharianku meskipun tak sepenuhnya nakal, aku tak jarang berkelahi dengan teman sebayaku, terutama karena aku melindungi adik-adikku, atau karena persaingan permainan. Biasalah yang kalah tak terima dan berakhir dengan perkelahian kecil. Dua tiga hari kembali baikan, seperti tak pernah terjadi apa-apa.
Menurut ingatanku yang sedikit menipu, di hari peristiwa itu terjadi seperti biasa aku main di stasiun. Bagian rel dan bantalan kereta api berisi kumpulan kerikil kasar yang diambil dari sungai. Diantara kumpulan batu-batu itu kadang-kadang terdapat batu cantik, bening dan berwarna tertentu yang dicari juga oleh para pecinta batu cincin. Jadilah batu-batu cantik itu menjadi buruan, baik disengaja maupun tidak. maksudku, jika sesekali iseng melintas di sepanjang rel dan sambil mengamati batuan dan kebetulan menemukan batu cantik, tak ada salahnya membawa pulang.
Begitupun dengan aku. pagi itu aku menyusuri sepanjang rel kereta api, kuperkirakan sekilo lebih, karena jika terlalu jauh juga selain letih, lapar karena pagi belum sarapan dan panas matahari yang meninggi juga menambah haus tak tertahankan, sementara kami tak punya uang persediaan, kecuali dengan memanfaatkan air di kamar mandi stasiun. Sepanjang rel kami berusaha menemukan batu cantik, belakangan aku pikir untuk apa sebenarnya aku melakukan semua itu, karena toh aku tak pernah menjual batu cincin sebelumnya, atau katakanlah aku menemukan batu indah, tapi untuk apa, apa aku kemudian menyimpannya?.
Tapi di dalam kisahku aku tetap saja mencarinya, barangkali itu lebih didorong oleh rasa penasaran dari cerita orang tentang batu-batu indah yang bernilai jual tinggi, dan kemudian aku berharap menjadi salah satu orang yang beruntung menemukannya. Ketika itulah dalam perjalanan kami bertemu dengan kumpulan anak-anak stasiun kereta api, awalnya kami sama sekali tak menggubrisnya. Namun kemudian lagak dan gayanya mengesalkan dan ketika dipancing untuk kesekian kalinya, ditambah haus dan lapar, kami kemudian membalasnya dan terjadilah perkelahian itu. Aku tak kenal takut jika sudah dipancing, bahkan seingatku ketika aku kelas 3 SD aku berani melawan kakak kelasku di kelas 6 meskipun kalah pada akhirnya, setidaknya aku sempat mendaratkan pukulan diwajahnya yang pasti akan diingat sakitnya dan membuatnya jera untuk melawanku.
Dalam perkelahian itu aku satu lawan satu, aku melawan mungkin pimpinan atau ketua genk, aku berusaha tak mengalah dan menyerah, itu juga yang kemudian membuat teman-temannya tiba-tiba melerai dan kemudian membiarkan kami main di wilayah kekuasaan mereka.
Tapi anehnya, aku merasa cuma bermimpi setiap kali mengingat kejadian yang satu ini, antara yakin dan tidak. Bisa jadi awalnya aku menceritakan kisah ini untuk menunjukkan bahwa aku pemberani, aku peduli dengan adik-adikku, dan setiap kali aku bercerita dengan anakku aku selalu menyelipkan kisah ini. Tapi begitupun terlepas dari benar tidaknya kisah ini, aku memang dikenal tak penakut ketika kecil, kecuali dengan hantu!.
Stone Ring
by hans-acehdigest
Strange, I was obsessed with a story like this one, though I actually almost impossible to experience this event. for I know well how naughty children at the station. They are not only known for rough and tough, but also a little criminal. Habit of throwing stones at a train window that often takes its toll of the passengers who were asleep sidelines passenger window or anyone who was near the window. Broken glass could injure the eyes and face.
On each occasion every time mengingt childhood between believing and not, I feel like have had a round in my childhood. I've fought with the children railroads.
My daily is not entirely bad though, I often fight with peers, especially since I melndungi my sisters, or because of the competition game. You know who did not accept defeat and ended with a minor scuffle. Two three days back better, such as had never happened.
According to my memory a bit deceptive, on the day it happened as usual I was playing at the station. Rail section and rail pads contain a collection of coarse gravel taken from rivers. Among a collection of stones that sometimes there is a beautiful stone, clear and colored tertantu also sought by lovers of stone rings. Be beautiful stones to be hunted, whether intentional or not. I mean, if occasionally passing fad along the rail and watching the rocks and by chance found a beautiful stone, it's worth bringing home.
Likewise with me. morning I walked along the railroad tracks, I figured a kilo more, because if too much is also in addition to fatigue, hunger since the morning before breakfast and a hot sun that rises also increase thirst unbearable, while we did not have the money stock, except with the use of water at room shower stations. Along the tracks we tried to find a beautiful stone, later I thought to what I actually do all of that, because after all I've never sold before the stone ring, or let's say I found a beautiful stone, but for what, what I then save it?.
But in the story I'm still looking for it, perhaps it is driven more by curiosity than the story of beautiful stones are high value, and then I hope to be one of the lucky person to find it. When that's the way we meet a collection of children's train station, initially we did not listen. But then the annoying mannerism and style and when provoked for the umpteenth time, plus the thirsty and hungry, we went back and a fight broke it. I do not know if it provoked fear, even as I recall when I was 3rd grade I was dared to fight against brother my class in grade 6 though defeated in the end, at least I could land a punch on her face that will surely remember the pain and make it a deterrent against me.
I was in a fight one on one, I might fight gang leader or chairman, I try not to give in and surrender, which was also later made friends suddenly broke it up and then let us play on their turf.
But strangely, I feel just a dream every time recall this one incident, the sure and did not. It may be that initially I was told this story to show that I'm brave, I care about my sisters, and every time I talked with my son I always put this story. But as did regardless of whether or not this story, I was not scared when the little known, except by a ghost
Langganan:
Komentar (Atom)






























