Yang kumaksud adalah semua koleksi unik didalamnya. Ketika belum dikenal galon, kakek ternyata telah memiliki galon kaca berjumlah puluhan yang entah di dapat darimana dan diperuntukkan untuk apa. Galon kaca itu disimpan di lantai dua, dibiarkan terbuka terbakar matahari dan jika hujan sebagian galon akan berisi air dan menyebabkan sebagiannya berlumut karena air yang masuk ke dalam galon tergenang cukup lama dan matahari kemudian menyuburkan ganggang yang berada dalam galon kaca itu.
Piring-piring keramik juga cukup banyak memenuhi lemari kuno yang juga dijadikan pajangan televisi di ruang tamu utama yang berbentuk perahu raksasa. piring-piring itu memenuhi hampir seluruh bagian rak bawah, dengan sedikit bagian kaca sehingga deretan koleksi piring keramik kuno itu bisa sedikit terlihat dari luar.
Kakek juga memiliki koleksi kesukaanku, yang pada akhirnya juga aku rusakkan, karena aku tak memahami bahwa bagian belakang radio transistor raksasa itu berisi, tabung transistor yang sangat rapuh dan mudah pecah dan sialnya lagi barang itu tak lagi diproduksi pada masa itu, sehingga jika rusak maka tak akan ada lagi suku cadang penggantinya. Maka radio transistor super besar itu pada akhirnya hanya menjadi meja pajang di bagian rumah belakang dan diatasnya diletakkan radio transistor baru yang dibeli kakek sebagai pengganti radio lama, dan menjadi hiburannya di kala malam ketika membersihkan halaman dengan memilih setelah siaran wayang kulit atau wayang orang, yang seolah-olah dapat dinikmati visualnya. Karena radio transistor itu pulalah, televisi di rumah menjadi tontonan yang tidak menarik ditambah tak ada anggota keluarga lain yang tertarik untuk menonton televisi kecuali "Dunia Dalam Berita" , klop dengan aturan larangan menonton yang selalu diributkan oleh ibuku, jika malam belajar, belajar, belajar dan tak ada nonton televisi, akibatnya aku menjadi penggila televisi liar yang selalu harus kupuaskan dengan menonton tivi di rumah tetangga, jika tidak dirumah pak haji yang terbatas waktunya cuma hingga sore hari, maka aku main hingga larut malam dan terpaksa harus kucing-kucingan di rumah subekti di deretan toko dekat jalan Kolopaking.
Rumah itu juga punya koleksi, sebenarnya sih bukan koleksi, tapi bisa disebut barang rongsokan, tapi bukan barang sembarangan karena ini jenis mobil mewah pada masanya dulu. Karena kakek berbisnis barang daur ulang berbahan baku karet, sehingga kadang-kadang mendapatkan bukan cuma ban mobil tapi dengan mobilnya sekalian, menurut kakek mobil bisa dimanfaatkan bagian per bagian. tapi entah kenapa khusus yang satu ini mobil itu dibiarkan untuk waktu yang lama dibiarkan utuh. Aku menyukainya setengah mati, karena aku bisa langsung bermain mobil-mobilan dengan mobil asli, holden lagi. Mungkin tak akan ada duanya karena jenis mobil ini memang langka.
Home and contents
by hans-acehdigest
I mean all the unique collection in it. When the unknown gallon, grandfather turned out to have had tens of gallons of glass that can be either on where and destined for nothing. Gallon glass was deposited on the second floor, left open burning sun and if the rain will contain most of gallons of water and caused in part because of mossy water into gallons of stagnant long enough and the sun and fertilize algae in glass gallon.
Ceramic plates is also enough to meet the old cabinets are also used as a display of the main television in the living room in the form of a giant boat. plates that meet almost every part of the bottom shelf, with a bit of the glass so that the rows of a collection of ancient ceramic plates that can be slightly visible from the outside.
Also has a collection of my favorite grandfather, who in turn also I rusakkan, because I do not understand that the back of the giant transistor radio shows, tube transistors that are very fragile and easily broken again and unfortunately it is no longer manufactured goods at the time, so if it breaks then there will be no replacement parts. Then the transistor radio was super great in the end only a counter at the back of the house and laid on top of a new transistor radio that my grandfather bought as a replacement for the old radio, and a consolation in times of night when the cleaning page by selecting the broadcast shadow puppets or wayang people, who as if to enjoy the visual. Because the transistor radio that also, television in the home becomes an unattractive spectacle plus there was no other family members who are interested to watch television except for "The World In The News", fit the rules that ban watching my mother always fuss, if the night studying, learning, learning and no watching television, television as a result I became a wild enthusiast who always have to kupuaskan by watching a television at a neighbor's house, if not at home pack pilgrimage limited time only until late afternoon, so I was playing late into the night and forced to cat and mouse in the house subekti in a row of shops near the Kolopaking.
The house also has a collection, actually, not a collection, but it could be called a junkyard, but not things haphazardly as this type of luxury cars in his time first. Because grandparents do business goods made from recycled rubber, so that sometimes get not just tires but with all the car, the car can be utilized by grandparents parts. but somehow this one particular car was left for a long time is left intact. I love it to death, because I can just play with the cars original car, holden again. May not be second to none because this is a rare type of car.
Label
10 tahun tsunami.
(1)
2013
(1)
acehku
(1)
Adikku.
(1)
Aku
(4)
Among-among
(1)
Anak-anak
(1)
Anak-Anak Dikutuk
(1)
Angka ajaib
(1)
aqiqahku
(1)
Ayahku
(1)
babak baru
(1)
bakso
(1)
Barzanji
(1)
batu cincin
(1)
belimbing
(1)
Belut Loch Ness
(1)
Belut Sawah; Mancing Belut
(1)
Bibiku
(2)
bioskop misbar
(1)
birtdhday party
(1)
bisnis keluarga
(1)
busur dan panah
(1)
capung
(1)
Celengan bambu
(1)
China's Neighbords
(1)
Cibugel 1979
(1)
Cibugel Sumedang
(2)
cinta bunda
(1)
cracker
(1)
Curek; Inflammation
(1)
Dapur nenek
(1)
dejavu
(1)
Dian Kurung
(1)
distant relatives
(1)
Dremolem Or Dream Of Land
(1)
es dogger
(1)
es goyang
(1)
es serut
(1)
Fried Sticky Rice
(1)
Gadis Kecil
(1)
gambar desain
(1)
gambarku
(1)
Gandrung Mangu
(2)
golek;nugget cassava
(1)
harmonika kecilku
(1)
Ibuku
(11)
Ibuku Atau Kakakku?
(1)
Ikan
(2)
ikan dan ular
(1)
iseng
(1)
jalan kolopaking
(2)
Jalan Kusuma
(2)
jangkrik Jaribang Jaliteng
(1)
Jenang Candil
(1)
jogging
(1)
Juadah
(1)
Juz Amma
(1)
kakek dan nenek
(3)
kakekku
(3)
kecelakaan fatal
(2)
kelahiranku
(1)
Kelas Terakhir; the last class
(1)
kenangan
(1)
Kerupuk Legendar
(1)
kilang padi
(1)
Klapertart Cake
(1)
kolam ikan masjid
(1)
koleksi stiker
(1)
koleksi unik
(1)
koplak dokar dan colt
(1)
kota kecil dan rumahku
(1)
Kue tape
(1)
Kutawinangun
(1)
Lanting
(1)
little cards
(1)
Loteng rumah
(1)
lotere
(1)
lottery
(1)
mainan anak-umbul
(1)
makan
(1)
makkah
(1)
Malam Jum'at
(1)
Mancing Belut
(1)
masa kecil
(9)
masa kecil.
(1)
masa lalu
(2)
masjid kolopaking
(1)
meatballs
(1)
Mengaji
(1)
Minum Dawet
(1)
morning walk
(1)
my
(1)
my birth
(1)
my first notes
(6)
my mom
(4)
my note
(25)
Nama ibuku
(1)
Nenek Sumedang
(1)
new round
(1)
new year
(2)
others notes
(1)
ours home
(1)
padi sawah wetan
(2)
pande besi
(1)
Papan Tulis
(1)
Pasar dan Ibuku
(1)
Penculik dan Bruk
(1)
Pencuri
(1)
Perjalanan 25 Tahun Bag. Pertama
(1)
personal
(1)
Puasa
(1)
radio transistor
(1)
Roti dan Meriam Kauman
(1)
Rumah Ban
(1)
Rumah Kakek dan Nenek
(5)
rumah karang sari
(1)
rumah kecil di pojok jalan
(4)
rumah kelinci
(1)
rumah kutawinangun
(1)
Rumah Pojok
(1)
rumahku
(1)
Sarapan Apa Sahur?
(1)
saudara jauh
(1)
sawah utara
(1)
sawah wetan
(2)
SD Kebumen
(1)
Sepeda dan Meteor
(1)
shake es
(1)
shalat jamaah
(1)
sintren
(1)
Starfruit for Mom
(1)
Stasiun Kereta Api
(2)
Sumedang 1979
(1)
Sungai Lukulo.
(1)
tahun awal
(17)
tahun baru
(1)
Taman Kanak-kanak
(1)
Tampomas I
(1)
tanteku
(2)
Tetangga Cina
(1)
The magic Number
(1)
tradisional
(1)
tsunami 2014
(1)
Visionary grandpa
(1)
Wayang Titi
(1)
Rabu, 20 Juni 2012
Dapur Aneh? Weird Kitchen?
Dapurnya berbentuk ruangan kecil, mungkin lebih tepat jika disebut gudang. Aku tak tahu persis mengapa kakek dan nenek tak melengkapi dapurnya dengan sesuatu yang menarik sebagai sebuah dapur. Padahal nenek kemudian juga berbisnis warung nasi pada akhirnya. Tapi tetap saja dapur itu tak banyak berubah kecuali bertambah banyak alat dapurnya. Bagian belakang dapur langsung berbatas dengan kamar tante muhibah, sementara bagian depannya berbatas dengan sebuah mobil sejenis lamborgini berwarna hitam yang sangat menawan. dan dalam hidupku kemudian aku menyesalkan hilangnya mobil itu menjadi barang rongsokan tak berharga sama sekali.
Aku pernah bereksperimen di dapur aneh itu, untuk memasak mie instant, kejadiannya justru aku dimarahi habis-habisan, karena dianggap main api. Aku cuma ingin sedikit membantu ibuku, mencoba memasak dan berharap akan sedikit meringankan beban ibuku tanpa perlu merengek untuk minta dimasakkan, ternyata malah sebaliknya.
Ada benarnya barangkali, karena jika terbakar bukan cuma dapur yang akan ludes terbakar, tapi juga seluruh bagian kamar tante, dan terutama rumah tetangga sebelah karena bagian dinding samping dapur langsung berbatas dengan dinding rumah tetangga yang beratap genteng.
Tentang dapur itu, anehnya aku tak pernah bisa mengingat dengan baik, bagaimana prosesi nenek memasak atau ibuku memasak untuk anak-anaknya, apakah memang benar mereka menggunakan dapur itu atau ada bagian lain dari rumah yang dapat dimanfaatkan untuk urusan masak-memasak. Setahuku masakan selalu sudah siap saji, bisa jadi karena sebagai anak laki-laki aku terlalu dimanjakan, maksudku itu pula yang menyebabkan aku tak pernah begitu peduli pada proses tapi pada hasil. Baik Kakek atau nenek dan mungkin juga ibu membiarkanku banyak main. Tepatnya aku yang berinisiatif untuk selalu bermain dan berusaha untuk tak berlama-lama di rumah.
Kisah dapur itu adalah kisah dua generasi di masaku, nenek, ibu dan tanteku. Selanjutnya aku tak tahu persis apakah dapur itu masih berfungsi dengan baik sebagai dapur atau malah menjadi gudang?. entahlah!.
Weird Kitchen?
by hans-acehdigest
shaped kitchen was a small room, perhaps more accurately called the warehouse. I do not know exactly why the grandparents did not equip the kitchen with something interesting as a kitchen. Though grandmothers rice stall then also do business in the end. But still, the kitchen was not much change except to grow a lot of kitchen tools. The back of the kitchen directly adjacent with auntie room goodwill, while the front is adjacent to a car with a black lamborgini very charming. and in my life and I regret the loss of the car becomes worthless junk at all.
I've experimented in the kitchen it's strange, to cook instant noodles, it happened I yelled it out, because they are playing with fire. I just want a little help my mother, trying to cook and hopes to slightly ease the burden of my mother without the need to whine to ask cooked, it turns out opposite.
There's probably true, because if the fire is not just a kitchen that will be sold on fire, but also throughout the room aunt, and especially the house next door neighbor because of the side wall of the kitchen directly adjacent with a neighbor's wall tile-roofed houses.
On the kitchen was, oddly enough I can never remember it well, how the procession grandmother or my mother's cooking cooking for children, whether it is true that they use the kitchen or any other part of the house that can be used for cooking affairs. As far as food is always readily available, it could be because as a boy I was too spoiled, I mean that is what cause I never really care about the process but on results. Both the grandfather or grandmother and mother may also let a lot of play. I am exactly who took the initiative to always play and try not to linger in the house.
The story of the kitchen is the story of two generations in my day, grandmother, mother and aunt. Furthermore I do not know exactly whether the kitchen was still functioning well as a kitchen or even a barn?. I do not know!.
Aku pernah bereksperimen di dapur aneh itu, untuk memasak mie instant, kejadiannya justru aku dimarahi habis-habisan, karena dianggap main api. Aku cuma ingin sedikit membantu ibuku, mencoba memasak dan berharap akan sedikit meringankan beban ibuku tanpa perlu merengek untuk minta dimasakkan, ternyata malah sebaliknya.
Ada benarnya barangkali, karena jika terbakar bukan cuma dapur yang akan ludes terbakar, tapi juga seluruh bagian kamar tante, dan terutama rumah tetangga sebelah karena bagian dinding samping dapur langsung berbatas dengan dinding rumah tetangga yang beratap genteng.
Tentang dapur itu, anehnya aku tak pernah bisa mengingat dengan baik, bagaimana prosesi nenek memasak atau ibuku memasak untuk anak-anaknya, apakah memang benar mereka menggunakan dapur itu atau ada bagian lain dari rumah yang dapat dimanfaatkan untuk urusan masak-memasak. Setahuku masakan selalu sudah siap saji, bisa jadi karena sebagai anak laki-laki aku terlalu dimanjakan, maksudku itu pula yang menyebabkan aku tak pernah begitu peduli pada proses tapi pada hasil. Baik Kakek atau nenek dan mungkin juga ibu membiarkanku banyak main. Tepatnya aku yang berinisiatif untuk selalu bermain dan berusaha untuk tak berlama-lama di rumah.
Kisah dapur itu adalah kisah dua generasi di masaku, nenek, ibu dan tanteku. Selanjutnya aku tak tahu persis apakah dapur itu masih berfungsi dengan baik sebagai dapur atau malah menjadi gudang?. entahlah!.
Weird Kitchen?
by hans-acehdigest
shaped kitchen was a small room, perhaps more accurately called the warehouse. I do not know exactly why the grandparents did not equip the kitchen with something interesting as a kitchen. Though grandmothers rice stall then also do business in the end. But still, the kitchen was not much change except to grow a lot of kitchen tools. The back of the kitchen directly adjacent with auntie room goodwill, while the front is adjacent to a car with a black lamborgini very charming. and in my life and I regret the loss of the car becomes worthless junk at all.
I've experimented in the kitchen it's strange, to cook instant noodles, it happened I yelled it out, because they are playing with fire. I just want a little help my mother, trying to cook and hopes to slightly ease the burden of my mother without the need to whine to ask cooked, it turns out opposite.
There's probably true, because if the fire is not just a kitchen that will be sold on fire, but also throughout the room aunt, and especially the house next door neighbor because of the side wall of the kitchen directly adjacent with a neighbor's wall tile-roofed houses.
On the kitchen was, oddly enough I can never remember it well, how the procession grandmother or my mother's cooking cooking for children, whether it is true that they use the kitchen or any other part of the house that can be used for cooking affairs. As far as food is always readily available, it could be because as a boy I was too spoiled, I mean that is what cause I never really care about the process but on results. Both the grandfather or grandmother and mother may also let a lot of play. I am exactly who took the initiative to always play and try not to linger in the house.
The story of the kitchen is the story of two generations in my day, grandmother, mother and aunt. Furthermore I do not know exactly whether the kitchen was still functioning well as a kitchen or even a barn?. I do not know!.
Desain; Drawing designs
Hal lain yang hampir selalu menyita perhatianku selain bermain adalah menggambar. Aku menyukai gambar bentuk, mungkin desain produk barangkali. Aku menyukai bentuk persegi panjang kotak rinso di edisi awal kemunculan produk itu, maksudku di masa kecilku karena produk olahan unilever itu pastilah jauh lebih tua dari umurku.
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Aku juga suka memperhatikan berbagai bentuk benda, seperti kotak atau bungkus rokok sintren milik kakek, atau gambar kotak korek dengan beragam gambar yang menarik. Aku bahkan selalu berusaha menggambarnya sebisa mungkin seperti aslinya, bahkan aku berusaha meniru gambar bayangannya. Menurutku itu artistik, gradasi warna hitam putih menarik hatiku sejak kecil, barangkali itu pulalah yang kemudian menyebabkan aku menyukai media pensil dan sketsa dengan goresan garis yang sederhana tapi memberikan kedalaman makna pada gambar yang mendapatkan sentuhan garis-garis sederhana itu.
Gambar sudah sejak lama menjadi bagian dari suasana hatiku, aku bebas mencurahkan segala bentuk keluh kesah pada gambar itu, tapi tidak di kertas, justru di papan tulis besar yang terpajang di depan ruang tamu atau beranda rumah tokoku. Menurut amatanku bakat itu mengalir dari ayahku persisnya begitu, sedangkan kakek meskipun selalu bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian namun tidak dalam kesempatan untuk menggambar, tapi untuk mereparasi jam sebagai keahlian yang entah darimana ditemukannya, namun membutuhkan tidak saja kejelian tapi juga ketekunan yang mendalam. Minatnya pada beragam bentuk arloji dan jam dinding yang sebagiannya dikoleksi menunjukkan minatnya pada seni bentuk, tidak untuk digambarkannya, tapi untuk dinikmati keberadaan rasa seninya. Aku pikir darah seni itu juga pastilah mengalir dari sana.
Berbeda dengan aku, adik-adikku ketika kecil tak kuketahui dengan pasti minatnya, terutama dalam soal menggambar, sehingga setahuku ibu hanya bisa membanggakanku untuk semua jenis gambar yang biasanya aku ekspresikan di setiap buku catatanku, tak peduli matematika, IPA atau buku praktikum, apalagi untuk pelajaran menggambar, aku selalu mendapat nilai yang lebih dari cukup bahkan memuaskan.
namun waktu berganti dan kenyataan berbalik, aku menjadi tak begitu meminati gambar, tapi adikku justru kerja di spesialisasi gambar terutama desain interior, komik dan kartun. gambarnya sangat menawan, jauh meninggalkanku tanpa perlawanan sedikitpun. Pada akhirnya aku mengalah dan kupikir, menulis menjadi sesuatu yang menarik dan penuh tantangan juga, maka mulailah aku menulis!.
Drawing Designs
by hans-acehdigest
Another thing that is almost always caught my eye in addition to playing the drawing. I like the picture of the form, may perhaps product design. I love the rectangular box in the early edition Rinso product appearance, I mean in my childhood because of Unilever's products processed must be much older than I am.
I also like to consider a variety of shapes, such as boxes or packs of cigarettes sintren's grandfather, or a picture box of matches with a variety of interesting pictures. I always try to draw even as much as possible like the original, I even tried to imitate the shadow image. I think it's artistic, black and white shades appeal to me as a child, then perhaps that's what made me like the media with the stroke of a pencil and sketch a simple line but it gives a depth of meaning to the images that have a touch of simple lines.
Images have long been part of my mood, I was free to devote all forms of complaints on the picture, but not on paper, it big on the board displayed in the living room or front porch of my shop. According to the observations I was running from my father's talent is so exact, whereas grandparents while always working with great diligence and accuracy but not the opportunity to draw, but to repair the clock as the discovery of the expertise out of nowhere, but it requires not only foresight but also the persistence of deep. His interest in diverse forms of watches and clocks are partially collected showing interest on art form, not to describe, but to enjoy the presence of his artistic taste. I think it's also the art of blood must flow from there.
In contrast to me, my brother and sister as a child I did not know for sure his interest, especially in the matter of drawing, so far as the mother can only be proud of for all types of images that I normally expressed in any notebook, regardless of math, science or lab book, especially for drawing lessons, I always get a value that is more than enough to satisfy even.
but the time change and the reality turned, I was not really interested in drawing, but my brother actually work in interior design specializing in particular drawing, comics and cartoons. very charming picture, far left me without the slightest resistance. In the end I gave in and I thought, write into something interesting and challenging as well, then I start writing!
Klapertart Tape; Klapertart Cake
Toko roti itu berada persis di tengah kota, di sebelah kiri tugu lawet menghadap langsung ke utara. Sebuah etalase kaca berada di pintu masuk dan deretan kue salah satunya klapertart berada dalam pajangan itu. Aku tak ingat apakah kue itu memang menjadi menu sehari-hari atau hanya khusus ada di hari tertentu di setiap minggunya, bisa jadi salah bisa juga benar. Karena yang bisa mengingatnya dengan tepat pastilah tanteku jika memang begitu halnya, karena tante akan mengajakku ke toko itu hampir setiap kali ada waktu dan pastinya tahu benar kapan kue itu ada di pajangan dan kemudian mampir kesana membelikanku kue itu.
Kenapa tante harus membelinya setiap kali jalan-jalan, sebenarnya lebih karena permintaanku, setiap kali diberi penawaran aku cuma bisa mengingatnya kue yang satu itu, makanya tante cuma tahu aku suka dengan yang satu itu. Tapi kue itu seperti menjadi makanan kebangsaanku pada akhirnya, karena jika untuk sekian lama aku tak menemukannya aku akan mencari dan mencarinya lagi. Bahkan untuk waktu yang panjang setelahnya, aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun waktu dan kisah sudah berjalan begitu jauh meninggalkan masa lalu.
Kue itu berbentuk jajaran genjang, hampir mirip kue ade hanya saja berbahan baku tape dengan adonan tepung barangkali, bukanya ubi. Aku baru bisa mengingatnya lagi ketika tak sengaja membeli buku berisi kumpulan resep klapertart, untungnya buku itu tak mengecewakan, dicetak dengan edisi luks hard cover, aku tidak sekedar ingin menyimpannya sebagai buku, tapi juga sebagai kenangan dari masa laluku.
Kue itu mewah menurutku, aku bahkan jarang memakannya jika bukan karena dibelikan tante, di lain waktu aku hampir tak punya peluang dan kesempatan untuk menikmatinya, apalagi dengan ibuku. Ibuku mungkin tahu benar aku menyukai kue itu hanya saja karena faktor keuangan yang menghalangi ibuku memanjakanku dengan membelikannya kue itu. Dan ibu cuma bisa membiarkan dengan perasaan yang tak bisa kutebak, ketika tante mengajakku jalan dengan menjanjikan akan membelikan kue itu untukku.
Klapertart Cake
by hans-acehdigest
Bakery is located right in the middle of town, on the left pillar Lawet facing directly north. A glass display case at the entrance and a row of one of them klapertart cake in the display. I do not remember if the cake has become the daily menu, or just special in a certain day in every week, it could be wrong it could be true. Because who can remember exactly when it was my aunt must have been the case, because the aunt would take me to the store almost every time there is a time and must know when the cake is on display and then it stopped there to buy me a cake.
Why aunt have to buy every time the streets, actually more because of my request, each time given the offer, I can only remember the cake on that one, so aunt just knew I liked that one. But the cake was like a my national food in the end, as if for so long I do not find it I'll look and look again. Even for a long time afterwards, I can still remember it well, although the time and the story is going so far left of the past.
Parallelogram-shaped cake, almost like a cake ade only tape with dough made from flour perhaps, open it sweet. I could only remember it when it was accidentally buy the book contains a collection of recipes klapertart, fortunately it did not disappoint, printed with luxury hard cover edition, I do not just want to keep it as a book, but also the memories of my past.
I think the cake was a luxury I rarely even eat it if it were not for aunt bought, at other times I almost had no chance and the opportunity to enjoy it, especially with my mother. My mother probably knows that I love cake just because of financial factors that impede my mother spoiled me to buy him the cake. And the mother just let the feelings that can not guess, when the aunt took me by promising to buy the cake for me
Kenapa tante harus membelinya setiap kali jalan-jalan, sebenarnya lebih karena permintaanku, setiap kali diberi penawaran aku cuma bisa mengingatnya kue yang satu itu, makanya tante cuma tahu aku suka dengan yang satu itu. Tapi kue itu seperti menjadi makanan kebangsaanku pada akhirnya, karena jika untuk sekian lama aku tak menemukannya aku akan mencari dan mencarinya lagi. Bahkan untuk waktu yang panjang setelahnya, aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun waktu dan kisah sudah berjalan begitu jauh meninggalkan masa lalu.
Kue itu berbentuk jajaran genjang, hampir mirip kue ade hanya saja berbahan baku tape dengan adonan tepung barangkali, bukanya ubi. Aku baru bisa mengingatnya lagi ketika tak sengaja membeli buku berisi kumpulan resep klapertart, untungnya buku itu tak mengecewakan, dicetak dengan edisi luks hard cover, aku tidak sekedar ingin menyimpannya sebagai buku, tapi juga sebagai kenangan dari masa laluku.
Kue itu mewah menurutku, aku bahkan jarang memakannya jika bukan karena dibelikan tante, di lain waktu aku hampir tak punya peluang dan kesempatan untuk menikmatinya, apalagi dengan ibuku. Ibuku mungkin tahu benar aku menyukai kue itu hanya saja karena faktor keuangan yang menghalangi ibuku memanjakanku dengan membelikannya kue itu. Dan ibu cuma bisa membiarkan dengan perasaan yang tak bisa kutebak, ketika tante mengajakku jalan dengan menjanjikan akan membelikan kue itu untukku.
Klapertart Cake
by hans-acehdigest
Bakery is located right in the middle of town, on the left pillar Lawet facing directly north. A glass display case at the entrance and a row of one of them klapertart cake in the display. I do not remember if the cake has become the daily menu, or just special in a certain day in every week, it could be wrong it could be true. Because who can remember exactly when it was my aunt must have been the case, because the aunt would take me to the store almost every time there is a time and must know when the cake is on display and then it stopped there to buy me a cake.
Why aunt have to buy every time the streets, actually more because of my request, each time given the offer, I can only remember the cake on that one, so aunt just knew I liked that one. But the cake was like a my national food in the end, as if for so long I do not find it I'll look and look again. Even for a long time afterwards, I can still remember it well, although the time and the story is going so far left of the past.
Parallelogram-shaped cake, almost like a cake ade only tape with dough made from flour perhaps, open it sweet. I could only remember it when it was accidentally buy the book contains a collection of recipes klapertart, fortunately it did not disappoint, printed with luxury hard cover edition, I do not just want to keep it as a book, but also the memories of my past.
I think the cake was a luxury I rarely even eat it if it were not for aunt bought, at other times I almost had no chance and the opportunity to enjoy it, especially with my mother. My mother probably knows that I love cake just because of financial factors that impede my mother spoiled me to buy him the cake. And the mother just let the feelings that can not guess, when the aunt took me by promising to buy the cake for me
Penculik dan Brug; Kidnappers and Brug
Apa hubungannya ya?. Tapi di masa kecilku dulu cerita ini menjadi bagian yang paling menarik dari kisah dan petualangan anak-anak. karena selain menakutkan, kisah ini dibumbui dengan berbagai kengerian yang membuat anak-anak jadi enggan main di sawah utara, terutama di brug yang berada di tengah jalan sepanjang satu kilometer menuju pabrik padi.
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.
Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Menurut pengakuan para orang tua, tapi aku lebih senang menyebutnya sebagai cerita atau dongeng, karena kami curiga para orang tua menceritakan kisah ini karena ketakutan pada ulah kami yang keterlaluan ketika bermain di brug dan tak bisa dihalangi oleh siapapun, maka mereka mengarang cerita horor agar kami tak lagi mendekati brug yang berbahaya, karena bisa saja kita jatuh ke bawahnya yang dipenuhi bebatuan. Karena brug itu di buat dari kepingan batu gunung yang direkat semen dengan bagian luar batu bertonjolan keluar dan bisa menjadi tempat untuk didaki oleh anak-anak yang sedang berada di bagian bawah parit untuk memanjat ke atas.Bagian brug yang dicor semen, katanya berisi anak-anak yang diculik yang digunakan para pembuat brug sebagai penolak bala. entah siapa yang mengganggu, barangkali, lagi-lagi para penunggu sawah atau jin yang bisa mengganggu proyek agar tidak gagal, sehingga harus mengorbankan anak-anak menjadi tumbal persembahan bagi para jin itu. Menurut aku ketika besar kemudian, sebenarnya sesajian itu diperlukan karena para kontraktor bersaing untuk memenangkan tender proyek dan mereka melakukan apapun untuk mendapatkan proyek dan memenangkan tender tadi sebelum direbut pesaing lain.
Begitulah cerita yang berkembang luas dan kami dengar hampir setiap hari terutama ketika kami hendak main ke brug dan para orang tua kuatir jika bukan penculik yang mengambil kami dan menjadikan kami tumbal, kami dapat saja di hari sial dan naas jatuh ke bawah jembatan yang berbatu dan berbahaya.
Bisa dibayangkan jika brug itu berukuran sangat besar, dengan diameter hingga puluhan meter, berapa banyak tumbal yang dibutuhkan untuk memuaskan para penunggu dan pengganggu yang harus dijanjikan tumbal?.
Kidnappers and Brug
by hans-acehdigest
What to do huh?. But in this story from my childhood to be the most interesting part of the story and adventures of the children. because in addition to daunting, the story is peppered with the horrors that made the kids so reluctant to play in the northern fields, especially in the Brug in the middle of the road along the one kilometer to the rice plant.
According to the parents, but I prefer to call it a story or tale, because we suspect the parents tell this story because we fear the act of going too far when playing in the Brug, and not be hindered by anyone, then they are making up horror stories for us Brug is no longer a dangerous approach, because we may fall into the rock-strewn bottom. Because Brug was made of volcanic rock fragments are bonded to the exterior of the stone cement bulging out and be a place to climb oleha children who were in the bottom of the trench to climb to the top.
Brug is casted parts cement, he said, contains the abducted children are used as a repellent makers Brug reinforcements. God knows who is annoying, perhaps was again the fields or guardian genie that can interfere with the project so as not to fail, so it had to sacrifice the children become casualties of offerings for the genie. I think when big then, the actual offerings were necessary because of the competing contractor won the tender for the project and they do anything to get the project and won the tender was won before the other competitors.
That story is a widespread and we hear almost every day, especially when we want to play to the Brug and parents worry if not the kidnappers who took us and makes us a scapegoat, we can just unlucky and ill-fated day the bridge fell into the rocky and dangerous .
It is conceivable if Brug was very large, with diameters up to tens of meters, how many casualties of that required to satisfy the gatekeepers and victimizing bullies who have been promised?
Padi Sawah Wetan 2, Northern lowland rice
Jalanannya memanjang kurang lebih satu kilometer, menuju arah utara dari tikungan tepat disebelah kiri rumahku. sepanjang jalan itu dipenuhi pepohonan trembesi dengan buah panjang berbiji yang berwarna kehitaman menggantung bertebaran di sekujur dahan dan flamboyan yang bunganya merah membara ketika musim semi tiba.
Hamparan sepanjang jalan seperti ditaburi bunga layaknya jalan para raja. Setiap kali mobil melintas bunganya berhamburan bercampur debu jalanan, sebagiannya beterbangan ke sawah, sebagiannya lagi masuk ke parit kecil dipinggiran sawah yang menjadi sumber irigasi. Bunga merah akan berkumpul di setiap sumbatan di dekat brug atau pembatas jembatan terbuat dari bilah batu besar yang direkat semen. Biasanya kami duduk mengamati, melihat air tertutup merah flamboyan, berputar seperti gasing karena tertahan dahan dan sampah dari parit di pinggiran kota yang sampahnya juga bertemu di tempat yang sama.
Seperti menari, kemudian hancur berhamburan dan masuk kedalam brug, kemudian dengan cepat kami juga akan berpindah dari ujung yang satu ke ujung brug yang lain untuk melihat kemana gerangan kumpulan kelopak bunga merah itu berlarian.
Bagi kami kesederhaan seperti itu menjadi kegembiraan yang menarik, apalagi ketika kami masuk kedalam parit memburu ikan kepala timah yang menari-nari di pinggiran irigasi meminta kami turun dan memburunya dan pulang dengan baju kotor bahkan compang-camping tersobek ilalang di pinggiran irigasi. Ditambah dengan kegembiraan memainkan layangan dengan angin kencang yang tak pernah meminta kami berhenti. Barulah ketika langit merah senja dan kumandang azan bergema dari mesjid agung kebumen, kami bergegas pulang dengan hati dan perasaan was-was, karena pastinya ibu sudah menunggu di balik pintu dengan alat pukulan yang siap menyambut kebandelan dan ketidakpatuhan kami. Tapi itu juga tak pernah membuat kami jera.
Sawah utara, jalanan, pepohonan, sawah, irigasi, belut, layangan, dan lumpur padi adalah "mainan", wahana kehidupan kami yang membuat kami layak disebut kanak-kanak, karena tak pernah peduli bahaya, kotor dan makian dari siapapun yang tak sepaham dengan kegembiraan kami.
Baiklah, kembali ke jalanan di sawah utara, biasanya kami bersepakat dengan banyak teman, tak peduli laki-laki dan perempuan. Lalu bersama-sama, berlarian, bersepeda satu dua, terutama yang perempuan. Jarak satu kilometer tak terasa jauh sama sekali, begitu deretan cemara sudah mulai nampak di kejauhan, kami bahkan akan saling berlomba saling mendahului untuk sampai kesana.
Pintu gerbangnya kokoh dari besi tempa dengan sebuah posko penjaga keamanan yang selalu kosong melompong. Didepannya terhampar lapangan dari semen cor halus dengan sebuah tiang bendera ditengahnya. dan dibelakangnya berupa deretan bangunan dengan kaca hitam, sesekali kami berpikir pastilah ada yang mengawasi kami dari kejauhan, karena kami tak dianggap mengganggu apapun, mereka tak perlu keluar dari ruang berkaca hitam untuk berteriak meminta kami pulang, kecuali sebuah kertas pengumuman di dekat pintu masuk dekat ruang penyimpanan kendaraan yang harus kami ingat dan waspadai, terutama tentang bahaya sekam panas yang bisa menjerumuskan kami kedalam bara yang menyala didalam gunungan sekam baru yang kekuningan dan di dekat cerobong berwarna putih sperti salju.
Kami bahkan sempat berpikir ruang berkaca gelap itulah yang membuat kami merasa angker, karena pastilah dihuni oleh hantu-hantu atau dedemit penunggu Kilang Padi Wanayasa itu. Belum lagi tentang kisah anak-anak yang ceroboh dan mengalami kecelakaan masuk ke dalam sekam yang membara dan akhirnya tak tertolong dan barangkali arwahnya masih bergentanyangan di sekitar kilang padi itu tak mau pergi, bahkan mungkin selalu bermain-main bersama kami setiap kali kami kesana. Karena barangkali juga mereka masih anak-anak, meskipun tak di dunia yang sama tetap saja berkawan dengan kami yang masih anak-anak. Barangkali itu pula yang menjadi magnet kami tetap ingin kesana, karena meskipun terkenal angker, terutama di bagian parit samping di sebelah utara mendekati bagian belakang bangunan, namun karena dingin, luas dan memiliki hamparan semen tempat jemuran yang bisa kami gunakan untuk banyak permainan maka jadilah tempat itu salah satu favorit kami.
ketika bosan kami akan berlarian ke dalam kilang, melalui pintu masuk satu-satunya dari gudang kendaraan. Di gudang itu, biasanya menjadi tempat petak umpet yang seru, dan deretan truk tangki menjadi tempat bersembunyi yang menarik lain dari tempat lain. Kamu bisa menyusup ke bagian belakang truk, atau bergantungan di bagian belakang yang memiliki tangga menuju ke atas tangki. Dengan catatan cukup di bagian belakang, karena jika ke atas selain mudah ketahuan kamu bisa berpeluang jatuh ke dalam lubang pengisian bahan bakar. Di hari yang tak bisa kuingat dengan persis karena aku tak hanya main di hari libur, aku ikutan main petak umpet, aku berusaha bergerak lincah dan cepat karena aku tak lagi anak bawang meskipun aku kelas satu SD. Ketika aku bingung memilih bagian mana yang akan menjadi tempat persembunyian akhirnya dalam kondisi darurat karena hitungan penjaga petak umpet mendekati sepuluh, maka secepat kilat aku melompat ke bagian samping truk di dekat tangki solar, nah disinilah musibah besar itu terjadi. Aku akan tetap bisa mengingatnya karena bekas luka yang cukup dalam dan parah masih tertinggal sampai aku besar kemudian.
Lutut kaki kananku tak sengaja menghantam bagian bagian pinggiran tangki solar, karena bagian tengah itu berupa sambungan dengan bagian yang agak tipis dan menjorok keluar maka dengan tepat lututku beradu, awalnya aku merasakan kesakitan yang tiada tara, tapi sesaat kemudian semuanya tak aku ketahui sama sekali bagaimana ceritanya, karena aku jatuh pingsan dengan pendarahan yang luar biasa yang membuatku kemudian hampir tak bisa berjalan untuk beberapa waktu lamanya. Luka itu tepat berada di bagian ujung lututku dengan luka mengangga di awal kejadian dan menjadi bagian bekas luka yang sedikit menonjol ketika sembuh. Dan setiap kali aku melihat luka itu, aku mengingat semua teman, sawah utara dan kilang padi angker yang menjadi tempat favorit kami. Entahlah bagaimana kondisinya kini, mungkin di satu waktu aku akan melihatnya lagi, setelah di kunjungan pertamaku di tahun 1998 aku gagal mengunjunginya.
Northern lowland rice
by hans-acehdigest
The road extends approximately one kilometer, heading north from the right corner on the left side of my house. along the street was filled with fruit trees tamarind seeds are colored black long hanging branches scattered all over the flamboyant and fiery red flowers when spring arrives.
Along a stretch of road as the road is paved like a flower of kings. Every time a car drove by scattering flowers mixed with road dust, some flying to the fields, partly into a small trench sidelines fields become a source of irrigation. The red flowers gathered in close to each blockage or restriction Brug bridge made of large stone blade was fused cement. Usually we sit watching, see the enclosed water flamboyant red, spinning like a top because it was blocked branches and debris from the ditch on the outskirts of the waste also met in the same place.
Like dancing, then crushed and scattered into the Brug, and then we will quickly move from one end to the other end of the Brug to see where the hell is a collection of red flower petals running.
For us the joy of simplicity as it becomes attractive, especially when we get into the trenches to hunt fish tin head dancing on the edge of irrigation have us go down and hunt and come home with dirty clothes and even ragged edges torn weeds in irrigation. Coupled with the excitement of playing kite with strong winds that never asked us to stop. It was only when the red evening sky and echoing call to prayer echoes from the great mosque Kebumen, we rushed home with a heart and feelings of anxiety, because the mother must have been waiting behind the door with a blow which is ready to welcome our obstinacy and disobedience. But it's also never made us wary.
Northern rice fields, roads, trees, rice fields, irrigation, eel, kites, mud and rice is a "toy", a vehicle for our lives that make us worthy to be called a child, because I never cared danger, dirty and insults from those who disagree with Our excitement.
Okay, back to the streets in the northern fields, we generally agree with a lot of friends, no matter men and women. Then together, running, cycling one or two, especially the women. Distance of one kilometer did not feel much at all, so a row of pine already visible in the distance, we will even compete with each other to get there ahead.
Solid gates of wrought iron with a security guard post which is always empty. In front lay the field of fine cast cement with a flagpole in the middle. and behind a row of buildings with dark glass, sometimes we think there must be watching us from a distance, since we could not be any bother, they do not have to come out of black glass to scream for us to go home, except for an announcement in the paper near the entrance near vehicle storage space that we should remember and be aware of, especially about the dangers of a hot chaff that could plunge us into a burning coal in the mountains of chaff new yellow and white near the chimney just as snow.
We even had time to think of space tinted windows that make us feel terrible, because it must be inhabited by ghosts or dedemit Wanayasa keeper Paddy's refinery. Not to mention the story of children who are careless and crashed into a smoldering husk and may finally broken and his spirit still bergentanyangan in rice plant would not go away, perhaps even always playing around with us every time we get there. Because perhaps they were children, though not in the same world still remains friends with our children. Perhaps it is also become a magnet we still want to go there, because even well-known haunted, especially in the ditch on the north side near the rear of the building, but due to the cold, vast expanse of cement and has a laundry that we could use for a lot of games then be the place it's one of our favorites.
when bored we would run into the refinery, through the only entrance of the warehouse vehicles. In the warehouse, it usually becomes a place of fun hide and seek, and a row of a tank truck into another interesting place to hide from other places. You could sneak into the back of the truck, or hanging on the back that has stairs leading to the top of the tank. With enough notes in the back, as if caught up easier than you could potentially fall into the pit refueling. On the day that I can not remember exactly because I do not just play on a holiday, I was playing hide and seek follow-up, I tried to move swiftly and quickly because I was no longer the underdog even though I was first grade. When I'm confused to choose which part will be the last hiding place in a state of emergency as a matter of hide and seek nearly ten guards, then as fast as I jumped to the side of the truck near the diesel tank, well this is where the big accident happened. I'll still be remembered as the scars were deep enough and are still lagging badly until I'm older then.
My right knee was accidentally hit the outskirts of the solar tank, because the center was a connection with the part that juts out a bit thin and then collided with the right knee, at first I felt the agony incomparable, but after a while all I do not know at all how story, because I fainted with remarkable hemorrhage and then almost made me unable to walk for some time. The cut was right in the end with the injured knee at the beginning mengangga events and become part of the slightly prominent scars when healed. And every time I saw the wound, I remember all the friends, paddy fields and refineries north of the armature of our favorite places. I do not know how it is now, perhaps at one time I would see him again, after my first visit in 1998 I failed
Hamparan sepanjang jalan seperti ditaburi bunga layaknya jalan para raja. Setiap kali mobil melintas bunganya berhamburan bercampur debu jalanan, sebagiannya beterbangan ke sawah, sebagiannya lagi masuk ke parit kecil dipinggiran sawah yang menjadi sumber irigasi. Bunga merah akan berkumpul di setiap sumbatan di dekat brug atau pembatas jembatan terbuat dari bilah batu besar yang direkat semen. Biasanya kami duduk mengamati, melihat air tertutup merah flamboyan, berputar seperti gasing karena tertahan dahan dan sampah dari parit di pinggiran kota yang sampahnya juga bertemu di tempat yang sama.
Seperti menari, kemudian hancur berhamburan dan masuk kedalam brug, kemudian dengan cepat kami juga akan berpindah dari ujung yang satu ke ujung brug yang lain untuk melihat kemana gerangan kumpulan kelopak bunga merah itu berlarian.
Bagi kami kesederhaan seperti itu menjadi kegembiraan yang menarik, apalagi ketika kami masuk kedalam parit memburu ikan kepala timah yang menari-nari di pinggiran irigasi meminta kami turun dan memburunya dan pulang dengan baju kotor bahkan compang-camping tersobek ilalang di pinggiran irigasi. Ditambah dengan kegembiraan memainkan layangan dengan angin kencang yang tak pernah meminta kami berhenti. Barulah ketika langit merah senja dan kumandang azan bergema dari mesjid agung kebumen, kami bergegas pulang dengan hati dan perasaan was-was, karena pastinya ibu sudah menunggu di balik pintu dengan alat pukulan yang siap menyambut kebandelan dan ketidakpatuhan kami. Tapi itu juga tak pernah membuat kami jera.
Sawah utara, jalanan, pepohonan, sawah, irigasi, belut, layangan, dan lumpur padi adalah "mainan", wahana kehidupan kami yang membuat kami layak disebut kanak-kanak, karena tak pernah peduli bahaya, kotor dan makian dari siapapun yang tak sepaham dengan kegembiraan kami.
Baiklah, kembali ke jalanan di sawah utara, biasanya kami bersepakat dengan banyak teman, tak peduli laki-laki dan perempuan. Lalu bersama-sama, berlarian, bersepeda satu dua, terutama yang perempuan. Jarak satu kilometer tak terasa jauh sama sekali, begitu deretan cemara sudah mulai nampak di kejauhan, kami bahkan akan saling berlomba saling mendahului untuk sampai kesana.
Pintu gerbangnya kokoh dari besi tempa dengan sebuah posko penjaga keamanan yang selalu kosong melompong. Didepannya terhampar lapangan dari semen cor halus dengan sebuah tiang bendera ditengahnya. dan dibelakangnya berupa deretan bangunan dengan kaca hitam, sesekali kami berpikir pastilah ada yang mengawasi kami dari kejauhan, karena kami tak dianggap mengganggu apapun, mereka tak perlu keluar dari ruang berkaca hitam untuk berteriak meminta kami pulang, kecuali sebuah kertas pengumuman di dekat pintu masuk dekat ruang penyimpanan kendaraan yang harus kami ingat dan waspadai, terutama tentang bahaya sekam panas yang bisa menjerumuskan kami kedalam bara yang menyala didalam gunungan sekam baru yang kekuningan dan di dekat cerobong berwarna putih sperti salju.
Kami bahkan sempat berpikir ruang berkaca gelap itulah yang membuat kami merasa angker, karena pastilah dihuni oleh hantu-hantu atau dedemit penunggu Kilang Padi Wanayasa itu. Belum lagi tentang kisah anak-anak yang ceroboh dan mengalami kecelakaan masuk ke dalam sekam yang membara dan akhirnya tak tertolong dan barangkali arwahnya masih bergentanyangan di sekitar kilang padi itu tak mau pergi, bahkan mungkin selalu bermain-main bersama kami setiap kali kami kesana. Karena barangkali juga mereka masih anak-anak, meskipun tak di dunia yang sama tetap saja berkawan dengan kami yang masih anak-anak. Barangkali itu pula yang menjadi magnet kami tetap ingin kesana, karena meskipun terkenal angker, terutama di bagian parit samping di sebelah utara mendekati bagian belakang bangunan, namun karena dingin, luas dan memiliki hamparan semen tempat jemuran yang bisa kami gunakan untuk banyak permainan maka jadilah tempat itu salah satu favorit kami.
ketika bosan kami akan berlarian ke dalam kilang, melalui pintu masuk satu-satunya dari gudang kendaraan. Di gudang itu, biasanya menjadi tempat petak umpet yang seru, dan deretan truk tangki menjadi tempat bersembunyi yang menarik lain dari tempat lain. Kamu bisa menyusup ke bagian belakang truk, atau bergantungan di bagian belakang yang memiliki tangga menuju ke atas tangki. Dengan catatan cukup di bagian belakang, karena jika ke atas selain mudah ketahuan kamu bisa berpeluang jatuh ke dalam lubang pengisian bahan bakar. Di hari yang tak bisa kuingat dengan persis karena aku tak hanya main di hari libur, aku ikutan main petak umpet, aku berusaha bergerak lincah dan cepat karena aku tak lagi anak bawang meskipun aku kelas satu SD. Ketika aku bingung memilih bagian mana yang akan menjadi tempat persembunyian akhirnya dalam kondisi darurat karena hitungan penjaga petak umpet mendekati sepuluh, maka secepat kilat aku melompat ke bagian samping truk di dekat tangki solar, nah disinilah musibah besar itu terjadi. Aku akan tetap bisa mengingatnya karena bekas luka yang cukup dalam dan parah masih tertinggal sampai aku besar kemudian.
Lutut kaki kananku tak sengaja menghantam bagian bagian pinggiran tangki solar, karena bagian tengah itu berupa sambungan dengan bagian yang agak tipis dan menjorok keluar maka dengan tepat lututku beradu, awalnya aku merasakan kesakitan yang tiada tara, tapi sesaat kemudian semuanya tak aku ketahui sama sekali bagaimana ceritanya, karena aku jatuh pingsan dengan pendarahan yang luar biasa yang membuatku kemudian hampir tak bisa berjalan untuk beberapa waktu lamanya. Luka itu tepat berada di bagian ujung lututku dengan luka mengangga di awal kejadian dan menjadi bagian bekas luka yang sedikit menonjol ketika sembuh. Dan setiap kali aku melihat luka itu, aku mengingat semua teman, sawah utara dan kilang padi angker yang menjadi tempat favorit kami. Entahlah bagaimana kondisinya kini, mungkin di satu waktu aku akan melihatnya lagi, setelah di kunjungan pertamaku di tahun 1998 aku gagal mengunjunginya.
Northern lowland rice
by hans-acehdigest
The road extends approximately one kilometer, heading north from the right corner on the left side of my house. along the street was filled with fruit trees tamarind seeds are colored black long hanging branches scattered all over the flamboyant and fiery red flowers when spring arrives.Along a stretch of road as the road is paved like a flower of kings. Every time a car drove by scattering flowers mixed with road dust, some flying to the fields, partly into a small trench sidelines fields become a source of irrigation. The red flowers gathered in close to each blockage or restriction Brug bridge made of large stone blade was fused cement. Usually we sit watching, see the enclosed water flamboyant red, spinning like a top because it was blocked branches and debris from the ditch on the outskirts of the waste also met in the same place.
Like dancing, then crushed and scattered into the Brug, and then we will quickly move from one end to the other end of the Brug to see where the hell is a collection of red flower petals running.
For us the joy of simplicity as it becomes attractive, especially when we get into the trenches to hunt fish tin head dancing on the edge of irrigation have us go down and hunt and come home with dirty clothes and even ragged edges torn weeds in irrigation. Coupled with the excitement of playing kite with strong winds that never asked us to stop. It was only when the red evening sky and echoing call to prayer echoes from the great mosque Kebumen, we rushed home with a heart and feelings of anxiety, because the mother must have been waiting behind the door with a blow which is ready to welcome our obstinacy and disobedience. But it's also never made us wary.
Northern rice fields, roads, trees, rice fields, irrigation, eel, kites, mud and rice is a "toy", a vehicle for our lives that make us worthy to be called a child, because I never cared danger, dirty and insults from those who disagree with Our excitement.
Okay, back to the streets in the northern fields, we generally agree with a lot of friends, no matter men and women. Then together, running, cycling one or two, especially the women. Distance of one kilometer did not feel much at all, so a row of pine already visible in the distance, we will even compete with each other to get there ahead.
Solid gates of wrought iron with a security guard post which is always empty. In front lay the field of fine cast cement with a flagpole in the middle. and behind a row of buildings with dark glass, sometimes we think there must be watching us from a distance, since we could not be any bother, they do not have to come out of black glass to scream for us to go home, except for an announcement in the paper near the entrance near vehicle storage space that we should remember and be aware of, especially about the dangers of a hot chaff that could plunge us into a burning coal in the mountains of chaff new yellow and white near the chimney just as snow.
We even had time to think of space tinted windows that make us feel terrible, because it must be inhabited by ghosts or dedemit Wanayasa keeper Paddy's refinery. Not to mention the story of children who are careless and crashed into a smoldering husk and may finally broken and his spirit still bergentanyangan in rice plant would not go away, perhaps even always playing around with us every time we get there. Because perhaps they were children, though not in the same world still remains friends with our children. Perhaps it is also become a magnet we still want to go there, because even well-known haunted, especially in the ditch on the north side near the rear of the building, but due to the cold, vast expanse of cement and has a laundry that we could use for a lot of games then be the place it's one of our favorites.
when bored we would run into the refinery, through the only entrance of the warehouse vehicles. In the warehouse, it usually becomes a place of fun hide and seek, and a row of a tank truck into another interesting place to hide from other places. You could sneak into the back of the truck, or hanging on the back that has stairs leading to the top of the tank. With enough notes in the back, as if caught up easier than you could potentially fall into the pit refueling. On the day that I can not remember exactly because I do not just play on a holiday, I was playing hide and seek follow-up, I tried to move swiftly and quickly because I was no longer the underdog even though I was first grade. When I'm confused to choose which part will be the last hiding place in a state of emergency as a matter of hide and seek nearly ten guards, then as fast as I jumped to the side of the truck near the diesel tank, well this is where the big accident happened. I'll still be remembered as the scars were deep enough and are still lagging badly until I'm older then.
My right knee was accidentally hit the outskirts of the solar tank, because the center was a connection with the part that juts out a bit thin and then collided with the right knee, at first I felt the agony incomparable, but after a while all I do not know at all how story, because I fainted with remarkable hemorrhage and then almost made me unable to walk for some time. The cut was right in the end with the injured knee at the beginning mengangga events and become part of the slightly prominent scars when healed. And every time I saw the wound, I remember all the friends, paddy fields and refineries north of the armature of our favorite places. I do not know how it is now, perhaps at one time I would see him again, after my first visit in 1998 I failed
Kisah Andung, Fatal accident
cerita ini bukan tentang aku, tapi aku tak pernah bisa lupa yang satu ini, bisa jadi ini untuk pertama kalinya aku melihat sesuatu yang fatal. Aku bahkan menjulukinya "penis tambalan", sejak peristiwa naas itu karena memang penisnya tersobek parah di kecelakaan fatal itu.
Kami berlima bergayutan di pohon waru di depan tungku pembakaran logam, pohon berdaun lebar dengan bunga kuning itu memang tumbuh tepat di pinggiran jalan tepat diseberang rumah yang ditinggali para penjaja es krem sorong alias es dung-dung, karena setiap kali penjaja lewat membunyikan sebuah benda berbentuk bulat dengan bagian tengah sedikit benjol yang biasa kami sebut dengan gong atau kenong kecil yang berbunyi dung-dung-dung setiap kali di pukul.
Pohon itu selalu menarik perhatian kami karena berdahan kuat dengan bagian batang besar pohon itu meliuk mendekati bagian permukaan air, apalagi jika air mengalir deras, kami bisa mengayunkan kaki menyentuh air, kemudian bergantian bergayutan. Namun di hari naas itu Andung kakak kelasku terjatuh, dan sialnya bagian bawah semak yang ditumbuhi bunga bersegi lima berwarna putih, baru saja dipangkas para pencari rumput untuk memudahkan memilah rumput, dan fatalnya lagi andung tepat jatuh diantara dahan yang sedang dalam keadaan terpotong, maka tak disangka oleh siapapun "anunya" terluka sayat yang cukup membuat aku tak sanggup makan selama beberapa hari.
Aku tak ingat kemudian bagaimana proses pertolongannya, dalam keadaan terluka parah, dibawa kerumah sakit terdekat dengan becak yang melintas di pinggiran jalan, dan seminggu kemudian kami sudah mendapatinya di rumah mengenakan sarung seperti habis sunat, dengan beberapa jahitan dibagian yang aku ceritakan tadi. Dan sejak itu pula resmilah ia menyandang predikat "penis tambalan". begitulah dalam dunia anak-anak, sesuatu yang menyakitkan tetap saja bisa menjadi kegembiraan, bahkan di kemudian hari Andung membanggakan "anunya" yang tak biasa itu.
Fatal Accident
by hans-acehdigest
This story is not about me, but I can never forget this one, it could be this for the first time I saw something fatal. I even called him "penis patch", since the ill-fated because his penis was badly torn in the accident was fatal.
Bergayutan five of us in the hibiscus tree in front of the furnace metal, broad-leaved trees with yellow flowers that are grown right on the edge of the road just opposite the house occupied by an ice cream ice sliding aka dung-dung, because every time a vendor through a ring-shaped objects rounded to the center of the little bumps that we call a gong or a ring of small kenong dung-dung-dung at each time.
The tree was always attracted our attention due to the strong branchy trunk of the tree close to the curved surface of the water, especially if the water flowed freely, we can swing leg touches the water, then turns hanging. But on that fateful day Andung brother dropped my class, and unfortunately the bottom of an overgrown bush pentagonal white flowers, freshly mowed grass seekers to facilitate the sort of grass, and fatal falls among right again grandmother who was in a state branch cut, then no suspected by anyone "his goods" slice injured enough to make me unable to eat for several days.
I do not remember then how to process his help, the state was seriously injured, was taken to the hospital closest to a passing rickshaw on a side road, and a week later we find him at home wearing a sarong like it had been circumcised, with a few stitches section that I told you. And since then also on the record he bears the title of "penis patch". that's how the world of children, something that still can be painful joy, even in later life Andung boasts "his goods" are not unusual
Langganan:
Postingan (Atom)